Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak
Aku
Aku...
adalah
puisi yang kau tanam
dan tak
kunjung ditulis
Aku...
Bahkan
sudah berakhir di ujung jari
Yang
tidak mau kau bagi-bagi
Aku...
Menjadikan
diriku rumah bagimu
Tempat
untuk pulang dengan segala yang kau dapat
Maupun
yang hilang
Aku...
Hawa
yang dihadiahkan
Untuk
menggenggam jiwa dan hasrat
Dengan
buah terlarang sebagai syarat
Aku...
Adalah
pagi yang dingin
Membangunkanmu,
memeluk dari celah jendela kaca
Yang
tidak tertutup kain renda ungu
Aku...
Sebuah
cerita yang berawal manis
Ditegukan
ampas ke serat-serat selanjutnya
Aku...
Adalah
waktu
Dimana
subuh yang begitu sepi...
Hening
di kepala dan di dadamu
Aku....
Runtuhan
bintang yang mengubur senja
Kejam...
Menggantikannya
bulan
Yang
tubuhnya tak selalu tampil utuh
Aku....
Tak
selalu ada di hari-harimu
Tapi
memiliki ruang
Ingatan
Kenangan
Angan
Dalam
hidup yang kau bangun
Aku....
Adalah
tembang kasmaran
Yang
selalu menggenggam tangan
Bersam
lukisan mimpi-mimpi sederhana
Yang
kau simpan dalam bait puisi
Aku
adalah aku
Aku
adalah dia
Di
adalah aku
Bukan
dua dan bukan satu
Tapi
aku tetap mengingatmu sepanjang waktu
Cinta dan kasih adalah visi dari semua agama, dan manusia adalah pelakunya dan harus mengikuti tradisi-tradisi yang ada. Tidak ada kode etik kemanusiaan yang mengungguli cinta. Ia adalah awal dan akhir perjalanan manusia.