Mengurangi Kegemukan Saat Hamil
Artikel Kesehatan: Yant Kaiy
Pentingnya pemeriksaan rutin saat kehamilan adalah mendeteksi kesehatan ibu dan bayinya. Sebab jika berat badan ibu hamil di atas normal, ada kemungkinan komplikasi yang tak jarang membahayakan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.
Perawatan medis sebelum kelahiran bayi sangatlah penting. Sejalan dengan itu, para ahli medis
sepakat, pengawasan medis minimal sebulan sekali selama 7 bulan pertama sangatlah layak.
Kemudian pemeriksaan dua kali sebulan pada bulan ketujuh dan kedelapan. Dan seminggu sekali pada bulan kesembilan. Dalam pemeriksaan itu, selain diukur tekanan darah, urine, juga berat badan.
Selama ini, banyak wanita menganggap berat badan yang melampaui normal saat kehamilan tidak ada efeknya. Sebetulnya, justru malah sebaliknya. Selain bisa mungkin menimbulkan kesulitan dalam proses kelahiran bayi kelak, berat badan yang berlebihan juga bisa mengakibatkan komplikasi-komplikasi kehamilan.
Besar kenaikan berat badan yang layak selama
hamil adalah 11-13 kg. Kenaikan ini dianggap lumrah sebagai akibat membesarnya janin,
jaringan plasenta serta jaringan-jaringan pada bagian lain tubuh ibu. Bila dirinci,
pertambahan berat sebesar 12 kg itu terdiri atas 3.4 kg janin; 1,5 kg plasenta dan cairan membran; 1 kg pertambahan berat
uterus; 0,4
kg pertambahan
berat payudara; 1,2 kg pertambahan volume darah; 1,5 kg pertambahan cairan air ketuban; dan 2,9 kg pertambahan jaringan lemak.
Pertambahan berat tersebut tentu saja tidak
sama atau merata sepanjang kehamilan. Berdasarkan observasi empirik yang dikerjakan
Commince on Maternal Nutrition-Food and Nutrition Board, AS menetapkan bahwa
kenaikan selama trimester I sebanyak 1.3-1,8 kg; trimester II antara 1,5-5,5 kg; dan trimester III antara 5.9-6,3 kg
merupakan kenaikan berat badan yang baik karena paling sedikit menunjukkan komplikasi.
Dengan kata lain, di luar angka-angka
tersebut, baik yang kurang ataupun melampaui ada kemungkinan menimbulkan komplikasi yang
tak diharapkan.
Tak jarang, selain kenaikan berat absolut di atas, hal lain yang perlu juga mendapat perhatian yakni kenaikan berat bertahap dari setiap pemeriksaan berkala tadi. Yang perlu diperhatikan, apabila perubahan berat badan terjadi secara mendadak dan relatif cepat.
Jelas penambahan berat badan ini bukan penambahan jaringan padat yang lazimnya berlangsung lambat. Besar kemungkinan, hal ini diakibatkan adanya retensi cairan tubuh. Jika demikian, sebaiknya dilakukan pemeriksaan urine untuk menemukan alternatif. Pemeriksaan ini untuk menentukan kadar gula dan protein sehingga dapat ditentukan apakah pasien menderita diabetes, sakit ginjal kronis, atau bahkan mungkin terkena keracunan darah (toimia).
Komplikasi diabetes pada kehamilan umumnya dapat dirawat dengan baik. Pasien biasanya diberi menu dengan kadar lemak lebih banyak (53% dari total kalori). Itu karena energi disebabkan lemak lebih meningkat pada seorang wanita hamil yang diabetes dibanding dengan yang tidak diabetes.
Kendati lemak lebih banyak, namun total
kalori yang dibutuhkan sama besar dengan mereka yang tidak diabetes, yakni sekitar 36 kalori
per kg per hari. Sumber kalori lain diambil dari karbohidrat dan protein. Lain lagi halnya dengan
toximia. Hanya ada satu jalan untuk pengobatan penyakit ini, yaitu dengan jalan
melahirkan bayi secara paksa sebelum waktunya.
Karena jikalau focimia tidak segera
ditangani, besar kemungkinan pasie akan mengalami koma, kejang-kejang, dan lebih
dramatis lagi adalah kematian.[]
Diolah dari berbagai sumber
Publish: Koran Surabaya Post (Minggu III, Juli
1992)

