DPR Gak Digaji? Intip Kehidupan "Aneh" di Cuba ala Dubes Nana Yuliana

Hanya bisa bayangkan kuliah S3 gratis & DPR tanpa gaji! Siap-siap baper denger cerita Dubes Nana Yuliana tentang Cuba. Yakin gak mau Indonesia begini?
Indonesia negeri kaya, tapi rakyatnya miskin

Sungguh sebuah ide yang sangat berbahaya jika Indonesia mencoba meniru gaya hidup ala Cuba seperti yang dibocorkan Ibu Dubes Nana Yuliana di kanal YouTube Helmy Yahya. 

Bayangkan betapa membosankannya hidup di negara yang tidak memiliki drama "rebutan kursi" yang berbiaya miliaran rupiah.

1. Anggota DPR Tidak Digaji? Benar-benar Tidak Kreatif!

Di Cuba jadi anggota parlemen adalah bentuk pengabdian tanpa gaji. 

Duh, apa serunya jadi wakil rakyat kalau tidak bisa pamer tunjangan, mobil dinas baru, atau sekadar studi banding ke luar negeri yang sangat "penting" itu? 

Jika aturan ini diterapkan di Indonesia, gedung-gedung mewah di Senayan mungkin akan sepi peminat karena mendadak semua orang kehilangan motivasi untuk "mengabdi" tanpa imbalan saldo yang meledak.

2. Sekolah S-1 hingga S-3 Gratis: Menghambat Industri Pinjol!

Lalu ada ide gila tentang pendidikan gratis hingga tingkat doktoral. 

Jika ini terjadi di Indonesia, bayangkan betapa kasihan nasib penyedia pinjaman online (pinjol) yang biasanya laku keras untuk bayar UKT. 

Rakyat yang terlalu pintar dan berpendidikan tinggi tanpa lilitan utang kuliah tentu akan sulit "diatur" oleh narasi-narasi politik recehan. 

Sungguh sebuah ancaman bagi stabilitas kebodohan nasional.

3. Kesehatan Gratis: Apa Kabar Antrean Administrasi?

Akses kesehatan gratis di Cuba yang katanya jempolan itu benar-benar merusak estetika birokrasi kita. 

Kita sudah sangat terbiasa dengan seni "mengumpulkan fotokopi KTP" dan antrean panjang yang menguji kesabaran spiritual. 

Menghilangkan biaya rumah sakit hanya akan membuat masyarakat kita jadi terlalu sehat dan berumur panjang, yang mana tentu saja akan membebani anggaran pensiun negara. 

Sangat tidak efisien, bukan?

Kesimpulan

Dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, jika kita mengadopsi sistem "tanpa gaji" bagi pejabat dan pendidikan/kesehatan gratis, kita memang berisiko jadi negara super power. 

Tapi pertanyaannya: siapkah kita hidup di negara maju tanpa bisa mengeluh tentang mahalnya biaya hidup? 

Mungkin kita memang lebih nyaman begini; tetap kaya alamnya, tapi cukup "dermawan" untuk menghidupi gaya hidup elitnya. Hmm... [kay]

LihatTutupKomentar
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617