Harmoni dalam Perbedaan: Persahabatan Saya dengan Yamaro Sitompul
Persahabatan sejati seringkali tidak mengenal batas suku, agama, maupun latar belakang budaya. Hal inilah yang saya rasakan dalam hubungan persahabatan erat saya dengan Yamaro Sitompul, seorang penyanyi gereja dan musisi berbakat berdarah Batak. Hubungan kami adalah bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mampu melahirkan karya-karya indah. Kenangan yang paling berkesan terjadi pada 1999. Selama tiga bulan, saya sempat tinggal dan menumpang di kediaman Yamaro di Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi. Di sana, saya menyaksikan langsung bagaimana sosok Yamaro bukan hanya seorang seniman yang hebat, tetapi juga pribadi yang luar biasa hangat. Meskipun saya beragama Islam dan memiliki darah Madura yang kental, Yamaro dan keluarganya menerima kehadiran saya dengan tangan terbuka tanpa sedikit pun rasa canggung. Kebaikan hati Yamaro melintasi sekat-sekat identitas. Ia memperlakukan siapa saja dengan rasa hormat dan kasih yang tulus. Sifat ...