Gadis di Simpang Jalan

apoymadura.yant-kaiy/artis india kritika kamra


Pentigraf: Yant Kaiy

Kibasan rambut gadis di depanku yang hendak menyeberang jalan mengingatkanku pada Tifa. Gadis blasteran Pakistan dan Jawa. Hidungnya mancung, matanya lebar dengan warna kulit putih. Tapi Tifa dan keluarganya sudah menghilang dari kampung kami. Kala itu aku masih dibangku SMP. Setelah perceraian keluarganya, Tifa lebih memilih ikut ayahnya kembali ke Pakistan.

Karena lampu masih menyala merah, aku pun iseng memanggilnya. Ternyata dugaanku benar, ia adalah Tifa yang tujuh belas tahun tidak pernah berjumpa. Kami saling tersenyum dan berbasa-basi. Tapi ketika kami akan menyeberang jalan, ada kendaraan roda empat menabrak kami dari samping. Aaaa… Kami berteriak dan terlempar jauh.

“Ada apa, Mas? Kamu sering bermimpi akhir-akhir ini, ” istriku menepuk bahuku berulangkali.

Pasongsongan, 25/2/2020



Postingan populer dari blog ini

Pisah Sambut Pengawas Warnai Pertemuan Rutin KKG PAI Pasongsongan di SDN Pasongsongan 1

Pertemuan Bulanan KKG PAI Pasongsongan: Resmi Sambut Pengawas Baru

Tak Semua Pahlawan Memakai Seragam, Ada yang Berblangkon dan Mengantar Seorang Bocah Menjemput Langkah Pertamanya