Tujuh Erosi Rumah Tangga (Bagian II)

 


Artikel Keluarga: Yant Kaiy

2. Campur tangan mertua

Konflik juga dapat terjadi karena 'urusan' mertua atau ipar. Misalnya seorang ibu muda tiba-tiba menyadari bahwa ibu mertuanya terlalu banyak campur tangan atau selalu memberikan anjuran bagaimana seharusnya mengelola rumah tangga serta memperbaiki suaminya. Atau ibu mertua menanyakan hari ini masak apa? Seolah mencari suatu jaminan agar anak laki-lakinya diberi makan dengan baik.

Hal yang demikian tentu saja ayah mertua juga dapat menjadi biang keladi'. Mengapa tidak? Seorang ibu rumah tangga muda terkadang mengeluh karena ayah mertuanya menyuruh mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, sehingga ia dan suaminya mau tidak mau dengan secepatnya mencari atau mengontrak rumah sendiri dengan segera setelah menikah.

Ditambah lagi adanya suami yang terlalu terikat pada orang tuanya. Sebab, merupakan tradisi di Asia bagi seorang istri, kawin di rumah orang tua suaminya, tinggal bersama mereka satu atap, sambil menabung untuk mempunyai tempat tinggal sendiri, sang suami mungkin akan terus bergantung kepada orang tuanya, bukan berusaha membangun keluarga sendiri bersama istrinya. (Bersambung)

LihatTutupKomentar