Rabu, 05 November 2025

Amazing! Siswa SDN Soddara 1 Pasongsongan Raih Juara III se-Madura

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan
Eko Adi Purnomo (paling kanan]. [sh]

SUMENEP — Siswa SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan, Ahmad Faoroni, berhasil meraih Juara III pada ajang Skill and Sport Competition 03 se-Madura yang digelar di Lapangan Bintang Muda, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Rabu (5/11/2025).

"Ajang bergengsi ini diikuti pelajar dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep," terang Eko Adi Purnomo, pelatih atletik SDN Soddara 1.

Dalam kompetisi tersebut, SDN Soddara 1 menurunkan empat atlet terbaiknya. Ahmad tampil gemilang di nomor lari 1200 meter putra, berhasil mengharumkan nama sekolah di tingkat regional.

Menurut Nono, panggilan akrab Eko Adi Purnomo, hasil tersebut merupakan buah dari latihan disiplin dan kerja keras yang dilakukan Ahmad setiap hari.

Nono mengaku senang bisa membawa pulang piala juara. 

"Prestasi ini bukan semata-mata kebanggaan sekolah kami, tapi ini juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Pasongsongan. Ahmad telah berjuang keras, berlatih tiap hari dengan penuh semangat. Kami berharap prestasi ini jadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” pungkas Nono. [sh]



Siswa SDN Soddara 1 Pasongsongan Raih Juara III di Ajang Skill and Sport Competition se-Madura

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan
Sarkawi (kiri) bersama Ahmad Faoroni. [sh]

SUMENEP — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Sumenep. Salah satu siswa SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan, Ahmad Faoroni, berhasil meraih Juara III pada ajang Skill and Sport Competition 03 se-Madura yang digelar di Lapangan Bintang Muda, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Rabu (5/11/2025).

Kompetisi tahunan ini mempertemukan pelajar-pelajar berbakat dari empat kabupaten di Pulau Madura— Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep—sekaligus jadi ajang bergengsi yang menampilkan kemampuan terbaik para siswa dalam bidang keterampilan dan olahraga.

Dalam ajang tersebut, SDN Soddara 1 menurunkan empat atlet terbaiknya: dua atlet putra di nomor lari 1200 meter dan dua atlet putri di nomor lari 1000 meter. 

Dari hasil latihan disiplin dan kerja keras, Ahmad Faoroni tampil gemilang hingga berhasil mengibarkan nama sekolahnya di podium juara dengan torehan Juara III se-Madura pada cabang lari 1200 meter putra.

Kepala SDN Soddara 1, Sarkawi, S.Pd, mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya tersebut.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tapi juga bagi seluruh masyarakat Pasongsongan. Ahmad telah berjuang keras, berlatih tiap hari dengan penuh semangat. Kami berharap prestasi ini jadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus berprestasi,” ujar Sarkawi.

SDN Soddara 1 dikenal sebagai salah satu sekolah dasar yang menonjol di bidang atletik.

Setiap tahun, sekolah ini rutin mengirimkan atlet terbaiknya di berbagai kejuaraan tingkat kecamatan hingga kabupaten, dan kini sukses menembus tingkat regional Madura.

Sementara itu, Ahmad Faoroni mengaku sangat bersyukur bisa membawa pulang piala juara.

“Senang sekali bisa juara. Terima kasih buat bapak ibu guru dan teman-teman yang sudah mendukung. Saya ingin terus berlatih biar bisa juara satu nanti,” ujar Ahmad dengan senyum bangga.

Prestasi Ahmad Faoroni jadi bukti nyata bahwa semangat juang dan kerja keras mampu mengantarkan siswa dari pelosok Madura menuju panggung prestasi. 

SDN Soddara 1 berkomitmen terus mendukung dan membina potensi siswa agar mampu bersaing dan mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi. [sh]

Selasa, 04 November 2025

SDN Soddara 1 Pasongsongan Turunkan 4 Atlet di Skill and Sport Competition 03 se-Madura

Sdn soddars 1 kecamatan Pasongsongan
Atlet dari SDN Soddara 1. [sh]

PAMEKASAN — SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep turut ambil bagian dalam ajang Skill and Sport Competition 03 se-Madura yang digelar di Lapangan Bintang Muda, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Rabu (5/11/2025).

Sekolah ini menurunkan empat atlet terbaiknya, terdiri dari dua atlet putra di cabang lari 1200 meter dan dua atlet putri di cabang lari 1000 meter. 

Mereka merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mewakili SDN Soddara 1 di tingkat Madura.

Pelatih tim, Eko Adi Purnomo, menyampaikan rasa optimisnya terhadap peluang para atlet binaannya.

Sdm Soddara 2

“Anak-anak sudah berlatih secara intensif selama beberapa minggu terakhir. Kami yakin mereka mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain dari berbagai kabupaten di Madura,” ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini bukan hanya untuk mengejar prestasi, tapi juga sebagai sarana pembentukan semangat sportivitas dan mental juara di kalangan siswa.

Event Skill and Sport Competition 03 se-Madura sendiri jadi ajang tahunan yang mempertemukan para pelajar berbakat dalam bidang keterampilan dan olahraga dari empat kabupaten di Pulau Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Dengan semangat tinggi dan persiapan matang, para atlet SDN Soddara 1 berharap bisa membawa hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kecamatan Pasongsongan di tingkat Madura. [sh]

Kritik atas Tausiah Kiai Ali Maschan Musa di Pasongsongan: Saat Dakwah Terlalu Menyudutkan Pihak Lain

Mwc nu Pasongsongan SUMENEP
Pengajian Hari Santri Nasional 2025 di Pasongsongan. [sh]

Pengajian akbar yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu malam (29/10/2025) di Lapangan Sawunggaling, jadi magnet ribuan jamaah. 

Acara yang dikemas dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 dan Maulid Nabi Muhammad SAW itu menghadirkan penceramah kondang, Kiai Ali Maschan Musa, yang dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pengasuh salah satu pondok pesantren di Surabaya. 

Tapi, di balik semarak dan antusiasme jamaah, ada hal yang patut disayangkan dari isi tausiah beliau malam itu. 

Dalam ceramahnya, Kiai Ali Maschan Musa secara terbuka “menguliti” habis organisasi keagamaan lain, yakni Muhammadiyah. 

Kritik yang dilontarkan cenderung tajam dan menyinggung aspek ideologis serta tradisi ibadah organisasi tersebut. 

Padahal, tidak semua jamaah yang hadir malam itu adalah warga Nahdliyin. Di tengah masyarakat majemuk seperti Pasongsongan, pendekatan dakwah yang bersifat konfrontatif bisa menimbulkan jarak sosial baru antarsesama umat Islam.

Sebagai tokoh besar NU yang dikenal berwawasan luas, seyogianya Kiai Ali Maschan Musa lebih bijak menempatkan kritik semacam itu dalam forum internal, bukan di hadapan publik yang sangat heterogen. 

Dakwah seharusnya jadi ruang untuk memperluas pemahaman, bukan memperdalam sekat perbedaan. 

Apalagi, saat ini umat Islam justru membutuhkan pesan-pesan persatuan, empati, dan kesejukan di tengah derasnya arus polarisasi sosial keagamaan.

Klan Ba'alawi

Menariknya, Kiai Ali Maschan Musa justru tampak lebih “melunak” ketika membicarakan polemik seputar nasab klan Ba‘alawi. 

Dalam bagian ini, beliau memilih nada yang tenang, argumentatif, dan penuh kehati-hatian. 

Padahal, isu ini telah memecah belah sebagian warga nahdliyin sendiri. Tidak sedikit masyarakat akar rumput yang terjebak dalam fanatisme nasab dan bahkan saling memusuhi antara yang disebut *muhibbin* dan yang tidak.

Ironisnya, pada titik ini Kiai Ali tampak menghindari kritik tajam, padahal banyak kalangan NU di bawah yang menjadi korban dari doktrin dan cerita khurafat yang diimpor dari bangsa Yaman. 

Sebagai kiai NU yang disegani, publik tentu berharap Kiai Ali Maschan Musa lebih peduli terhadap masalah ini, bukan justru mengalihkan sorotan pada pihak luar seperti Muhammadiyah yang sejatinya masih satu barisan dalam perjuangan keislaman dan kebangsaan.

Tausiah agama semestinya jadi ruang pembelajaran dan refleksi moral. Ketika dakwah berubah jadi mimbar serangan, nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jamaah yang penuh kasih dan tawassuth (moderat) justru kehilangan makna.

Sudah saatnya para tokoh keagamaan besar, termasuk Kiai Ali Maschan Musa, menata ulang orientasi ceramah di ruang publik. 

Umat menunggu bimbingan yang menyejukkan, bukan wacana yang menambah luka lama dalam tubuh Islam itu sendiri. [sh]

Senin, 03 November 2025

Zainal Abidin, Siswa SDN Padangdangan 2 Terpilih Ikuti Latihan Persiapan LKBB Kecamatan Pasongsongan

Paruga kecamatan Pasongsongan
Latihan LKBB Kecamatan Pasongsongan. [sh]

SUMENEP – Salah satu siswa SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, Zainal Abidin, terpilih mengikuti latihan dalam rangka persiapan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat Kecamatan Pasongsongan. Selasa (4/11/2025). 

Latihan ini diikuti oleh para pelajar sekolah dasar se-Kecamatan Pasongsongan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi. 

Kegiatan latihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Para pelatih yang mendampingi merupakan guru-guru olahraga yang tergabung dalam Paguyuban Guru Olahraga (PARUGA) Kecamatan Pasongsongan. 

Paruga Pasongsongan

Mereka memberikan pelatihan intensif untuk meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta keterampilan baris-berbaris para peserta.

Menurut salah satu pelatih dari PARUGA, Edi Susanto, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempersiapkan peserta menghadapi lomba, tapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama di kalangan siswa sekolah dasar.

Madun, S.Pd.SD, Kepala SDN Padangdangan 2 mengapresiasi terpilihnya Zainal Abidin sebagai salah satu peserta latihan. 

“Kami bangga atas prestasi dan semangat yang ditunjukkan Zainal. Semoga pengalaman ini jadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar Pasongsongan kian siap menghadapi ajang Talenta Daerah Kabupaten Sumenep 2025, dimana Lomba Keterampilan Baris-Berbaris menjadi salah satu cabang yang diperlombakan. [sh]

Pelajar SD Pasongsongan Antusias Ikuti Latihan Persiapan LKBB Talenta Daerah 2025

Paruga kecamatan Pasongsongan
Latihan LKBB Kecamatan Pasongsongan. [sh]

SUMENEP — Sejumlah pelajar tingkat sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Pasongsongan tampak bersemangat mengikuti latihan intensif dalam rangka persiapan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB). Selasa (4/11/2025). 

Latihan ini digelar di Lapangan Futsal Ainur Ridwan, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, sebagai bagian dari pembinaan menuju ajang Talenta Daerah Kabupaten Sumenep 2025.

Latihan yang diinisiasi Paguyuban Guru Olahraga (PARUGA) Pasongsongan ini melibatkan para pelajar terbaik hasil seleksi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. 

Menurut koordinator pelatih, Hariyanto, S.Pd, para peserta menunjukkan antusiasme dan disiplin tinggi selama latihan berlangsung.

“Mereka adalah hasil seleksi dari beberapa sekolah dasar di Pasongsongan. Latihan ini bertujuan membentuk kekompakan, kedisiplinan, dan semangat juang agar siap bersaing di tingkat kabupaten,” ujar Hariyanto.

Kegiatan latihan LKBB ini tidak hanya berfokus pada teknik baris-berbaris, tapi juga pembentukan karakter dan kerjasama tim. 

Para pelatih berharap, melalui latihan rutin ini, peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Kecamatan Pasongsongan di ajang bergengsi tersebut.

Salah satu peserta dari SDN Padangdangan 2, Zainal Abidin mengaku senang bisa mengikuti latihan ini karena memberikan pengalaman baru dalam hal kedisiplinan dan kekompakan.

“Kami belajar untuk kompak dan saling menghormati. Semoga nanti bisa juara,” ungkapnya penuh semangat.

Dengan semangat yang tinggi dari para pelajar dan dukungan penuh dari para guru olahraga, Pasongsongan optimis bisa mengukir prestasi gemilang dalam LKBB Talenta Daerah Kabupaten Sumenep 2025 mendatang.[sh]

Kepala SDN Padangdangan 2 Ingatkan Siswa untuk Tidak Melakukan Perundungan

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Upacara bendera SDN Padangdangan 2. [sh]

SUMENEP — Kepala SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, Madun, S.Pd.SD, memberikan amanat penting dalam upacara bendera di halaman sekolah pada Senin pagi. 

Dalam arahannya, beliau menegaskan kepada seluruh peserta didik agar tidak melakukan perundungan atau bullying terhadap teman-temannya. Senin (3/11/2025). 

Madun menekankan bahwa setiap siswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, dan menjaga suasana belajar yang aman serta nyaman di sekolah.

“Jangan pernah melakukan perundungan dalam bentuk apa pun. Jika ada teman yang berbuat tidak baik, segera laporkan kepada guru kelas. Jangan melakukan tindakan sendiri,” tegasnya di hadapan seluruh siswa dan guru.

Ia juga mengingatkan bahwa perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, bisa menimbulkan dampak negatif bagi korban dan merusak hubungan pertemanan di lingkungan sekolah. 

Oleh karena itu, peran guru dan teman sebaya sangat penting dalam mencegah terjadinya bullying.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menciptakan budaya positif dan saling mendukung antar teman.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan. Mari kita jaga bersama agar SDN Padangdangan 2 jadi lingkungan belajar yang aman dan penuh kasih sayang,” tambahnya.

Upacara bendera berlangsung dengan tertib dan khidmat, diikuti seluruh siswa, guru, serta staf sekolah. 

Pesan moral yang disampaikan Kepala Sekolah diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik agar terbebas dari perilaku perundungan. [sh]



Siswa SDN Panaongan 1 Raih Juara 3 Spelling Bee Tingkat Kabupaten Sumenep

Camat Pasongsongan
Dari kiri: Camat Pasongsongan, Iqlil Abraham Hasan dan perangkat Desa Panaongan. [sh]

SUMENEP — Prestasi membanggakan diukir salah satu siswa asal Kecamatan Pasongsongan. 

Iqlil Abraham Hasan, siswa kelas V SDN Panaongan 1, berhasil meraih Juara 3 Spelling Bee Competition tingkat Kabupaten Sumenep.

Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sumenep pada Sabtu (25/10/2025) di Gedung Ki Hadjar Dewantoro, Sumenep. 

Sebanyak 180 peserta dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di seluruh kabupaten turut ambil bagian dalam kompetisi yang menguji kemampuan mengeja dan memahami kosakata bahasa Inggris tersebut.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan dukungan lingkungan sekolah bisa menghasilkan siswa berprestasi, bahkan di tingkat kabupaten,” ujar Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. 

Ia menyampaikan bahwa capaian Iqlil jadi inspirasi bagi pelajar lain di Pasongsongan untuk terus berprestasi. 

“Kita patut bangga. Iqlil telah membawa nama baik sekolah dan Kecamatan Pasongsongan di ajang tingkat kabupaten,” ujar Fariz di kantornya. Senin (3/11/2025). 

Prestasi ini diharapkan jadi motivasi bagi seluruh siswa SDN Panaongan 1 dan sekolah-sekolah lain di Pasongsongan untuk terus mengasah kemampuan, berani tampil, dan berkompetisi secara sehat di berbagai bidang. [sh]

Minggu, 02 November 2025

Persatuan Umat di Atas Segalanya: Pesan Kiai Ali Maschan Musa dalam Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi di Pasongsongan

Opini apoy madura

Suasana Lapangan Sawunggaling, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Rabu malam, 29 Oktober 2025, tampak semarak oleh lautan jamaah yang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2025 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAWSuasana Lapangan Sawunggaling, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Rabu malam, 29 Oktober 2025, tampak semarak oleh lautan jamaah yang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2025 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Pengajian akbar yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pasongsongan itu menghadirkan KH. Ali Maschan Musa, seorang kiai kharismatik yang dikenal sebagai tokoh moderat dan pemersatu umat.

Dalam ceramahnya, Kiai Ali Maschan Musa menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan penuh hikmah. 

Kendati sempat menyinggung soal polemik muhibbin Ba’alawi—isu yang sempat ramai di kalangan sebagian umat—beliau tidak memperpanjang pembahasan tersebut. 

Kiai Ali justru menekankan pentingnya persatuan dan ukhuwah Islamiyah sebagai ruh perjuangan umat dan inti dari ajaran Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut beliau, polemik seputar klaim keturunan atau garis nasab tidak semestinya memecah belah sesama muslim. 

“Kita ini semua umat Nabi Muhammad SAW. Yang penting bukan siapa keturunan siapa, tapi sejauh mana kita meneladani akhlak beliau,” demikian inti pesan Kiai Ali yang disambut tepuk tangan jamaah.

Sikap bijak ini menggambarkan karakter ulama NU yang tidak mudah terjebak dalam perdebatan identitas dan klaim silsilah. 

Kiai Ali Maschan Musa lebih menekankan pada substansi keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, dimana umat Islam harus menjaga kerukunan, toleransi, dan saling menghargai antar-golongan. 

Prinsip tersebut sejalan dengan asas berdirinya NU yang menjunjung tinggi keseimbangan antara keimanan, keilmuan, dan kebangsaan.

Dalam konteks kehidupan beragama saat ini, pandangan Kiai Ali terasa sangat relevan. Di tengah maraknya perdebatan identitas dan fanatisme kelompok, pesan beliau jadi pengingat bahwa Islam sejati adalah agama kasih sayang dan persaudaraan. 

Umat Islam harus kembali pada nilai-nilai akhlak Nabi, bukan sibuk mempertentangkan keturunan dan status sosial keagamaan.

Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi di Pasongsongan malam itu bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum spiritual untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan. 

Pesan Kiai Ali Maschan Musa jadi cermin betapa pentingnya peran ulama dalam merawat harmoni umat di tengah perbedaan.

Di akhir ceramahnya, Kiai Ali menegaskan bahwa santri dan warga NU harus tetap berpegang pada nilai dasar Islam Ahlussunnah wal Jamaah. 

Nilai-nilai inilah yang jadi benteng dari segala bentuk perpecahan dan ekstremisme.

Demikian, pengajian akbar di Lapangan Sawunggaling tersebut tidak hanya jadi ajang mengenang perjuangan santri dan kelahiran Rasulullah SAW, tapi juga ajang memperkuat pesan moral dan spiritual untuk menjaga persatuan umat dan bangsa. [sh]

Sabtu, 01 November 2025

Meneladani Sikap Kiai Ali Maschan Musa: Persatuan Umat di Tengah Polemik Muhibbin Ba’alawi

Mwcnu Pasongsongan

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Sawunggaling, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung penuh hikmah. 

Pada Rabu malam, 29 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB, ribuan jamaah memadati lapangan untuk mendengarkan ceramah agama dari Kiai Ali Maschan Musa — seorang tokoh ulama nasional yang dikenal arif dan berpikiran terbuka.

Dalam ceramahnya, Kiai Ali Maschan tidak hanya mengingatkan umat Islam akan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah, tapi juga mengajak jamaah untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan, termasuk dalam polemik yang belakangan muncul seputar muhibbin (para pecinta) Ba’alawi.

Beliau memang sempat menyinggung soal perdebatan mengenai klaim keturunan Nabi Muhammad SAW yang sering dikaitkan dengan klan Ba’alawi. 

Tapi, dengan kebijaksanaan khas ulama NU, Kiai Ali Maschan memilih tidak memperpanjang pembahasan tentang asal-usul nasab tersebut.

Fokus utamanya adalah bagaimana umat Islam tidak terpecah hanya karena perbedaan garis keturunan.

“Kita semua adalah umat Nabi Muhammad. Tugas kita bukan membuktikan siapa yang paling dekat nasabnya, tapi siapa yang paling meneladani akhlaknya,” tutur Kiai Ali Maschan dengan penuh kelembutan di hadapan jamaah.

Sikap ini sejalan dengan prinsip dasar berdirinya NU yang menempatkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai tiga pilar utama kehidupan beragama dan berbangsa. 

Sejak awal berdirinya, NU hadir bukan untuk memperuncing perbedaan, melainkan menjahit kembali persaudaraan di tengah keragaman pemikiran dan latar belakang umat Islam di Indonesia.

Dalam konteks polemik Ba’alawi, pandangan Kiai Ali Maschan Musa bisa dimaknai sebagai ajakan untuk kembali ke substansi: mencintai Nabi Muhammad bukan hanya lewat nasab, tapi juga lewat amal dan akhlak. 

Menjadi muhibbin sejati berarti meneladani kasih sayang Nabi kepada sesama, memperjuangkan keadilan, dan menebarkan kedamaian — bukan memperkuat sekat sosial atau kebanggaan genealogis.

Pesan tersebut terasa sangat relevan di tengah situasi umat Islam yang kerap dihadapkan pada isu identitas. 

Ketika sebagian orang sibuk memperdebatkan siapa yang lebih dekat dengan Nabi, Kiai Ali Maschan justru mengingatkan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kekasih Rasul, asalkan mengikuti ajarannya dengan tulus dan istiqamah.

Semangat ini pula yang menjadi ruh Hari Santri: keikhlasan dalam berjuang, menjaga tradisi keilmuan, dan menegakkan persaudaraan. 

Peringatan Maulid Nabi tahun ini pun jadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa cinta kepada Rasulullah tidak boleh melahirkan perpecahan, melainkan harus menjadi energi pemersatu umat.

Dengan gaya ceramah yang tenang namun menembus hati, Kiai Ali Maschan Musa menutup tausiyahnya dengan pesan damai: bahwa perbedaan pandangan tidak seharusnya memutus tali silaturahmi. [sh]

Seleksi LKBB Pasongsongan 2025: PARUGA Bentuk Disiplin dan Karakter Siswa untuk Talenta Daerah Sumenep

Futsal ainur ridwan
Para siswa sedang mengikuti arahan. [sh]

SUMENEP — Berlokasi di Lapangan Futsal Ainur Ridwan Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, para pelajar sedang mengikuti seleksi Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat kecamatan. Sabtu (1/11/2025). 

Kegiatan ini digelar oleh Paguyuban Guru Olahraga (PARUGA) Pasongsongan, bertujuan memilih satu regu putra dan satu regu putri untuk mewakili Pasongsongan pada ajang Talenta Daerah Kabupaten Sumenep 2025.

Koordinator Non Akademik KKKS Pasongsongan, Miftahul Ulum, M.Pd, menjelaskan bahwa lomba ini tidak hanya mencari tim terbaik, tapi juga membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab siswa. 

Kecamatan Pasongsongan

"Penilaian dilakukan oleh juri berpengalaman dari kalangan pelatih Paskibra dengan kriteria kekompakan, ketegasan, dan kerapian," ucap Miftahul Ulum. 

Koordinator Pelatih Hariyanto, S.Pd berharap tahun ini Pasongsongan bisa memperbaiki prestasi setelah tahun lalu meraih juara Harapan II. 

Kegiatan berlangsung meriah, mendapat dukungan masyarakat, dan dinilai efektif sebagai sarana pembinaan mental generasi muda.

"Yang penting dari kegiatan ini adalah pengalaman dan nilai-nilai karakter yang diperoleh peserta, bukan semata hasil lomba," ujar Hariyanto. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...