Jumat, 05 September 2025

Istighotsah Refleksi Kemerdekaan, Tutup Rangkaian HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Panitia hut kemerdekaan ri ke-80
Camat Pasongsongan (2 dari kanan) bersama Forpimka Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Resepsi peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan dikemas dalam Istighotsah Refleksi Kemerdekaan RI yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Jumat (5/9/2025). 

Acara ini sekaligus jadi penutup dari serangkaian lomba yang digelar sepanjang bulan Agustus.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forpimka Pasongsongan, sejumlah kepala desa, serta seluruh panitia lomba. 

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, dalam sambutannya menegaskan bahwa format istighotsah dipilih untuk menjaga kekondusifan wilayah.

“Acara ini sengaja dikemas dengan istighotsah agar Kecamatan Pasongsongan tetap kondusif. Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua panitia, masyarakat, dan para kepala desa yang telah mendukung suksesnya peringatan HUT RI ke-80,” ujar Fariz Aulia Utomo.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai jalannya acara, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di Kecamatan Pasongsongan tahun ini. [sh]

Kamis, 04 September 2025

Sagedduk, Tradisi Pawai Santri Khas Desa Pasongsongan

Tradisi Sagedduk SUMENEP
Sagedduk Desa Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Warga Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, memiliki tradisi unik bernama Sagedduk. 

Tradisi ini berupa arak-arakan atau pawai santri yang digelar hanya sekali dalam setahun, tepatnya pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Kamis malam (4/9/2025). 

Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, menjelaskan bahwa istilah Sagedduk hanya dikenal di Pasongsongan. 

“Di daerah lain barangkali juga ada tradisi semacam Sagedduk, tapi mungkin namanya berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sagedduk merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Khusus di Desa Pasongsongan, seusai acara pawai, masyarakat biasanya langsung menghadiri pengajian umum di Masjid Al-Akbar sebagai bentuk syukur dan peringatan atas kelahiran Nabi. [sh]

Tradisi Sagedduk, Arak-Arakan Khas Desa Pasongsongan

Sageddok
Sagedduk Desa Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Warga Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, memiliki tradisi unik yang hanya digelar sekali dalam setahun, yakni Sagedduk. Kamis malam (4/9/2025) 

Tradisi ini berupa arak-arakan atau semacam karnaval santri yang diadakan khusus pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

"Kenapa disebut karnaval santri? Kebanyakan dari mereka yang ikut arak-arakan adalah anak-anak berasal dari langgar, tempat dimana mereka menimba ilmu agama Islam," ucap Agus Sugianto. 

Menurut pemerhati budaya asal Pasongsongan ini menjelaskan, bahwa istilah Sagedduk hanya dikenal di daerah tersebut. 

“Mungkin di daerah lain ada tradisi semacam Sagedduk, tapi mungkin namanya beda,” ujarnya.

Kegiatan Sagedduk tidak hanya jadi ajang kebersamaan masyarakat, tapi juga memiliki nuansa religius. 

Seusai arak-arakan, warga langsung menghadiri pengajian umum di Masjid Al-Akbar Pasongsongan sebagai bentuk syukur dan peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. [sh]

Tausiyah Nyai Suciana Mukhtar pada Perayaan Maulid Nabi di Kediaman Keluarga Besar Syamsul Arifin

Nyai suciana mukhtar
Nyai Suciana Mukhtar.[Foto: sh]

SUMENEP – Keluarga besar Syamsul Arifin menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, Jalan Pahlawan, Pamolokan. Rabu (3/9/2025). 

Acara ini menghadirkan penceramah Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd, pengelola Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura.

Dalam tausiyahnya, Nyai Suciana menyinggung fenomena kehidupan modern dimana masih banyak orang mudah terbawa arus pada urusan hidup orang lain. 

“Contoh, orang lain sukses, kita yang sakit hati. Sebaliknya, tetangga gagal, kita menghujatnya. Maka insya Allah orang tersebut tergolong manusia yang merugi. Kita tahu, orang lain tidak minta makan sama kita,” ungkapnya.

Suasana kian khidmat dengan lantunan shalawat Nabi yang dibawakan oleh group hadrah-banjari Nurus Syifaa’ dari Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. 

Perayaan Maulid ini berlangsung penuh kekeluargaan dan diikuti antusias oleh para undangan. [sh]

Rabu, 03 September 2025

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Keluarga Besar Syamsul Arifin

Maulid nabi muhammad SAW Sumenep
Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd (kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – Keluarga besar Syamsul Arifin yang beralamat di Jalan Pahlawan, Pamolokan, menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Rabu (3/9/2025).

Acara ini dihadiri masyarakat sekitar dan sejumlah tokoh agama.

Hadir sebagai penceramah, Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd, pengelola Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura. 

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa hati seorang muslim akan bergetar ketika nama Nabi Muhammad SAW diucapkan. 



“Maka insya Allah, orang tersebut tergolong manusia yang selamat di dunia dan akhirat,” ungkapnya. 

Perayaan semakin semarak dengan pembacaan shalawat Nabi yang dibawakan oleh group hadrah-banjari Nurus Syifaa’ dari Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. 

Lantunan shalawat yang penuh kekhusyukan ini menambah suasana semakin hangat dan penuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. [sh]

Selasa, 02 September 2025

Puskesmas Pasongsongan Gencarkan Imunisasi Campak di SDN Sodara 2

Puskesmas Pasongsongan

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan terus bergerak total dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang hingga akhir Agustus 2025 tercatat menelan 20 korban jiwa dari 2.434 kasus. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi imunisasi campak di SDN Soddara 2, Kecamatan Pasongsongan. Rabu (3/9/2025).

Kegiatan ini menyasar bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) campak. 

Puskesmas Pasongsongan dan sdn soddara 2

Kepala SDN Sodara 2, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa imunisasi massal menjadi langkah utama dalam pencegahan campak, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai kunci keberhasilan.

“Program ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari virus campak, merangsang sistem imun agar membentuk antibodi sehingga kebal terhadap penyakit ini,” ujar salah seorang tim medis dari Puskesmas Pasongsongan.

Dengan adanya sosialisasi dan pelaksanaan imunisasi massal, diharapkan penyebaran campak bisa ditekan dan kesehatan anak-anak di Kecamatan Pasongsongan makin terjaga. [sh]

Puskesmas Pasongsongan Sosialisasikan Imunisasi Campak di SDN Panaongan 1

Sdn Panaongan 1 kecamatan Pasongsongan
Edi Suharjono (kanan) ketika memberikan kata sambutan. [Foto: sh]

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan menggelar sosialisasi pemberian imunisasi campak di SDN Panaongan 1, Dusun Benteng, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (2/9/2025). 

Program ini menyasar bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui kegiatan ORI Campak.

Kepala SDN Panaongan 1, Edi Suharjono, menyampaikan bahwa imunisasi ini sangat penting untuk melindungi tubuh dari virus campak dengan cara merangsang sistem imun agar membentuk antibodi sehingga kebal terhadap penyakit tersebut.

“Upaya mencegah penularan campak dan komplikasinya adalah program bagus dari pemerintah,” ujar salah satu tim medis Puskesmas Pasongsongan yang dalam kegiatan ini turut didampingi personel dari Koramil Pasongsongan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya imunisasi sebagai ikhtiar bersama mewujudkan generasi yang sehat. [sh]

Puskesmas Pasongsongan Gelar Sosialisasi Imunisasi Campak di RA Al Ikhlas

Puskesmas Pasongsongan kabupaten Sumenep

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan menggelar sosialisasi tentang pemberian imunisasi campak di RA Al-Ikhlas, Dusun Pangarangan, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (2/9/2025). 

Sosialisasi ini menekankan pentingnya imunisasi bagi bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui program ORI Campak.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dokter Puskesmas Pasongsongan, dr. Hairul Hamzah; Sekretaris Camat Pasongsongan, Marzuki; serta tim Promkes Puskesmas Pasongsongan. 

Mereka menyampaikan bahwa imunisasi campak merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit menular berbahaya yang rentan menyerang anak.

“Melalui imunisasi, kita berusaha memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak agar terhindar dari penyakit campak dan komplikasinya,” ujar dr. Hairul Hamzah.

Puskesmas Pasongsongan juga mengajak para orang tua untuk mendukung penuh program imunisasi pemerintah demi terwujudnya generasi yang sehat dan kuat. [sh]

KKKS Pasongsongan Gelar Rapat Bulanan, Bahas Tantangan Sekolah Rakyat

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Pengawas Bina SD, Haji Akhmad Busri, Sekretaris KKKS Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan menggelar rapat bulanan yang kali ini bertempat di SDN Padangdangan 2. Selasa (2/9/2025). 

Dalam forum tersebut, Ketua KKKS, Haji Akhmad Busri, M.Pd, menyoroti sejumlah isu penting di dunia pendidikan, salah satunya mengenai keberadaan Sekolah Rakyat.

Menurut Haji Akhmad Busri, program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan mulia, yakni memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan anak-anak usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah reguler. 

“Kami menerima sesuai aturan yang berlaku. Karena Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu dan yang mempunyai anak usia sekolah,” tegasnya.

Tapi, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara Sekolah Rakyat dan sekolah reguler agar tidak menimbulkan persoalan baru. 

“Cuma masalahnya antara Sekolah Rakyat dan sekolah reguler harus menjalin kerja sama yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Masalahnya ini kan akan mengurangi siswa di sekolah asal, apalagi sekolah asalnya memang benar-benar kekurangan siswa,” tambahnya.

Rapat bulanan KKKS Pasongsongan ini diakhiri dengan penekanan perlunya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, sekolah reguler, maupun pengelola Sekolah Rakyat, demi tercapainya pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Pasongsongan. [sh]

Senin, 01 September 2025

Najma Fairuz, Pembaca Puisi Andalan SDN Padangdangan 2

Sdn padangdangan 2
Penampilan Najma Fairuz di lomba baca puisi. [Foto: sh]

SUMENEP – Najma Fairuz, siswi kelas 4 SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, dikenal sebagai pembaca puisi berbakat di sekolahnya. Selasa (2/9/2025) 

Hampir di setiap acara, Najma kerap didaulat untuk tampil membacakan puisi dengan penuh penghayatan.

Pada ajang lomba baca puisi dalam rangka Semarak Kemerdekaan RI ke-80 tingkat Kecamatan Pasongsongan, Najma kembali menunjukkan penampilan apik. 

Akan tetapi, kali ini keberuntungan belum berpihak padanya. 

“Saya tidak kecewa, karena sebelumnya kondisi tubuh lagi tidak sehat,” ungkap Najma dengan tegar.

Diketahui, sepekan sebelum lomba berlangsung, Najma harus dirawat di sebuah rumah sakit di Sumenep karena sakit. 

Kondisi itu tentu memengaruhi persiapannya. 

Meski demikian, Najma tetap mampu tampil percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton.

Prestasi Najma selama ini memang tidak diragukan. Hampir di setiap lomba yang ia ikuti, Najma selalu berhasil menembus babak semi-final. 

Dedikasinya dalam seni membaca puisi membuatnya jadi kebanggaan sekolah dan inspirasi bagi teman-temannya. [sh]

Siswa dan Orang Tua SDN Padangdangan 2 Antusias Ikuti Karnaval HUT RI ke-80

Sdn Padangdangan 2
Riski (kiri) dengan baju kebesarannya. [Foto: sh]

SUMENEP – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan makin meriah dengan digelarnya lomba karnaval yang diikuti para pelajar dan beberapa instansi. Ahad (31/8/2025). 

Walau lokasinya ada di pelosok desa, SDN Padangdangan 2 turut mengikutkan peserta didiknya ke karnaval.

Para peserta tampak penuh semangat sejak start di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan hingga finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan. 

Siswa siswi sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan

Antusiasme bukan hanya datang dari para siswa, tapi juga para wali murid yang rela memberikan dukungan maksimal.

Salah satunya Mama Ria, wali murid dari Riski, siswa kelas 6 SDN Padangdangan 2. 

Ia mengaku rela menyewa kostum dan menambah biaya tata rias demi penampilan anaknya. 

“Asalkan anak saya senang, saya dukung. Karena Riski sekarang sudah kelas 6,” ujarnya dengan senyum. 

Karnaval ini jadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. 

Selain itu, keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih jadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan di Pasongsongan. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...