Rabu, 25 Juni 2025

DPKS Sumenep Dorong Kolaborasi Pendamping dan Komite Sekolah Tingkatkan Mutu PendidikanšŸ”„

Dewan pendidikan kabupaten Sumenep
Rembuk Pendidikan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Sebagai ikhtiar peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kolaboratif. Rabu (25/6/2025). 

Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Rembuk Pedidikan dengan tema Kolaborasi Pendamping Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, yang digelar di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

Acara ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara berbagai elemen pendidikan, termasuk pendamping satuan pendidikan, komite sekolah, serta unsur pemerintah. 

Dalam sambutannya, Mulyadi, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang bersama untuk menggali berbagai akar persoalan pendidikan di lapangan.

“Rembuk pendidikan ini tidak bertujuan mencari siapa yang salah, tapi lebih fokus kepada identifikasi masalah secara mendalam dan pencarian solusi nyata yang bisa diterapkan bersama,” ucap Mulyadi.

Kegiatan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, karena mengedepankan prinsip partisipatif dan gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan. 

Diharapkan hasil dari kegiatan ini bisa jadi rujukan dan masukan berharga bagi kebijakan dan praktik pendidikan di Kabupaten Sumenep ke depan. [Surya]

Lora Ainor Ridho Ajak Siswa Annidhamiyah Lanjutkan Pendidikan di Purnawiyata SpektakuleršŸ”„

Pondok Pesantren Annidhamiyah berlokasi di pasean pamekasan
Acara purnawiyata Ponpes Annidhamiyah. [Foto: Surya]

PAMEKASAN — Dewan Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, Lora Ainor Ridho, mengajak para siswa yang lulus tahun ajaran 2024/2025 untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara purnawiyata yang digelar secara meriah di lingkungan pesantren, Selasa (24/6/2025).

“Lulusan tahun ini saya harap tidak berhenti sampai di sini. Teruslah belajar ke tingkat lebih tinggi, demi masa depan dan kemaslahatan umat,” ujar Lora Ainor Ridho dalam pidatonya.

Acara purnawiyata tersebut berlangsung spektakuler dengan panggung megah yang dihiasi lampu warna-warni. 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali santri dari unit pendidikan RA, MI, SMP, hingga SMA yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Momen istimewa terjadi setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Pembawa acara mengajak seluruh hadirin tetap berdiri untuk menyanyikan lagu "Ya Lal Wathan" sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, yang baru saja wafat akibat kecelakaan.

Acara purnawiyata ini menjadi simbol perpisahan dan sekaligus pelecut semangat bagi para siswa untuk terus berjuang menuntut ilmu di masa depan. 

Ada tambahan sedikit. Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah berlokasi di Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. 

Lembaga ini tercatat memiliki santri terbanyak di wilayah Desa Bindang. [Surya]

Purnawiyata Kelas Akhir Pondok Pesantren Annidhamiyah: Sambutan Lora Ainor RidhošŸ”„

Pondok Pesantren Annidhamiyah
Lora Ainur Ridho. [Foto: Surya]

PAMEKASAN - Pondok Pesantren Annidhamiyah baru-baru ini menggelar acara purnawiyata kelas akhir tahun ajaran 2024/2025 yang spektakuler. Selasa (24/6/2025). 

Acara ini dihadiri oleh seluruh wali santri dari RA, MI, SMP, dan SMA, dan dimeriahkan dengan gaya panggung megah yang dihiasi lampu warna-warni.

Dalam sambutannya, Lora Ainor Ridho, atas nama dewan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, berpesan kepada para siswa yang lulus sekolah untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari lembaga pendidikan Islam Annidhamiyah. 

"Kami berharap agar para siswa bisa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi generasi yang berakhlak mulia," ujarnya. 

Acara purnawiyata ini merupakan momen penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di Pondok Pesantren Annidhamiyah. 

"Semoga para siswa bisa menjadi penerus yang baik dan mengharumkan nama lembaga pendidikan Islam Annidhamiyah," pungkas Lora Ainur Ridho. [Surya]

Selasa, 24 Juni 2025

Ririn Salon Pasongsongan, Solusi Rias Anggun dengan Tarif BersahabatšŸ”„

Ririn salon kecamatan Pasongsongan
Hasil riasan Ririn Salon Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Bagi masyarakat yang membutuhkan  jasa tata rias profesional, Ririn Salon Pasongsongan menjadi pilihan utama. Selasa (24/6/2025). 

Berlokasi di Jalan K Abubakar Sidik, salon ini melayani rias pengantin, rias wisuda, hingga rias wajah untuk berbagai acara formal maupun pesta.

Ririn Salon dikenal dengan sentuhan riasannya yang anggun dan elegan, menjadikan setiap momen istimewa terasa makin sempurna. 

Tak hanya itu, tarif yang ditawarkan pun sangat bersahabat dan ringan di kantong, cocok untuk semua kalangan.

Bagi yang berminat menggunakan jasa Ririn Salon Pasongsongan, bisa langsung menghubungi kontak person di nomor 0878-1841-0283 untuk pemesanan atau informasi lebih lanjut. 

"Salon kecantikan kami menyasar pelanggan kelas menengah ke bawah. Dan kami siap menerima panggilan," ungkap Ririn berpromosi. [Surya]

Perubahan Besar di SDN Panaongan 3: Kepemimpinan Agus Sugianto yang Menginspirasi šŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan

SD Negeri Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, dahulu hanyalah sekolah dasar biasa yang nyaris luput dari perhatian. 

Terletak jauh dari pusat keramaian, sekolah ini pernah dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar. 

Namun, keadaan itu berubah drastis sejak kepemimpinan Agus Sugianto sebagai kepala sekolah.

Dengan semangat pengabdian dan visi yang jelas, Agus Sugianto membawa angin segar bagi SDN Panaongan 3. 

Ia tidak hanya berfokus pada manajemen sekolah secara administratif, tapi juga membangun hubungan emosional dengan peserta didik dan masyarakat luas. 

Sekolah yang dulu tampak tertinggal, kini menjelma jadi pusat perhatian dan inspirasi di Kecamatan Pasongsongan dan sekitarnya.

Kepedulian Agus Sugianto terhadap peserta didiknya jadi fondasi utama perubahan itu. 

Ia dikenal sebagai sosok kepala sekolah yang tidak tega melihat muridnya kesulitan. 

Jika ada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki sepatu layak, Agus Sugianto dengan ringan hati membelikan sepatu baru. 

Kegiatan ini dilakukannya setiap bulan secara bergilir, tanpa publikasi, semata karena rasa tanggung jawab dan cinta pada anak didiknya.

Tak hanya itu, SDN Panaongan 3 juga mulai dikenal sebagai pusat kegiatan sosial yang menjangkau hingga lintas kecamatan. 

Salah satunya terlihat pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu, ketika sekolah ini menjadi tuan rumah kegiatan khitanan massal gratis. 

Ada 11 anak dari Pasongsongan, 9 anak dari Kecamatan Ambunten turut serta dalam kegiatan ini. 

Ini membuktikan bahwa manfaat kehadiran SDN Panaongan 3 telah menjangkau lebih luas dari sekadar lingkungan sekitarnya.

Transformasi ini adalah buah nyata dari kepemimpinan Agus Sugianto yang memadukan ketegasan, empati, dan kerja nyatai. 

Ia membuktikan bahwa sekolah dasar bisa jadi pusat peradaban lokal, tempat di mana ilmu, kepedulian, dan nilai kemanusiaan tumbuh berdampingan.

SDN Panaongan 3 kini bukan hanya tempat belajar, melainkan juga tempat berjuang bersama. 

Dan semua itu tidak lepas dari tangan dingin seorang kepala sekolah yang memimpin dengan hati. [Surya]

Senin, 23 Juni 2025

SDN Panaongan 3 Bangkit dan Menebar Manfaat, Berkat Kepemimpinan Agus SugiantošŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto memberikan hadiah kepada peserta didiknya. [Foto: Surya]

SD Negeri Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, dahulu hanyalah sekolah dasar biasa yang nyaris tenggelam dalam bayang-bayang ketidakpedulian. 

Lokasinya jauh dari pusat keramaian dan minimnya perhatian dari masyarakat sekitar membuat sekolah ini seolah kehilangan daya tarik. 

Tapi, semua itu berubah sejak kepemimpinan Agus Sugianto sebagai kepala sekolah.

Dengan kepemimpinan yang visioner, Agus Sugianto mampu membalikkan wajah SDN Panaongan 3 jadi lembaga pendidikan yang bukan hanya diminati, tapi juga dicintai masyarakat. 

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. 

Butuh konsistensi, kerja keras, dan tentu saja keteladanan yang nyata dari sang kepala sekolah.

Kini, SDN Panaongan 3 bukan hanya jadi pusat kegiatan pendidikan, tapi juga pusat kegiatan sosial yang memberi dampak luas. 

Sekolah ini berhasil menarik simpati dan kepercayaan masyarakat, tidak hanya dari wilayah Pasongsongan, tapi juga dari kecamatan tetangga. 

Hal ini terbukti dalam pelaksanaan khitanan massal gratis pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. 

Kegiatan yang diadakan di lingkungan sekolah ini tidak hanya diikuti oleh warga sekitar, tapi juga oleh 9 anak dari Kecamatan Ambunten. 

Ini menjadi bukti kuat bahwa kehadiran SDN Panaongan 3 telah memberi manfaat lintas wilayah.

Transformasi yang dilakukan Agus Sugianto menunjukkan bahwa sekolah dasar tidak hanya bisa jadi tempat belajar, namun juga bisa jadi pusat penggerak sosial di tengah masyarakat. 

Tatkala sekolah jadi rumah bersama, maka keberadaannya akan melampaui batas pagar sekolah itu sendiri.

Agus Sugianto telah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berdampak. 

Ia tidak hanya mengelola pendidikan, tapi juga mengelola harapan. 

SDN Panaongan 3 hari ini adalah bukti bahwa perubahan itu terjadi jika dipimpin dengan hati, dijalankan dengan niat baik, dan dibangun dengan kerja nyata. [Surya]

Pondok Pesantren Nurul Jadid Rutin Gelar Haflatul Imtihan, Wujud Syiar dan Apresiasi Pendidikan IslamšŸ”„

Nurul jadid padangdangan
Penampilan peserta didik Nurul Jadid. [Foto: Surya]

SUMENEP — Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelar kegiatan rutin tahunan Haflatul Imtihan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ajang apresiasi bagi peserta didik. Senin (23/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi tradisi yang terus dijaga oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang membina sejumlah lembaga pendidikan Islam, mulai dari RA, MI, hingga MTs.

Acara yang semarak ini berlangsung dengan lancar dan meriah berkat dukungan penuh dari para wali murid serta masyarakat sekitar. 

Kepala MTs Nurul Jadid, Ustadz Hermanto, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya haflatul imtihan tahun ini.

Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Alhamdulillah, pelaksanaan haflatul imtihan kali ini berjalan sukses. Ini semua tidak lepas dari partisipasi dan dukungan luar biasa dari para wali murid serta masyarakat sekitar,” ujar Ustadz Hermanto.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ustadz Ozair Abdullah, M.Pd.I, senantiasa menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini melalui pendidikan formal maupun kegiatan keagamaan.

Lewat haflatul imtihan diharapkan para santri termotivasi untuk terus menuntut ilmu serta membangun akhlak mulia.

Haflatul imtihan juga menjadi media untuk menunjukkan berbagai capaian para santri dalam bidang akademik dan non-akademik, seperti hafalan Al-Qur'an, pidato, hingga seni Islam lainnya yang diajarkan selama satu tahun pelajaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi antara pengasuh, tenaga pendidik, wali murid, dan masyarakat. 

Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin menjadi bukti bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya menekankan pada ilmu, tapi juga pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Perlu diketahui, Pondok Pesantren Nurul Jadid berlokasi di Dusun Duwe' Buter, Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan. [Surya/Musleh]

SDN Panaongan 3 Bersinar di Tangan Agus Sugianto, Separuh Gaji untuk SosialšŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan

Sejak Agus Sugianto jadi Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan, banyak perubahan terjadi. 

Sekolah yang dulu kurang mendapat perhatian, kini kian dikenal dan diminati.

Perubahan ini tidak hanya terasa di lingkungan sekolah, tapi juga di masyarakat luas. 

Sekolah tersebut kini aktif mengadakan kegiatan yang bermanfaat.

Salah satu contohnya adalah khitan massal gratis pada Sabtu, 21 Juni 2025. 

Kegiatan ini tidak hanya diikuti warga Pasongsongan, tetapi juga 9 anak dari Kecamatan Ambunten.

Agus Sugianto ingin sekolahnya menjadi tempat belajar dan juga tempat kegiatan sosial. 

Ia menggandeng banyak pihak untuk mendukung program-program sekolah.

Kini, SDN Panaongan 3 jadi contoh sekolah yang memberi manfaat, tidak hanya bagi warga sekitar, tapi juga warga dari kecamatan lain.

Profil Agus Sugianto

Tak heran jika SDN Panaongan 3 kini penuh manfaat. 

Kepribadian Agus Sugianto memang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. 

Ia tidak hanya peduli terhadap pendidikan, tetapi juga terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di sekitarnya.

Setiap bulan, Agus menyisihkan separuh gajinya untuk membayar listrik masjid dan musolla di lingkungan tempat tinggalnya. 

Selain itu, ia juga rutin memberikan santunan kepada beberapa janda di sekitar rumahnya.

Sikap dermawan dan kepedulian sosial inilah yang menjadikan kepemimpinan Agus Sugianto membawa berkah. 

Sekolah yang ia pimpin bukan hanya berkembang secara fisik dan akademik, tapi juga jadi wadah kebaikan yang menjalar ke berbagai lapisan masyarakat.

Bravo Agus Sugianto! [Surya]

Minggu, 22 Juni 2025

Pagelaran Akhiru Sanah LP Ma'arif NU Pasongsongan Digelar di PelabuhanšŸ”„

Lp ma'arif nu Pasongsongan
Dewan guru LP Ma'arif NU Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP – Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Desa/Kecamatan Pasongsongan menyelenggarakan Akhiru Sanah tahun ajaran 2024/2025 dengan meriah di kawasan Pelabuhan Pasongsongan. Sabtu (21/6/2025). 

Kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu oleh siswa, guru, wali murid, dan masyarakat sekitar.

Acara Akhiru Sanah dimulai pada siang hari, menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreasi dari para siswa mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah naungan LP Ma'arif NU Pasongsongan.

Pelabuhan Pasongsongan

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian umum yang menghadirkan tokoh agama setempat dan menjadi momen spiritual sekaligus penutup rangkaian acara.

Ahmad Jasimul Ahyak, salah satu guru di lembaga tersebut, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara tahunan ini. 

"LP Ma'arif NU Pasongsongan merupakan lembaga pendidikan terbesar di wilayah Kecamatan Pasongsongan," ungkap Jasimul. 

Acara Akhiru Sanah ini tidak hanya jadi momentum penutup tahun ajaran, tapi juga sarana mempererat hubungan antara lembaga pendidikan, orang tua siswa, dan masyarakat luas. 

Lokasi pelabuhan yang dipilih sebagai tempat acara memberikan nuansa khas pesisir yang unik dan berbeda dari biasanya.

Dengan semangat kebersamaan, LP Ma'arif NU Pasongsongan terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. [Surya]

Lidah Buaya: Obat Alami yang Harus Diolah dengan BenaršŸ”„

Terapi pijat refleksi gondotopo Bondowoso

BONDOWOSO - Dalam dunia pengobatan tradisional, lidah buaya telah lama dikenal sebagai tanaman seribu manfaat. 

Tanaman berduri lembut ini populer untuk perawatan kulit, dan juga mampu mengatasi berbagai penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga peradangan. 

"Manfaat lidah buaya hanya akan bisa diperoleh jika diolah dengan benar," saran Supriyadi. 

Pria pemilik terapi pijat Gondotopo di Bondowoso, membagikan cara pengolahan lidah buaya yang tepat dan aman dikonsumsi.

Menurut Supriyadi, kesalahan umum yang kerap dilakukan adalah langsung mengonsumsi gel lidah buaya tanpa menghilangkan getahnya terlebih dahulu. 

Getah kuning yang menempel pada gel lidah buaya bersifat iritan dan bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi saluran pencernaan. 

Oleh karena itu, proses pembersihan menjadi tahap yang sangat krusial.

Langkah pertama, kata Supriyadi, adalah mengupas kulit lidah buaya menggunakan pisau yang tajam. 

Alat yang tajam memastikan proses pengupasan berjalan cepat dan gel tidak hancur atau tercampur kulit. 

Setelah kulitnya dikupas, gel lidah buaya diambil secara perlahan agar tidak bercampur dengan getah kuning yang berada di antara kulit dan gel.

Setelah itu, gel ditempatkan dalam wadah, lalu dicampur dengan air dan sedikit garam. 

Garam berfungsi sebagai agen pembersih alami yang membantu melarutkan sisa getah dan mengurangi rasa pahit. 

Proses ini sangat penting, karena kandungan aloin dalam getah bisa bersifat laksatif jika tidak dibersihkan dengan benar.

Tahap akhir adalah membuat gel tersebut menjadi larutan yang mudah dikonsumsi, yaitu dengan diblender. 

Hasil blender bisa langsung dikonsumsi atau dicampurkan dengan bahan alami lainnya seperti madu, lemon, atau jus buah untuk menambah rasa dan manfaat.

Sebagai herbalis dan terapis yang sudah bertahun-tahun menangani pasien dengan metode alami, Supriyadi percaya bahwa lidah buaya memiliki potensi besar untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit

Ini adalah contoh bagaimana warisan pengetahuan lokal bisa jadi solusi kesehatan alami, asal disertai pengolahan yang benar. 

"Mengolah lidah buaya bukan soal memotong, tapi menyangkut seni merawat agar bisa memberi manfaat," ungkap Supriyadi. 

Kita patut menghargai ilmu seperti yang dibagikan Supriyadi, agar tradisi tetap hidup dan kesehatan tetap terjaga. [Surya]

Sabtu, 21 Juni 2025

Wujud Kepedulian Sosial Lintas Stakeholder di SumenepšŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Agus Sugianto bersama Kepala Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Surya]
SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar kegiatan khitan massal gratis, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat. Sabtu (21/6/2025).

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar, dan tahun ini menjangkau wilayah lebih luas, termasuk peserta dari luar Kecamatan Pasongsongan.

Bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, sejumlah media online seperti Detikzone, serta stakeholder lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep, 

"Alhamdulillah, kegiatan ini sukses menyasar 20 anak peserta khitan," ungkap Agus. 

Masing-masing anak juga menerima bingkisan berupa sarung dari pihak penyelenggara sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata peran sekolah di tengah masyarakat.

“Tahun ini peserta tidak hanya berasal dari Pasongsongan, tapi juga dari Kecamatan Ambunten. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini amat dibutuhkan masyarakat luas,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan lembaga pendidikan yang dipimpinnya sebagai ruang terbuka.

Tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, tapi juga sebagai pusat kegiatan sosial. 

Kegiatan khitan massa gratis ini disambut antusias oleh para orang tua peserta.

Mereka merasa terbantu secara ekonomi dan juga terbina secara sosial melalui kegiatan tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung secara berkelanjutan dan menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk turut serta membangun sinergi sosial di lingkungannya," tutup Agus Sugianto. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...