JAKARTA – Pengurus PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep menghadiri audiensi bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta. Selasa (7/7/2026). Kehadiran mereka bertujuan menyampaikan aspirasi terkait percepatan pengalihan status PPPK Paruh Waktu jadi PPPK Penuh Waktu. Rombongan diterima langsung Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Komisi XI menegaskan bahwa DPR RI memberikan perhatian serius dan telah membahas intensif persoalan ini bersama Kemenkeu, Kemendagri, dan Kemenpan-RB untuk merumuskan solusi fundamental. Kebijakan penyelesaian ini diperkirakan memerlukan keputusan tingkat tinggi dan diharapkan tercermin dalam Nota Keuangan/APBN mendatang. Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep, Sovi Kurnia Dewi, S.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaannya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas untuk seluruh tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di Sumenep. "Kami ingin memastikan ...
Ruang-ruang kelas di sekolah dasar kita setiap hari berdengung oleh kata-kata mulia: empati, gotong royong, dan berbagi. Kita, sebagai pendidik, dengan penuh khidmat menanamkan nilai-nilai itu ke dalam sanubari para murid. Kita ingin mereka tumbuh jadi manusia yang peka terhadap penderitaan sesama. Tapi, sebuah renungan mendalam dari Agus Sugianto, S.Pd., Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, baru-baru ini seperti menampar wajah kita semua. Menurut 'Bapak Pendidikan Pasongsongan' tersebut, saat sistem pendidikan dihadapkan pada ancaman penutupan sekolah yang kekurangan murid, dimanakah letak empati yang selalu kita dengungkan itu? Tahun ajaran baru sejatinya jadi momentum harapan. Tapi bagi sebagian sekolah negeri yang "mati suri" karena tidak mendapatkan satu pun murid baru, ini adalah lonceng kematian. Di balik angka nol pada data pendaftaran itu, ada nasib manusia-manusia konkret yang sedang dipertaruhkan. Bayangkan jik...
Sebuah diskusi hangat terjadi di kantor Madura Energi di Jalan Basuki Rahmad, Sumenep. Selasa (7/7/2026). Dalam sebuah kunjungan kekeluargaan, saya berkesempatan bertukar pikiran dengan Hairul Anwar—seorang pengusaha sukses asal Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, yang saat ini mendedikasikan dirinya sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumenep. Pembicaraan kami tidak jauh dari kegelisahan mendasar tentang masa depan daerah: bagaimana cara nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep. Sebagai figur yang berangkat dari dunia usaha sekaligus memahami regulasi, Hairul Anwar menitipkan sebuah harapan besar kepada organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan di Sumenep. Ia menekankan bahwa sudah saatnya organisasi-organisasi ini tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial atau spiritual, tapi juga senantiasa membangun pemikiran taktis mengenai pemberdayaan ekonomi wong cilik. Pertanyaannya kemudian, bagaimana format pemberdayaan yang ideal agar masyarakat bawah be...