Laporan Terkini: Petugas SPBU Bindang Pasean Arogan

Suasana anrian kendaraan roda empat di SPBU Bindang Pasean (kiri). Jeriken pengecer berisi BBM premium (kanan). (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

“Anda tidak boleh mengambil gambar di areal SPBU ini! Polisi saja harus minta ijin pada kami jikalau mau mengambil gambar,” bentak petugas SPBU Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan pada saya. Rabu (10/3/2021), pukul 10.56 WIB. Petugas SPBU berbaju hitam itu menyuruh menghapus foto di hape saya.

Tanpa memberikan tanggapan, saya dan istri langsung pulang karena sepeda motor telah saya isi BBM.

Seperti biasa, kalau BBM jenis premium datang, antrian panjang kendaraan roda empat sampai keluar areal SPBU. Suasana itu pasti akan selalu terjadi lantaran SPBU tidak hanya melayani pembeli dari kendaraan roda empat dan roda dua, tapi juga melayani pembelian dari pengecer yang membawa jeriken.

Adalah petugas SPBU berbaju hitam yang melakukan pengaturan sangat ketat kepada para pembeli (konsumen). Salah satunya dengan menyuruh pembeli pengecer untuk segera mengangkut jeriken jauh dari areal SPBU. Ini bukan rahasia umum lagi.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

SDN Prancak 2 Pasongsongan Gelar Istighosah Shonar Yalil untuk Tingkatkan Spiritual Siswa

Aksi Nyata Warga Sempong Barat: Bangun Jalan Pelosok Lewat Patungan Mandiri