Ada pada Dia Suamiku

apoymadura.yant-kaiy/Shaila Sabt nominator miss universe

Pentigraf: Yant Kaiy

Hanya tinggal penyesalan tak berpantai setelah kepergian dia dan tidak akan kembali lagi untuk selamanya. Kematian tanpa terduga sebelumnya akibat penyakit kencing manis. Waktu begitu cepat berlalu. Terlalu sebentar aku merawat sakitnya karena aku sibuk bekerja. Suamiku lebih banyak mendapat perawatan dari dua pembantu rumah tangga kami. Makan, minum, dan ke WC harus ada yang membantunya lantaran stroke.

Kehadirannya sungguh berarti bagiku dan empat anak kami. Aku baru menyadari betapa luar biasa pengaruh yang ditimbulkan dalam pikiran ini. Bayang-bayang perilaku suamiku; canda-tawanya, perhatiannya, kelembutannya senantiasa mewarnai alam bawah sadarku. Mimpi-mimpi panjang setiap malam tak bisa lagi kuhindari. Aku hanyut pada sungai duka yang menyeretku terus ke pusaran air bah. Aku tak berkutik. Semakin lama semakin dalam perasaan tersiksa itu. Anak-anakku meratapi dia selaku pemimpin bijak tak terbantahkan.

Banyak orang yang hadir turut prihatin mengucapkan berbelasungkawa. Aku mendengar kata-kata mereka. Tapi aku tak melihat siapa saja mereka. Aku sudah tidak kenal siapa-siapa lagi. Tiba-tiba aku melihat suamiku. Mengelus kepalaku, wajahku, dadaku. Aku mulai geli. Perutku juga tak lepas dari kecupan hangatnya sampai kakiku. Tapi ada yang berbeda dari suamiku saat kidung nina bobo dinyanyikan. Sontak aku berusaha bertanya dalam temaram lampu kamar. “Aku sopir pribadi suamimu, Bu.”

Pasongsongan, 25/2/2020





Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Observasi Karakter Pancasila di SDN Padangdangan 2

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Siap Berlaga di Olimpiade PAI Jawa Timur

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III