Rabu, 21 Agustus 2024

Inilah Juara Lomba Gerak Jalan Pasongsongan Pelajar SD/MI dan SMP/MTs Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79

Hut ri ke-79 pasongsongan
Dafirudin, nomor 3 dari kiri. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, panitia pelaksana menggelar lomba gerak jalan yang diikuti oleh para pelajar dari tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) se-Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kamis (22/8/2024). 

Lomba gerak jalan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kedisiplinan di kalangan pelajar. 

Dafiruddin, salah satu anggota panitia pelaksana lomba, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan guru pendamping yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. 

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pelajar dan guru yang telah turut serta menyukseskan lomba gerak jalan ini," ucapnya. 

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan penuh semangat, diikuti oleh puluhan regu dari berbagai sekolah. 

Dafiruddin juga menambahkan bahwa lomba gerak jalan ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan antar pelajar serta menumbuhkan semangat gotong royong dan cinta tanah air. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pelajar untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. 

Dengan suksesnya penyelenggaraan lomba gerak jalan ini, diharapkan semangat nasionalisme dan kebersamaan di kalangan pelajar terus tumbuh dan berkembang. [Sury4]

Bersih-Bersih Sungai Angsono Sisi Timur: Kolaborasi Warga, Mahasiswa, dan Aparat

Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten sumenep
Giat bersih Sungai Angsono Desa Panaongan Pasongsongan Sumenep. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dusun Benteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menjadi saksi dari sebuah gerakan nyata dalam menjaga lingkungan. 

Pada pagi yang cerah, Komunitas Peduli Lingkungan dan Masyarakat Desa Panaongan bekerja sama dengan mahasiswa KKN Posko 12 dari STKIP PGRI Sumenep, mengadakan kegiatan bersih-bersih di sisi timur Sungai Angsono. Rabu (21/8/2024). 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program cinta lingkungan yang terus digaungkan oleh masyarakat Desa Panaongan," terang Mohammad Hasan, Kasi Pemerintahan desa setempat. 

Tidak hanya melibatkan warga, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa personil Koramil Pasongsongan, yang turut serta dalam membersihkan sungai dan sekitarnya.

Hasan panggilan akrabnya menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. 

"Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Angsono, yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang di sini," ujarnya.

Hasan juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Dengan gerakan gotong royong tersebut, warga bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 

"Kerjasama antara Komunitas Peduli Lingkungan, mahasiswa KKN, dan aparat dari Koramil Pasongsongan menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," imbuh Hasan. 

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dengan semangat membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar sungai.

Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan bersih-bersih Sungai Angsono ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan yang bersih. [Sury4]

Menuju Puncak, Peserta Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Bahasa Madura di Pasongsongan

Hut kemerdekaan ri ke-79
Seluruh panitia lomba baca puisi dan pidato bahasa Madura. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, panitia lomba bidang seni Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menggelar lomba baca puisi dan lomba pidato bahasa Madura. Rabu (21/7/2024). 

Kedua lomba ini diselenggarakan sebagai mata rantai rangkaian acara seni yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Ketua Koordinator Lomba Bidang Seni, Agus Sugianto mengumumkan, siapa saja peserta yang berhasil lolos ke babak final. 

Lomba ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu tingkat SD/MI dan tingkat SMP/MTs, dengan peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Pasongsongan.

Agus Sugianto menyampaikan, bahwa seleksi para peserta dilakukan dengan sangat ketat, mengingat antusiasme yang tinggi dan bakat yang luar biasa dari para peserta. 

"Kami amat bangga akan semangat yang ditunjukkan para peserta. Mereka tak hanya menampilkan kemampuan berbahasa yang baik, tapi juga menghayati setiap kata yang disampaikan dalam puisi maupun pidato mereka," ujarnya.

Lomba ini digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan, sebuah tempat yang jadi saksi bagi bakat-bakat muda yang tampil penuh percaya diri. 

"Peserta yang berhasil masuk ke babak final akan kembali berlomba lusa untuk memperebutkan posisi di juara," terang Agus Sugianto. 

Semua peserta akan ditantang untuk semakin menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik dalam pelafalan bahasa Madura, menyampaikan pesan-pesan yang mendalam, serta menjaga intonasinya. 

"Semoga lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen untuk lebih mencintai dan mengembangkan bahasa Madura," tambah Agus Sugianto. [Sury4]

Selasa, 20 Agustus 2024

Siap Sukseskan Acara, Panitia Lomba Baca Puisi dan Pidato Madura Mantapkan Persiapan

Hut kemerdekaan ri ke-79
Terlihat solid, panitia lomba baca puisi Madura dan lomba pidato Madura. [Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, panitia lomba baca puisi dan pidato bahasa Madura telah mempersiapkan segala hal untuk memastikan kesuksesan acara tersebut. Selasa sore (20/8/2024). 

Agus Sugianto, selaku Ketua Koordinator Lomba Bidang Seni, menyatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang guna menyelenggarakan lomba ini dengan penuh profesionalisme.

"Kami memastikan bahwa penilaian dalam lomba bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Dewan juri yang kami pilih adalah mereka yang benar-benar memiliki kapabilitas dan keahlian di bidang puisi dan pidato bahasa Madura," ujar Agus Sugianto.

Meski anggaran untuk pelaksanaan lomba ini sangat minim, Agus Sugianto tetap optimis bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi semangat panitia dalam mensukseskan acara. 

"Saya percaya bahwa setiap individu yang terlibat dalam kepanitiaan memiliki komitmen yang kuat dan tidak mempersoalkan keterbatasan anggaran," tambah lelaki yang saat ini jadi Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan. 

Lomba ini merupakan sebuah upaya untuk melestarikan budaya dan bahasa Madura serta memupuk rasa nasionalisme dalam memperingati HUT RI ke-79. 

"Meskipun anggaran yang kami miliki terbatas, saya yakin bahwa panitia akan bekerja keras untuk memastikan acara ini berjalan lancar dan sukses," imbuh Agus Sugianto.

Lomba ini diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya memeriahkan peringatan HUT RI, tetapi juga menguatkan identitas budaya Madura di tengah masyarakat. 

Ada tambahan sedikit. Pelaksanaan lomba akan digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan Kabuoaten Sumenep. [Sury4]

Dua Murid SDN Padangdangan 2 Siap Ikuti Lomba Baca Puisi 17 Agustus di Kantor Kecamatan Pasongsongan

Sdn Padangdangan 2 Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Dari kiri: Fatimatus Zahro,  Abdus Salim, dan Najma Fairuz. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dua murid berbakat dari SDN Padangdangan 2 Pasongsongan tengah mempersiapkan diri mengikuti lomba baca puisi yang akan digelar 21 Agustus pada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Bertempat di Kantor Kecamatan Pasongsongan. Selasa (20/8/2024). 

Berkat ketelatenan Abdus Salim membimbing, salah satu guru di sekolah tersebut, kedua murid ini berlatih dengan penuh semangat untuk menampilkan yang terbaik. 

Abdus Salim, dikenal sebagai guru berpengalaman dalam bidang seni, khususnya sastra, telah memberikan pelatihan intensif kepada kedua muridnya. 

"Dalam setiap sesi latihan, saya selalu menekankan pentingnya menghayati setiap bait puisi sehingga mampu menyampaikan pesan dengan kuat kepada pendengar," terangnya. 

Ia yakin, kedua muridnya bakal meraih juara karena keduanya memiliki potensi besar dalam seni membaca puisi. 

"Dengan latihan yang konsisten dan disiplin, saya yakin mereka akan memberikan penampilan yang luar biasa di lomba nanti,” ujar Abdus Salim. 

Selain melatih teknik baca puisi, Abdus Salim juga memberikan latihan mental kepada murid-muridnya agar mampu tampil tanpa rasa gugup di depan audiens yang besar.

“Menanamkan rasa percaya diri kepada mereka itu sangat penting, karena hal itu modal utama dalam penampilan di atas panggung," tegas guru berasal dari Pulau Cukir Kangean. 

Perlu diketahui, lomba baca puisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 di Kecamatan Pasongsongan. 

Para peserta lomba kali ini adalah para pelajar tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan. [Sury4]

Senin, 19 Agustus 2024

Inspiratif, Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Berikan Diklat Teknik Baca Puisi

Stkip pgri sumenep dan sdn padangdangan 2 pasongsongan Sumenep
Dua Mahasiswa dari STKIP PGRI Sumenep sedang memberikan diklat kepada murid kelas 6 SDN Padangdangan 2 Pasongsongan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STKIP PGRI Sumenep kembali menunjukkan dedikasi mereka melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) inspiratif. Senin pagi (19/8/2024). 

Bertempat di SDN Padangdangan 2, Pasongsongan Sumenep, para mahasiswa ini mengadakan diklat teknik baca puisi yang melibatkan murid kelas 6 sekolah dasar tersebut.

"Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan murid-murid dalam membaca puisi, yang merupakan salah satu aspek penting pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia," terang Nurrahman, Humas KKN STKIP PGRI. 

Para mahasiswa yang terlibat dalam KKN ini melihat bahwa kemampuan literasi, khususnya dalam hal apresiasi sastra, adalah keterampilan yang perlu digali sejak dini. 

"Kami merancang program diklat yang tidak hanya mendidik tetapi juga menyenangkan bagi para murid," imbuhnya. 

Dalam pelatihan itu, para mahasiswa memberikan berbagai materi mengenai teknik-teknik dasar membaca puisi, seperti intonasi, ekspresi, dan penghayatan. 

Mereka juga memberikan contoh-contoh praktis serta mendampingi murid-murid saat membaca puisi pilihan masing-masing. 

Dengan cara ini, para murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan bimbingan dari para mahasiswa.

Respon dari murid-murid SDN Padangdangan 2 sangat positif. Mereka terlihat bersemangat dalam setiap sesi diklat tersebut. [Sury4]

Minggu, 18 Agustus 2024

Rhoma Irama akan Merubah Panggilan "Habib" Menjadi "Ustadz" atau "Almukarram"

Rhoma irama
Rhoma Irama. 

apoymadura.com - Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama, dikenal sebagai sosok yang tidak hanya piawai dalam bermusik, tetapi juga memiliki pandangan yang tegas terhadap agama Islam. 

Dalam pernyataan terbarunya, Rhoma Irama menyerukan untuk mengganti panggilan "Habib" menjadi "Ustadz" atau "Almukarram".

Keputusan Rhoma Irama ini disampaikan melalui channel YouTube pribadinya, setelah banyak mendengar dan menyaksikan ceramah dan ucapan dari sejumlah habib yang menurutnya tidak sesuai dengan ajaran Islam yang murni. 

Rhoma, yang dikenal dengan keteguhan dalam mempertahankan prinsip-prinsip agama, merasa perlu untuk memberikan sikap tegas terhadap hal ini.

"Panggilan 'Habib' seharusnya tidak hanya menjadi gelar kehormatan semata, tetapi juga harus mencerminkan keteladanan dalam perilaku dan ucapan yang sesuai dengan ajaran Islam," ujar Rhoma Irama dalam video berdurasi 38.10 menit.

Keputusan tegas ini bukan tanpa alasan. Podcast dirinya dengan ahli sejarah, ahli nasab dan ahli masalah DNA, membuat dirinya mengambil sebuah keputusan penting agar warga negara Indonesia tidak direndahkan lagi oleh komunitas imigran Yaman. 

"Maka sebaiknya kita tidak lagi menggunakan gelar tersebut untuk mereka," timpal Rhoma. 

Menurutnya, penggunaan istilah "Ustadz" atau "Almukarram" lebih tepat diberikan kepada mereka. Sebab banyak diantara mereka yang membual dan ngawur dalam bercerita tentang leluhurnya dan para pahlawan nusantara yang lebih alim. 

Rhoma juga menegaskan bahwa gelar "Habib" seharusnya diberikan kepada mereka yang benar-benar menunjukkan akhlak yang mulia dan konsisten dalam menjalankan ajaran Islam.

Rhoma Irama sendiri tidak asing dengan kontroversi. Sebagai seniman dan tokoh agama, ia seringkali memberikan pandangan yang berbeda dari arus utama. 

Namun, sikap tegasnya dalam mempertahankan prinsip-prinsip Islam selalu menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya.

Dengan pernyataan ini, Rhoma Irama kembali menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang tidak takut untuk menyuarakan kebenaran, meskipun harus menghadapi kritik dari berbagai pihak. 

"Menjaga kemurnian ajaran Islam adalah tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap muslim, terutama mereka yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat", pungkasnya. [Sury4]

Therapy Banyu Urip Gelar Bakti Sosial Bekerjasama dengan Rumah Terapi As-Syifa

Bakti soaial therapy Banyu Urip
Pengunjung membludak dalam acara pengobatan gratis. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Sebuah upaya memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, DPD Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur kembali menggelar kegiatan bakti sosial. Kamis (15/8/2024). 

Pelaksanaan bakti sosial ini ditempatkan di Rumah Terapi As-Syifa, Dusun Kayujaran RT.12/RW.04 Desa Gembleb Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng dua lembaga kesehatan, yaitu Therapy Banyu Urip dan Rumah Terapi As-Syifa, di Trenggalek.

"Bakti sosial kali ini bertujuan untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang sangat membutuhkan, tetapi memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan," terang MS Arifin. 

Bakti sosial Banyu Urip

Para terapis yang terlatih dan berpengalaman memberikan pelayanan terbaik berupa pemijatan dan terapi Ramuan Banyu Urip kepada warga yang telah mendaftarkan diri. 

Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang diadakan oleh organisasi tersebut. 

Setiap bulannya, DPD PAP3I mengagendakan bakti sosial di berbagai daerah di Jawa Timur, bekerja sama dengan DPC PAP3I setempat. 

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PAP3I dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui metode pengobatan alternatif seperti pemijatan dan terapi," ucap MS Arifin. 

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu, agar dapat merasakan manfaat dari terapi dan pengobatan tradisional. 

"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas," pungkas MS Arifin lebih jauh. [Sury4]

Sabtu, 17 Agustus 2024

Habib Indonesia Didatangkan oleh Penjajah Belanda, Ceramah Gus Abbas Buntet

Gus abbas
Gus Abbas Buntet

apoymadura.com - Belakangan ini nama Gus Abbas Buntet menyala terang. Membanjiri halaman beranda aplikasi sosial media di tanah air. 

Ia seorang ulama yang cukup dikenal di kalangan masyarakat nahdliyin. Baru-baru ini menyampaikan ceramah yang membelalakkan mata. Menyadarkan warga nusantara. 

Dalam ceramahnya, ia menyatakan bahwa para habib dari Yaman yang ada di Indonesia didatangkan oleh penjajah Belanda untuk kepentingan kolonial. 

"Para habib ini tidak hanya sekadar pendatang, tetapi juga berfungsi sebagai antek-antek Belanda yang berusaha mengontrol masyarakat Indonesia," terang Gus Abbas di kanal Youtube Pondok Nusantara. 

Gus Abbas juga menjelaskan, bahwa sejak masa penjajahan Belanda, ada upaya sistematis untuk melemahkan gerakan perlawanan rakyat. 

Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan membawa para tokoh agama dari Yaman. Mereka menggunakan beraneka cara untuk mempengaruhi dan mengendalikan penduduk lokal. 

"Para habib ini dijadikan boneka oleh penjajah Belanda. Mereka diberikan kedudukan empuk dan dipromosikan sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW," tambahnya tanpa tedeng aling-aling. 

Menurut Gus Abbas, peran para habib tersebut tidak murni menyebarkan agama Islam, tetapi juga sebagai alat politik untuk mengukuhkan kekuasaan Belanda. 

Mereka, katanya, seringkali diberi kedudukan istimewa oleh pemerintah kolonial, dan pada gilirannya, mereka membantu mempertahankan status quo sang penjajah.

Sejarah penjajahan memang penuh dengan intrik dan manipulasi, termasuk dalam hal agama. 

Masyarakat tanah air percaya, bahwa para habib telah berhasil mengelabui penduduk lokal selama puluhan tahun. 

Sejarah Islam di Indonesia memang kompleks dan penuh dengan dinamika, sehingga terkuaklah tabir "kebusukan" para habib tersebut. Mereka menutupinya dengan khurafat, cerita bombastis, fiksi yang menyimpang dari Islam. 

Gus Abbas sendiri telah menyatakan bahwa niatnya adalah untuk mengajak umat Islam lebih kritis dan tidak begitu saja menerima narasi sejarah tanpa kajian. [Sury4]

Jumat, 16 Agustus 2024

Alasan KH Humaidi Zaini Menggelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Pondok Pesantrennya

Hut ri ke-79
Upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-79 di halaman lembaga pendidikan Annidhamiyah Bindang Pasean. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Pondok Pesantren Annidhamiyah, yang terletak di Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan ketika KH Humaidi Zaini, pengasuh pesantren tersebut, memutuskan untuk menggelar upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 di halaman sekolahnya. 

Keputusan ini didasari oleh beberapa pertimbangan penting yang mencerminkan tanggung jawab besar pesantren terhadap pendidikan santri dan siswa-siswinya. Sabtu (17/8/2024). 

Salah satu alasan utama yang diungkapkan KH Humaidi adalah jumlah siswa dan santri yang mencapai ratusan orang. 

"Dengan jumlah begitu besar, pengaturan transportasi dalam membawa mereka ke tempat upacara umum di Pasean tentu membutuhkan armada yang tidak sedikit," papar KH Humaidi. 

Mengingat keterbatasan logistik dan sumber daya yang dimiliki, mengadakan upacara di lingkungan pesantrennya menjadi solusi lebih praktis dan efisien. 

"Dari dulu, setiap 17 Agustus kami selalu menyelenggarakan upacara disini. Risikonya besar kalau para santri dan siswa harus ke lapangan di Pasean," pintasnya. 

Selain itu, jumlah guru di Pondok Pesantren Annidhamiyah tidak sedikit, yaitu berjumlah lebih dari seratus orang. 

KH Humaidi menjelaskan, dengan jumlah guru yang besar, koordinasi untuk menghadiri upacara di luar pesantren juga akan menjadi lebih rumit. 

"Menggelar upacara didalam pesantren dapat memastikan partisipasi penuh dari para guru, serta menjaga kelancaran acara tanpa mengorbankan kegiatan lain," imbuhnya. 

Kita tahu Pondok Pesantren Annidhamiyah juga memiliki berbagai lembaga pendidikan formal, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Dengan keberagaman usia dan jenjang pendidikan, mengadakan upacara di pesantren memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengatur acara yang sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok usia. 

Selain itu, hal ini juga memungkinkan keterlibatan lebih banyak siswa dari berbagai jenjang pendidikan, sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh semua lapisan siswa.

Keputusan KH Humaidi untuk menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di lingkungan Pondok Pesantren adalah langkah strategis yang mempertimbangkan aspek logistik, partisipasi, dan pendidikan. [Sury4]

Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah Selenggarakan Upacara 17 Agustus

Upacara 17 Agustus 2024
Maimun,S.Pd selaku pembina Upacara 17 Agustus. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Annidhamiyah yang berlokasi di Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. 

Upacara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta staf lembaga pendidikan tersebut. Sabtu (17/8/2024). 

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Maimun, S.Pd, seorang guru senior di Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah yang dikenal dengan dedikasinya dalam dunia pendidikan. 

Upacara 17 Agustus 2024
Dewan guru LPI Ponpes Annidhamiyah. [Foto: Sury4]

Dalam amanatnya, Maimun menyampaikan pentingnya semangat kemerdekaan dan rasa cinta tanah air, terutama di kalangan generasi muda. 

"Kemerdekaan ini bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga sebuah tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, terutama melalui pendidikan," ucap Maimun. 

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh pasukan pengibar bendera yang terdiri dari siswa-siswi pilihan. 

Mereka menjalankan tugasnya dengan sangat baik, menunjukkan hasil latihan dan persiapan yang matang. 

Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun dikumandangkan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta upacara, menambah kekhidmatan suasana.

Selain itu, dalam upacara juga dilaksanakan pembacaan teks Proklamasi oleh salah satu siswa, yang kemudian diikuti dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. 

Tidak lupa, rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, memohon agar rakyat Indonesia selalu diberkahi dan dijauhkan dari segala bencana. [Sury4]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...