Ternyata Dia Lebih Setia
Pentigraf: Yant Kaiy
Karena Syam seorang pengangguran, orang tuaku selalu
menyindirnya. Mungkin maksud mereka agar suamiku bisa mendapatkan kerja
secepatnya. Selama penantian panggilan kerja dari perusahaan, Syam mengisi
hari-hari kerja apa saja di rumah. Mulai menyapu halaman sambil mencabuti
rumputnya, berkebun sayu-sayuran di belakang rumah, mengepel ruang tamu dan
kamar mandi sampai mencuci baju kami. Rumah jadi bersih, enak dipandang.
Ketika Syam menebangi semua pohon di samping rumah karena
takut roboh, lalu Ayah memarahinya. Dia tujuannya baik agar tak membahayakan
rumah kami dan tetangga, namun Syam telah dianggap bersalah, lantas Ibu
mengusirnya. Syam pun pergi. Aku diajaknya, tapi orang tuaku mengancamnya. Kemudian aku menikah dengan duda beranak satu
pilihan Ayah. Tapi tidak lama ia meninggal dunia.
Haruskah kudatang padanya mengungkapkan isi hatiku? Karena
bersama Syam cintaku sangat bermakna.
Pasongsongan, 25/2/2020