Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak

apoymadura+yant+kaiy/gambar vignet warna

Rindu Tengah Malam

Sebenarnya...
Aku lelah menulis tentang malam
Sebenarnya...
Tak ada lagi kutulis puisi jelang malam
Tapi mengapa aku enggan beranjak dari beranda
Seolah ada yang aku tunggu
Selain angin yang memaksa masuk
Selain langit yang memuji gelap
Selain mentari yang berdandan terlalu lama
Tapi...Baru malam ini
Hujan datang tengah malam
Kumatikan lampu kamar berselimut tebal
Kunikmati merdu suara kawanan hujan
Ini rindu yang telah digenang
Ini ujung kegelisahan
Ini kesayangan
Ini pagi yang membangunkan puisi
Dalam kepala
Dalam hati
Dalam jiwa
Dalam nadi
Dan aku tidur pada malam tanpa puisi




Terluka

Kita adalah luka
Luka yang belum tersembuhkan
Rasa sakit itu sebenarnya ada
Dalam kesedihan yang panjang
Rasa takut yang tak pernah padam
Luka hanyalah dramatisasi
Ketidakmampuan kita
Menangkap sinyal tuhan




Kelana

Aku ingin memelukmu dari jauh
Untuk apa kau sibuk mencari pada keheningan
Tanpa rindu
Tanpa rasa
Hanya kebekuan ingin merengkuhmu
Tanpa birahi
Aku hanya kelana berlumur nestapa
Ingin jejaki jalanan pada keabadian
Sampai perih memeluk lelah
Pada cinta yang tak mau pulang
Pada rahasia dibalik Tuhan



Biodata:



Akhmad Jasimul Ahyak saat ini mengajar di MA Itmamunnajah Pasongsongan-Sumenep. Selain aktif menulis puisi di apoymadura, beliau juga aktif di dunia lukis.






LihatTutupKomentar