Diam-diam Menghanyutkan

apoymadura.yant-kaiy/artis india preity zinta
Pentigraf: Yant Kaiy

Aku bukanlah malaikat yang tak punya gairah untuk bercinta dengan lawan jenis. Aku seorang gadis keturunan dari orang terhormat di desa tempat dimana aku lahir dan besar serta mengenyam pendidikan. Ayah seorang tokoh agama sangat disegani. Santrinya lumayan banyak. Maka sepantasnya aku menjaga marwah beliau, tidak menodainya dengan perilaku tidak senonoh. Hal-hal berbau norma agama dan tradisi mesti dijunjung tinggi.

Maka dari itulah penampilanku memakai cadar bila keluar rumah. Identitas sebagai kaum penganut agama taat. Tapi hatiku kemarau cinta. Aku iri kepada mereka yang bebas bercinta dengan kekasihnya. Aku tak bisa terus menunggu saat sang arjuna datang.

Siang hari yang panas. Seorang guru pengajar sekolah milik kami menanyakan Ayah. Aku mempersilakan masuk. Dia duduk di ruang tamu. Aku mengambilkan minuman dingin. Ketika aku meletakkan gelas, sengaja aku menunduk. Dahiku menyentuh hidungnya. Dia cukup mengerti. Ditariklah tubuhku ke pangkuannya. Dia menciumi sekujur tubuhku sangat buas.

Pasongsongan, 15/3/2020


LihatTutupKomentar