Bincang Santai dengan Ian (Bagian II dari 3 Tulisan): Ide Brilian Kades Pasongsongan Terpilih Ahmad Saleh Harianto, S.Pt. dalam Menekan Angka Kemiskinan
Dalam memecahkan masalah tentu
ada solusi terbaik yang mesti diambil. Semua solusi jelas terkandung skala
untung-rugi, baik-buruk. Dalam menakar itu semua membutuhkan perenungan khusus.
Kalau perlu bisa berdiskusi dengan para ahli. Hal ini dimaksudkan untuk
menangkal kegagalan dari program yang telah dicanangkan.
Menekan angka kemiskinan hingga
titik terendah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membutuhkan sebuah
komitmen bersama dalam satu komunitas warga setempat. Memerlukan kerja keras
untuk merubahnya. Karena ada sebagian masyarakat awam yang cara pandangnya
tidak sama dengan visi-misi yang telah disepakati bersama.
apoymadura menanyakan pada
Kades Pasongsongan, ide apa yang kira-kira dapat diterapkan pada warganya dalam
menyelesaikan persoalan kemiskinan.
“Masyarakat Desa Pasongsongan
umumnya bermata pencaharian nelayan. Saya tahu persis kalau nelayan itu kadang
hasil tangkapannya banyak, kadang tidak ada sama sekali. Nah, ketika mereka
tidak mendapatkan hasil, jelas mereka cari pinjaman untuk biaya solar perahu
dan makannya ketika melaut. Dalam kondisi yang demikian kalau terus menerus berada
dalam posisi ini, maka mereka akan mengalami fase miskin,” cerita Ian (sapaan
akrab Kades Pasongsongan) pada apoymadura. Senin (16/12/2019).
Ia juga menambahkan, dalam posisi
fase miskin inilah seseorang itu tidak bisa berbuat banyak. Maka sangat urgen
untuk dicarikan solusi. Dan semestinya ada sistem atau pola yang dapat
mengantisipasi persoalan ini.
“Seorang nelayan bagian pesisir
tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika dirinya di fase miskin. Berbeda dengan
nelayan yang memiliki areal pertanian. Tidak punya hasil di laut, ia masih bisa
berharap pada hasil pertaniannya. Tapi kalau nelayan tok profesinya, ini akan
parah ceritanya,” tambah Ian yang kediamannya berada di padat penduduk, yaitu
Dusun Lebak. Dusun yang warganya bermata pencaharian nelayan saja.
Menurutnya, setiap masalah itu
ada jalan keluarnya. Kalau ada malam pasti ada siang.
“Kongkritnya, kami akan
menyegarkan kembali koperasi nelayan yang sudah ada sekian lama di
Pasongsongan. Namun keberadaannya mati suri selama ini. Kami akan bahu membahu
berikhtiar koperasi ini bisa bermanfaat kepada mereka yang berada di fase
miskin ini,” terangnya serius.
Bahkan dirinya akan membuat
inovasi tentang jaminan hari tua di koperasi itu. Ian akan merealisasikan
secepatnya program ini tiga bulan pada masa kerja pertamanya. Ini membuktikan
kalau dia tidak setengah hati dalam mengentaskan kemiskinan di desanya. (Yant
Kaiy)