Puisi: Agus Sugianto
Pada Penghujung
Senja
Menakar sang waktu pada penghujung senja
Mengukir tugu hati dengan sembilu belati
Teronggok terhempas pada pelataran batu cadas
Ku tak bisa biaskan biasMu karena hatiku culas
Ku tak bisa pantulkan cahayaMu karena hatiku berjelaga
dengki
Ku tak bisa gemakan asmaMu karena iri benci
Menyelusup ke pori-pori
Membumi jejali alam kalbu ruhani
Tuhan
Bisaku hanya sesali saat usiaku tak muda lagi
Bisaku hanya diam saat temaram telah datang
Bisaku hanya terpejam saat purnama pergi
Antar sunyi bersama pelangi