Sabtu, 20 September 2025

Kekecewaan Guru Honorer Pasongsongan: Lama Mengabdi tapi Tak Lolos PPPK

Pppk paruh waktu kabupaten Sumenep

Keresahan tengah menyelimuti sejumlah tenaga guru honorer di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Mereka kecewa berat lantaran tidak terjaring dalam seleksi PPPK Paruh Waktu. 

Padahal, sebagian diantara mereka sudah lama mengabdi sebagai pendidik, bahkan ada yang lebih dari lima tahun jadi guru sukwan dengan dedikasi penuh.

Situasi ini menatalkan pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya alasan mereka tidak lolos? 

Publik, khususnya para guru honorer, berhak mendapatkan penjelasan yang transparan dari pemangku kebijakan. 

Tanpa keterbukaan, akan muncul prasangka yang justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi.

Guru honorer sejatinya adalah ujung tombak pendidikan di pelosok desa. 

Mereka tetap mengabdi meski dengan penghasilan yang jauh dari kata layak. 

Sebab ketika kesempatan pengangkatan PPPK Paruh Waktu hadir, harapan besar mereka pun menggantung di sana.

Transparansi seleksi bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan bentuk penghargaan terhadap jasa para guru honorer. 

Dengan penjelasan yang terang-benderang, mereka bisa memahami posisi masing-masing, apakah memang ada kekurangan persyaratan atau faktor lain yang menyebabkan tidak lolos.

Tanpa adanya keterbukaan, keresahan ini hanya akan menambah luka dan rasa ketidakadilan. 

Harapan para guru honorer sederhana: Kejelasan, penghargaan, dan kesempatan yang adil setelah bertahun-tahun mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa. [sh]

Jumat, 19 September 2025

Bersase di SDN Padangdangan 2, Wujudkan Sekolah Bersih dan Ramah Lingkungan

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Para siswi SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, melaksanakan program Bersih Sampah Sekolah (Bersase) secara rutin setiap hari Sabtu. 

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dan guru dengan tujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini. Sabtu (20/9/2025). 

Sundari, guru kelas II SDN Padangdangan 2, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari pembiasaan perilaku baik bagi peserta didik. 

“Melalui Bersase, anak-anak belajar untuk cinta lingkungan dan bertanggung jawab menjaga kebersihan sekitar,” tuturnya.

Ia menambahkan, sampah yang berhasil dikumpulkan siswa tidak dibiarkan menumpuk. 

“Setiap sampah yang terkumpul lantas dibakar di tempat khusus,” ungkap Sundari, wanita beranak dua tersebut.

Program Bersase ini mendapat dukungan dari Kepala SDN Padangdangan 2, para guru dan wali murid karena dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kebersihan pada anak-anak.

Hal ini juga bisa menciptakan suasana belajar yang lebih sehat dan nyaman di sekolah. [sh]

KH Kamilul Himam Tekankan Pentingnya Shalawat di Peringatan Maulid Nabi SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Sdn panaongan 3 dan kh kamilul himam
KH Kamilul Himam (kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di salah satu ruang kelas sekolah. Kamis (18/9/2025). 

Acara tersebut berlangsung khidmat dengan diikuti guru, staf sekolah, siswa, serta sejumlah tokoh masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, KH Kamilul Himam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istikmal Desa Pasongsongan, yang menyampaikan tausiah penuh makna. 

Ia menekankan bahwa wujud nyata cinta kepada Rasulullah adalah dengan memperbanyak bacaan shalawat.

“Mencintai Rasulullah adalah dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 56, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” ujar KH Kamilul Himam.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah sejak dini, baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Panaongan 3 ditutup dengan doa bersama yang membuat suasana makin khusyuk. [sh]

Kamis, 18 September 2025

KH Kamilul Himam Isi Tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan
KH Kamilul Himam (paling kiri). [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di salah satu ruang kelas sekolah, Kamis (18/9/2025). 

Acara ini diikuti semua guru, staf sekolah, seluruh siswa, serta tokoh masyarakat sekitar.

Hadir memberikan tausiah, KH Kamilul Himam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istikmal, Desa Pasongsongan. 

Dalam ceramahnya beliau menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam satu hadis yang masyhur disebutkan bahwa tanda kesempurnaan iman seseorang adalah ia menempatkan Rasulullah sebagai orang yang dicintainya melebihi seluruh manusia, termasuk dirinya sendiri,” ujar KH Kamilul Himam di hadapan peserta acara.

Peringatan Maulid ini diharapkan jadi momentum bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau. [sh]

Peringatan Maulid Nabi di SDN Panaongan 3: Tekankan Teladan Akhlak Rasulullah

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (tengah). [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan nuansa Islami.

Acara yang diikuti oleh para guru, siswa, dan wali murid tersebut berlangsung di salah satu ruang kelas. Kamis (18/9/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, menyampaikan dua harapan utama dari kegiatan tersebut. 

Sdn Panaongan 3 kabupaten Sumenep
Pembacaan shalawat nabi oleh siswa-siswi SDN Panaongan 3. [Foto: sh]

“Pertama, kita berharap kelak memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Kedua, kita ingin seluruh siswa senantiasa berupaya belajar meneladani akhlak beliau, baik sebagai anak yang berbakti di rumah maupun sebagai murid yang santun di sekolah,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi ini diisi dengan pembacaan shalawat, tausiah, serta doa bersama, yang diharapkan mampu menanamkan kecintaan dan teladan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. [sh]

KH Kamilul Himam: Cinta Nabi Harus Dibuktikan dengan Meneladani Akhlaknya

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
KH Kamilul Himam. [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. 

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, siswa, dan staf sekolah. Kamis (18/9/2025). 

Sedangkan yang memberikan siraman rohani adalah KH Kamilul Himam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istikmal, Pasongsongan. 

Pondok Pesantren Al-Istikmal kecamatan Pasongsongan

Ia menekankan pentingnya umat Islam meneladani akhlak mulia Baginda Nabi. 

“Cinta kepada Nabi Muhammad SAW itu bukan sekadar ucapan di bibir. Tanda cinta yang nyata adalah meneladani akhlak beliau, memperbanyak shalawat, dan menyebarkan kasih sayang kepada siapa pun,” tegasnya.

Acara peringatan ini tidak hanya jadi momen mengenang kelahiran Rasulullah, tapi juga sarana memperkuat keimanan serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para siswa sejak dini. [sh]

Rabu, 17 September 2025

Penertiban Pedagang Pasar Waru Pamekasan oleh Satpol PP Tuai Kritik Soal Parkir Mobil

Pasar waru Pamekasan madura
Parkir mobil pinggir jalan raya Pasar Waru Pamekasan. [Foto: sh]

PAMEKASAN– Upaya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan menertibkan pedagang kaki lima di sepanjang jalan raya Pasar Waru mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Kamis (18/9/2025). 

Penertiban dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas yang kerap tersendat akibat aktivitas jual beli di bahu jalan.

Tapi, langkah tersebut menuai kritik dari sebagian pedagang. 

Mohammad Ramli, salah seorang pedagang hati ayam, menilai penertiban belum sepenuhnya adil. 

Ia berpendapat bahwa Satpol PP seharusnya tidak hanya fokus pada pedagang, tapi juga pada kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di sepanjang jalan raya Pasar Waru.

“Ini tidak adil. Justru kendaraan roda empat yang parkir di sepanjang jalan raya Pasar Waru yang jadi biang kemacetan arus lalu lintas,” ujar Ramli yang lapaknya juga di pinggir jalan raya. 

Kendati begitu, sebagian pedagang lain tetap memberikan apresiasi terhadap cara Satpol PP dalam melakukan penertiban yang dinilai cukup humanis. 

Mereka berharap ke depan ada penataan yang lebih menyeluruh, tidak hanya terhadap pedagang, melainkan juga pengaturan parkir kendaraan di kawasan pasar.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan kawasan Pasar Waru Pamekasan bisa lebih tertib, aman, dan lancar sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas masyarakat. [sh]

Satpol PP Pamekasan Tertibkan Pedagang Pasar Waru dengan Humanis

Pasar waru Pamekasan
Penertiban pedagang oleh Satpol PP Pamekasan. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan menertibkan para pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya Pasar Waru. Kamis (18/9/2025). 

Penertiban berlangsung tertib dan kondusif, para pedagang dengan sukarela memindahkan barang dagangannya lebih ke pinggir agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Satpol pp Pamekasan

Joko Sura, seorang pedagang jual beli emas dan tukar uang asing, mengapresiasi langkah humanis yang ditunjukkan petugas Satpol PP Pamekasan.

"Kami mengapresiasi kinerja Satpol PP Pamekasan yang humanis," ujarnya.

Menurut Joko, kehadiran Satpol PP sangat dibutuhkan, terutama pada hari pasaran yang biasanya berlangsung setiap Kamis dan Ahad. 

Dirinya berharap petugas bisa terus hadir secara rutin untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

"Harapan kami, tiap Kamis dan Ahad Satpol PP Pamekasan senantiasa hadir untuk menertibkan para pedagang, karena pada hari-hari itu kondisi pasar jauh lebih ramai," tambahnya.

Pasar Waru Pamekasan

Dengan adanya penertiban ini, arus lalu lintas di sekitar Pasar Waru terlihat lebih lancar. 

Sementara para pedagang tetap bisa berjualan dengan tertib di lokasi yang telah diarahkan. [sh]

Mengenal Pentingnya Imunisasi Campak, Sosialisasi Massal di MI Annajah Pasongsongan

Mi annajah Pasongsongan
Camat Pasongsongan (2 dari kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – Aula MI Annajah menjadi tempat terselenggaranya sosialisasi imunisasi campak secara massal yang dihadiri oleh para wali murid RA Annajah dan MI Annajah, Selasa (16/9/2025). 

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ahmad Saleh, M.Pd (Pengawas MI), Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si (Camat Pasongsongan), dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes (Kepala Puskesmas Pasongsongan), Polsek Pasongsongan, Koramil Pasongsongan, serta perwakilan WHO Pusat, dr. Maftun.

Dalam sambutannya, Camat Pasongsongan Fariz Aulia Utomo menegaskan pentingnya imunisasi campak bagi anak-anak sebagai langkah pencegahan dini. 

“Vaksin campak berguna untuk memberikan perlindungan kepada tubuh agar tidak sakit jika terinfeksi virus campak,” ucapnya.

Fariz juga menyoroti kondisi darurat kesehatan di Kabupaten Sumenep yang kini ditetapkan sebagai daerah KLB (Kejadian Luar Biasa). 

Hingga Agustus lalu, tercatat 20 anak meninggal akibat campak. 

“Imunisasi campak jadi solusi mencegah penyebaran virus campak yang sangat menular dan berbahaya,” tambahnya.

Ia juga mengajak para wali murid untuk aktif mendukung keberhasilan program ini.

Kehadiran perwakilan WHO Pusat, dr. Maftun, semakin menguatkan komitmen global dalam menangani penyebaran penyakit campak yang masih menjadi ancaman kesehatan dunia.

Acara sosialisasi berlangsung lancar dengan antusiasme para wali murid yang hadir. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi campak makin meningkat, sehingga angka penularan bisa ditekan dan kesehatan anak-anak lebih terjamin. [sh]

Sosialisasi Imunisasi Campak Massal di MI Annajah Pasongsongan, Dihadiri WHO Pusat

Mi Annajah Pasongsongan
dr. Maftun saat memberikan kata sambutan. [Foto: sh]

SUMENEP — Aula MI Annajah jadi tempat berlangsungnya sosialisasi pemberian imunisasi campak secara massal. Selasa (16/9/2025). 

Kegiatan ini dihadiri oleh wali murid RA Annajah dan MI Annajah, serta sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi.

Hadir dalam acara tersebut, Ahmad Saleh, M.Pd selaku Pengawas MI, Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si (Camat Pasongsongan), dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes (Kepala Puskesmas Pasongsongan), Koramil Pasongsongan, Polsek Pasongsongan, serta perwakilan WHO Pusat, dr. Maftun.

Dalam kesempatan itu, dr. Maftun menegaskan bahwa vaksin campak yang digunakan dalam program ini adalah vaksin terbaik dan aman bagi anak-anak. 

“Vaksin campak ini tidak akan menimbulkan panas tubuh anak jadi meningkat. Karena vaksin campak ini adalah vaksin terbaik di dunia dan aman digunakan,” jelasnya.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak untuk mencegah penyebaran penyakit di kalangan anak-anak. 

Dukungan penuh dari para wali murid, pihak sekolah, serta pemerintah kecamatan diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan imunisasi massal yang akan segera digelar.

Acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme, menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan generasi muda di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Selasa, 16 September 2025

RPL dan PPPK Paruh Waktu: Antara Harapan Gelar S1 dan Batasan Administratif

Kementerian Dikdasmen

Saya adalah seorang guru di salah satu SD Negeri di Kecamatan Pasongsongan. 

Pada Juli 2025 lalu, saya mendapat kabar gembira: saya diterima sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang digagas Kementerian Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah). 

Dengan hanya bermodalkan ijazah SMA, peluang ini terasa bagai pintu besar yang terbuka untuk menggapai gelar S1. 

Saya membayangkan bahwa suatu hari nanti saya bisa berdiri lebih percaya diri di depan siswa, dengan bekal ilmu dan legalitas akademik yang lebih kuat. 

Hati saya benar-benar riang, karena program ini hadir seakan menjawab kerinduan banyak guru di daerah untuk meningkatkan kompetensi.

Akan tetapi, euforia itu tidak berlangsung lama. 

Harapan Melayang

Pada medio September 2025, muncul pemberitahuan dari salah seorang dosen pembimbing kami yang seakan meruntuhkan semangat saya dan rekan-rekan senasib. 

Dalam pemberitahuanya, disebutkan sejumlah aturan yang membuat langkah saya tertatih:

- Guru yang sudah diangkat sebagai PPPK tidak diperbolehkan mengikuti program ini.

- PPPK Paruh Waktu dengan status Tenaga Teknis di dapodik dan tidak memiliki SK Mengajar 2025, tidak diperbolehkan ikut program ini.

- PPPK Paruh Waktu dengan status Guru di Dapodik, diperbolehkan ikut program ini.

- PPPK Paruh Waktu dengan status Tenaga Teknis, tetapi memiliki SK Mengajar 2025, tetap bisa ikut program ini asalkan melengkapi dokumen tambahan: SK pertama sebagai guru, SK Mengajar 2025, dan surat dukungan dari kepala sekolah.

Keputusan ini membuat saya gamang. Pada seleksi PPPK 2024, saya memang memilih jalur Tenaga Teknis dan lolos sebagai PPPK Paruh Waktu. 

Tapi, realitas di lapangan, saya tetap mengajar di sekolah dan memikul tanggung jawab sebagai pendidik.

Di sinilah kontradiksi itu terasa: Negara mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik, tapi di sisi lain aturan administratif mempersempit akses kami. 

Program RPL yang sejatinya jadi solusi, justru terkesan diskriminatif bagi mereka yang statusnya di Dapodik tidak seragam dengan kenyataan di lapangan.

Pertanyaan pun menyeruak: Apakah pantas seorang guru yang setiap hari mendidik anak bangsa, tapi kebetulan tercatat sebagai Tenaga Teknis, harus kehilangan kesempatan melanjutkan kuliah?

Bukankah tujuan RPL adalah memperkuat profesionalisme guru, tanpa membeda-bedakan status administratif?

Apakah adil bila kesempatan belajar ditentukan oleh barisan dokumen, bukan oleh fakta pengabdian?

Saya khawatir, jika aturan ini tidak ditinjau ulang, banyak guru akan kehilangan semangat untuk mengembangkan diri. 

Padahal, pendidikan yang bermutu lahir dari guru yang mau belajar dan terus memperbaiki diri.

Harapan saya sederhana: Semoga para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, mau melihat persoalan ini dengan lebih bijak. 

Jangan sampai RPL yang digadang-gadang sebagai jalan keluar bagi guru untuk meraih gelar S1, justru menjadi jalan buntu karena sekat administratif.

Guru Tulus

Anak-anak di kelas tidak pernah peduli apakah saya tercatat sebagai "Guru" atau "Tenaga Teknis" di Dapodik. 

Yang mereka butuhkan hanyalah pengajar yang tulus, berkompeten, dan mau terus belajar. 

Maka, izinkanlah kami, para pendidik di pelosok, tetap mendapatkan ruang untuk berkembang. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...