Persembunyian Rindu

apoymadura.yant-kaiy/Rabi Pirzada artis india

Pentigraf: Yant Kaiy


Persembunyian demi persembunyian setiap waktu telah melukai hatiku dari kejaran mereka yang mau menghempaskan harapan diantara banyak impianku. Mereka terus berupaya untuk mendapatkan kepingan kisah tentang masa lampauku bersama Fiza. Tiapkali kami terdesak, dengan sendirinya kami menghindar dan menghindar dari dengki mereka yang tak mau menyaksikan kami berhasil mencapai batas cinta sesungguhnya.

Sebagai dara cantik, seksi, supel, dan anggun dalam penampilannya akan membuat mata mereka hanyut ke puncak hasrat. Tentu mereka akan melukai Fiza seperti kisah asmara dalam sinetron. Sedangkan Fiza sendiri tak mau berpaling kerinduannya terhadapku. Ikrar setia kadang berubah kiblat bila jurus dan siasat busuk terhampar. Aku sudah mempersiapkan taktik sebagai penyeimbang dalam mengalahkan persaingan dengan mereka. Beberapa bulan lalu aku pernah mengungkapkan bahasa hati kepadanya, tentang ketakutan-katakutanku pada mereka. Sampai akhirnya Fiza percaya kalau purnama akan muncul setelah gelap semesta.

Kini persembunyianku telah berakhir, ketika malam mulai merangkak di bukit-bukit hijau. Kami merasakan betapa kerinduan sangat indah. Sebab tantangan menjadikan kami kian dewasa menatap masa depan. Akhirnya mereka tidak mengejarku lagi ketika janur kuning telah melambai-melambai diantara doa restu kedua orang tua kami. Mereka pun mengiringiku tatkala kami menuju mimbar kehormatan; pelaminan. Tidak ada yang bisa lagi menghalangi kami. Kecuali takdir.

Pasongsongan, 19/2/2020


LihatTutupKomentar