Kisah Pemimpin Perempuan

apoymadura.yant-kaiy/artis wanita india yang beragama islam

Pentigraf: Yant Kaiy

Ketika berorasi dalam kampanye, ia menegaskan bahwa hidup-matinya hanya untuk rakyat. Dia siap melayani kepentingan rakyat jelata sebagaimana orang tua menjadi pelayan bagi anak-anaknya. Sangat meniscaya iming-imingnya di tengah kehidupan masyarakat yang tidak lagi percaya terhadap para pemimpinnya. Mereka muak dengan janji-janji palsu. Seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, semua gombal.

Namun ketimbang tidak ada pemimpin lebih baik ada. Maka seorang calon pemimipin harus mempersiapkan amunisi untuk menjungkalkan para rivalnya. Dia terpilih karena money politic, ujar banyak temanku. Apa pun kata mereka, dia mendapat suara terbanyak dan resmi jadi pemimpin baru. Pesta kemenangan pun digelar sangat mewah dengan mengundang orang-orang penting di luar daerah kekuasaannya. Tim sukses yang dibentuknya memberikan tepuk tangan dan sorak-sorai. Tak ada kaum jelata bisa masuk ke lokasi itu.

Roda kepemimpinannya ternyata tidak sesuai harapan. Mereka kecewa sama dia karena tak sanggup mengimplementasikan konsep yang pernah dihajatkan. Ia terjerat beberapa kepentingan para koleganya. Walau nurani dia bersih, tapi ada orang lain di balik kesuksesannya. Inilah trend pemimpin masa kini. Atau mungkin masa nanti?


Pasongsongan,23/2/2020

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Observasi Karakter Pancasila di SDN Padangdangan 2

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Siap Berlaga di Olimpiade PAI Jawa Timur

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III