Rindu Emak di Pembaringan
Pentigraf: Akhmad Jasimul Ahyak
Mereka adalah senja senandung hati yang
selalu menghiburku dengan irama rindu berhiaskan rona jingga. Sekian tahun engkau
melepaskan pelukanku di pembaringan, janganlah engkau mengeluh hanya rindu yang
telah lama membeku. Karena aku telah memahat namamu di atas pusaranya
Kini aku teringat dan terbayang bola
matamu yang sayu, garis dahimu yang mengkerut, dan menyatu dengan tulang-tulang
renta terbungkus kulit keriput menjadi asa penuh kusut. Semua itu hanya terbugkus
kain keabadian yang selamanya berbaring di pembaringan kasur yang membatu. Aku tau
engkau menghendaki kesunyian agar tidak terhanyut oleh kegelisahan, dan kini
terangmu menjadi sinar gelapku oleh mimpi yang selalu hadir bersama tidurku.
Bulan maret pun sudah berjalan dua
minggu. Engkau selalu menyapa dalam mimpiku dengan senyuman manisnya, inilah
perihal rindu yang mewarna di setiap sudut malamku. Hanya untaian doa-doa di
hamparan sajadah yang mulai lusuh aku memohon dan berharap Tuhan menjaga “Emak"
sampai menuju surgaNya.
Editor: Yant
Kaiy

