AM – Prestasi membanggakan diukir Ahmad Zainal Abidin, siswa SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dalam ajang bergengsi tingkat provinsi. Berdasarkan Berita Acara hasil keputusan Panitia dan Dewan Juri nomor 012/KKG-PAI/P-434/2026, Ahmad Zainal Abidin dinyatakan resmi lolos ke babak semifinal Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Jenjang Sekolah Dasar Provinsi Jawa Timur 2026. "Pencapaian ini menempatkan SDN Padangdangan 2 sebagai salah satu sekolah yang diperhitungkan di kancah pendidikan agama tingkat Jawa Timur," ucap Siti Endang Junnur Aida, S.Pd, guru PAI SDN Padangdangan 2. Senin (27/4/2026). Keberhasilan Ahmad Zainal Abidin merupakan hasil dari ketekunan dan persiapan matang di bawah bimbingan para guru. Dalam pengumuman tersebut, ia terpilih sebagai salah satu delegasi terbaik dari Kabupaten Sumenep bersama dua rekan lainnya dari sekolah yang berbeda. [Kaiy]
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sesungguhnya soal-soal itu bagi orang dewasa cukup mudah. Yang susah adalah cara membacanya. Karena pelafalan tulisan jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Vokal pada nada bicara cukup kental. Tak jarang tulisan ‘bang’ dibaca ‘bheng’. Contoh: Pantai Lombang. Kalau orang madura yang mengucapkan menjadi Pantai Lombheng. Berikut soal-soal Bahasa Madura yang saya tulis. Sabtu (24/4/2021). Semoga menambah rasa cinta terhadap bahasa tempat dimana kita lahir dan besar. I. Pasange lang-kaleng (X) ka horop a,b,c , otaba d, e adha’na jawaban se benddher! Mandeng Alam Mandeng Alam Ngabiru ombudda alam Ka’-bungka’an padha bay-lembayan bunganah aba’ mandeng alam sabbar gulina angen ngalesser nyengkap ebbun e baja lagg...
AM – SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, setiap Jumat pagi. Seluruh siswa dan guru berkumpul untuk melaksanakan kegiatan rutin pembacaan Surat Yasin dan Sholawat Nabi. Jumat (24/4/2024). Kegiatan ini jadi agenda wajib mingguan yang bertujuan guna mengawali aktivitas belajar mengajar dengan keberkahan serta menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini kepada para peserta didik. Siti Endang Junnur Aida, selaku guru agama di SDN Padangdangan 2, menjelaskan bahwa rutinitas ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa. "Kami melihat bahwa kegiatan ini amat besar pengaruhnya terhadap pendidikan karakter siswa. Selain mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, para siswa juga diajarkan untuk memiliki jiwa yang tenang dan berbudi pekerti luhur," ujar Siti Endang. Pihak sekolah berharap tradisi positif ini bisa terus berlanjut agar lulusan SDN Padangdangan 2 tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki akhlak mulia. [Kaiy]