Pilkada Sumenep 2020 Kurang Semarak

 


Catatan: Yant Kaiy

Tinggal dua belas hari lagi Pilkada Sumenep akan digelar, tepatnya pada 9 Desember 2020. Tapi semarak Pilkada dari kedua kubu pendukung di Kecamatan Pasongsongan tidak terasa. Suasananya adem-ayem. Seperti hari-hari biasanya.

Menurut beberapa pengamat politik, tidak bergairahnya masyarakat terhadap pesta demokrasi Pilkada Sumenep kali ini karena beberapa faktor, antara lain:

1. Jenuh

Seringnya pesta demokrasi dilakukan, mulai dari Pilkades hingga Pilpres menjadi unsur pemicu ternatalnya rasa bosan. Apalagi masyarakat baru tersadar kalau dirinya hanya menjadi alat mereka berebut kursi empuk. Setelah jadi pemimpin, ia tidak lagi jadi pelayan rakyat, justru mempersulit hidup wong cilik.

2. Kemiskinan

Minimnya lapangan kerja menjadikan rakyat miskin. Masyarakat lebih senang memikirkan masa depannya (bisnis) ketimbang berbicara soal pemilihan apa pun. Karena ketika calon pemimpin berkampanye kebanyakan gombal, penuh iming-iming.

3. Teladan

Tatkala para kandidat dalam pemilihan bersilat lidah dengan argumennya masing-masing, rakyat hanyut sehingga tersulut emosi. Ujungnya, antar individu pendukung berseteru. Rakyat jadi korban, pemimpin terpilih tidak peduli lagi. Hanya sekadar prihatin. Tidak lebih.

4. Bantuan

Tumpang-tindihnya bantuan pemerintah terhadap rakyat saat ini telah “membunuh” gejolak massa. Bantuan telah membalut luka kecewa publik. Perhatian rakyat fokus soal bantuan. Mereka berupaya sekuat tenaga agar kecipratan juga walau dirinya tergolong tidak layak sebagai penerima manfaat.

5. Kepercayaan

Menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara negara akhir-akhir ini begitu terasa. Mereka cinta terhadap bangsanya, tapi kualitas kepercayaan terhadap pemerintah (pejabat publik) aus termakan perilaku korup.

Lima poin itulah yang menyebabkan masyarakat Kota Keris Sumenep kurang greget menyambut Pilkada kali ini. Walau demikian, gelaran perebutan kursi kekuasaan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1