Bunga Mekar Musim Kemarau
Pentigraf: Yant Kaiy
Dulu, sebenarnya aku tidak mencintainya. Karena terpaksa aku
mau menikah dengannya. Dia lelaki bodoh tapi setia. Dia tidak tampan tapi penuh
perhatian terhadap aku dan kedua anak hasil perkawinanku dengan suami lain.
Penampilan Toha terkesan sangat sederhana kalau tidak mau dibilang kampungan.
Sebagai sopir angkutan umum penghasilan kami pas-pasan. Berbeda dengan suamiku
dulu, seorang pengacara punya reputasi baik dengan pendapatan lumayan besar
sehingga rumah tangga kami sejahtera.
Tapi sayang, suamiku dulu suka main tangan. Berulangkali
pipi ini menjadi sasaran kemarahannya. Aku pun tak tahan hidup serumah dengan
lelaki harimau. Kami pun bercerai. Lantas Toha datang. Pria perjaka itu
kepincut padaku.
Tidak ada pilihan lain, kendati cinta masih tertinggal
padanya, aku mau saja dinikahi Toha. Ia tulus mencintai kami apa adanya. Dia
mau mengerti kami, tapi entah sampai kapan aku bisa mencintainya sepenuh
hati?...
Pasongsongan, 24/2/2020