Surat Koruptor



Pentigraf: Yant Kaiy

Seorang pejabat pemerintah bergaji tinggi, dapat tunjangan hidup macam-macam dari negara. Istri cantik keturunan bangsawan. Anak tiga berpendidikan luar negeri. Meski begitu, gaya hidupnya terlihat sederhana di mata para tetangganya. Suatu ketika,  di salah satu gedung bertingkat ia tertangkap tangan menerima suap dari seorang pengusaha. Ia pun dijebloskan ke penjara akibat tindak kejahatannya dengan vonis hukuman mati.

Ibarat nasi sudah basi, tak mungkin bisa dimakan lagi. Sesal pun tiada guna. Nama baiknya hancur berkeping-keping, tersebar ke seluruh pelosok negeri. Anak-istrinya menanggung aib berkepanjangan.

Di ruang bui, ia menuliskan kata hatinya: “Anakku, maafkan ayah! Bila aku mati, kuburkan aku jauh dari pemakaman keluarga. Karena ayah tak pantas bersanding dengan mereka.”

Pasongsongan, 10/12/2020 

LihatTutupKomentar
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617