Senin, 23 September 2024

Peran Orang Tua dalam Dunia Pendidikan Menurut Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo

Bupati Sumenep dan dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep
Achmad Fauzi, Bupati Sumenep sedang menyantuni anak yatim. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Di dunia pendidikan Indonesia, peran orang tua menjadi salah satu faktor penting yang mendukung sukses seorang anak. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran vital dalam kesuksesan seorang anak. 

Hal ini disampaikan oleh Bupati dalam acara "Komite Sapa Bupati," yang diinisiasi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, bertempat di Pendopo Keraton Sumenep. Senin (23/9/2024). 

Menurut Achmad Fauzi, orang tua bukan hanya sekadar mendampingi anak, tapi juga menjadi unsur utama dalam memberikan bimbingan, serta perhatian yang intens terhadap perkembangan pendidikan anak. 

"Guru memang punya peranan penting, tapi waktu guru dalam mendidik anak sangat terbatas," terangnya. 

Bupati Achmad Fauzi juga mengungkapkan, bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah. 

Peran orang tua dalam memberikan nilai-nilai moral, etika, dan kedisiplinan sangat diperlukan agar pendidikan yang diterima di sekolah sejalan dengan pembelajaran di rumah. 

"Kami mengajak semua pihak, termasuk Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), untuk bersama-sama meningkatkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua," ucapnya. 

Kolaborasi yang baik diantara ketiga komponen ini diyakini bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep, sekaligus menciptakan generasi yang cerdas dan beretika.

Perlu diketahui, sebelum Bupati Sumenep mengulas materi tentang pendidikan, terlebih dulu Achmad Fauzi memberikan santunan kepada beberapa anak yatim. [Surya]

Minggu, 22 September 2024

Bupati Sumenep Sampaikan Pesan Penting kepada Orang Tua agar Mengawasi Penggunaan HP Android pada Anak

Bupati sumenep dan pendopo keraton Sumenep
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Dalam pertemuan yang diadakan di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan pesan penting kepada seluruh orang tua murid di Kabupaten Sumenep. 

Pesan ini disampaikan di hadapan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Sumenep, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kabupaten Sumenep, dan Komite Sekolah se-Kabupaten Sumenep, para mahasiswa dari seluruh perguruan ringgi di Sumenep. Senin (23/8/2024). 

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan HP android oleh anak-anak mereka. 

Bupati menyadari bahwa di era digital ini, gawai seperti HP android memiliki peran yang signifikan dalam mendukung proses belajar-mengajar peserta didik. 

Namun, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak-anak.

"Kita harus memahami bahwa teknologi memang sangat bermanfaat, namun jika penggunaannya tidak diawasi dengan baik, akan ada dampak buruk bagi anak-anak kita. Saya meminta para orang tua untuk tidak memberikan kebebasan berlebihan dalam penggunaan HP android," pesan Bupati Achmad Fauzi.

Bupati juga berharap agar orang tua bisa lebih bijak dalam menetapkan aturan waktu penggunaan gawai di rumah, serta memastikan anak-anak memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, seperti mendukung pembelajaran mereka di sekolah.

Selain itu, Bupati Achmad Fauzi juga mengajak pihak sekolah dan komite untuk berkolaborasi dengan orang tua dalam membimbing siswa dalam penggunaan teknologi secara sehat. [Surya]

Serah Terima Cinderamata KKN Universitas Annuqayah kepada Pemerintah Desa Panaongan

Desa Panaongan kecamatan Pasongsongan
Muhammad Hasan dan para mahasiswa KKN Universitas Annuqaya. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Berakhirnya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, ditandai dengan acara penyerahan cinderamata sebagai tanda terima kasih atas dukungan Pemerintah Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Ahad (22/202]

Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut, Ketua KKN Universitas Annuqayah, Shofie Nafisah, secara simbolis menyerahkan cinderamata kepada Kasi Pemerintahan Desa Panaongan, Muhammad Hasan. 

Menurut Shofie Nafisah, cinderamata yang diberikan menjadi simbol apresiasi dari para mahasiswa atas kerjasama yang telah terbangun. 

Shofie Nafisah juga menyampaikan  rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan Pemerintah Desa yang sangat membantu kelancaran program KKN. 

"Kami disini telah diterima dengan baik oleh masyarakat Panaongan. Pengalaman ini bagi kami sebagai mahasiswa cukup berharga,?" ungkap Shofie.

Sementara itu, Muhammad Hasan, mewakili Pemerintah Desa Panaongan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN Universitas Annuqayah. 

"Kami sangat berterima kasih atas program yang telah dilaksanakan. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan bisa menjadi bekal untuk masa depan kalian," Hasan menutup perbincangan. [Surya]

Mumpuni, Pemahaman Ahmad Saleh Harianto tentang Nilai-Nilai Pancasila dan Demokrasi: Sebuah Teladan Kepemimpinan di Sumenep

Kepala desa Pasongsongan kabupaten Sumenep
Dari kiri: Ahmad Saleh Harianto bersama Agus Sugianto. [Foto: Surya]

apoynadura.com - Ahmad Saleh Harianto, Kepala Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, adalah sosok pemimpin yang layak dijadikan teladan. 

Pemahamannya akan nilai-nilai Pancasila dan konsep demokrasi terbukti kuat diterapkan langsung dalam kepemimpinannya serta dalam edukasi masyarakat, khususnya generasi muda. Ahad (22/9/2024). 

Harianto menunjukkan perhatian luar biasa terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini. 

Hal ini terbukti ketika ia memberikan pemahaman kepada para siswa SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan. 

Pemahaman Harianto tentang demokrasi juga cukup baik. Ia menjelaskan kepada para murid bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga tentang keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan bagi kepentingan orang banyak.

"Kemampuan Harianto dalam mengelola pemerintahan desa dengan prinsip keterbukaan dan kejujuran membuatnya dihormati masyarakat dan sesama kepala desa," komentar Agus Sugianto selaku pengundang untuk menjelaskan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan apa itu demokrasi. 

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan kabupaten Sumenep

Agus Sugianto sebagai Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menyadari, penting bagi sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap para peserta didiknya. 

"Maka kami undang Kepala Desa Pasongsongan tersebut untuk membangkitkan jiwa nasionalisme anak didik kami," imbuh Agus Sugianto. 

Menurutnya, Harianto selaku Wakil Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep memang layak di posisi ini karena gaya memimpin dan memberikan kontribusi positif dalam memajukan desa sangat baik. [Surya]

Sabtu, 21 September 2024

Spektakuler Hadrah-Banjari Siswa SDN Padangdangan 2 Pasongsongan dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep

apoymadura.com - SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan sederhana tapi suasananya tetap meriah. Sabtu (21/9/2024). 

Hampir satu dasawarsa, tiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, SDN Padangdangan 2 selalu menampilkan hadrah-banjari untuk mengiringi pembacaan sholawat nabi. 

Penampilan hadrah-banjari dari para murid sekolah tersebut mencuri perhatian dan menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk dari kepala sekolah, Madun, S.Pd. 

Dalam sambutannya di hadapan para siswa, Madun menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kekompakan para siswa dalam membawakan kesenian tradisional tersebut. 

"Sekolah kita memang tiap tahun menyelenggarakan acara Maulid Nabi. Sederhana tapi tetap semarak dengan penampilan hadrah-banjari dari teman-teman kalian," ujar Madun dengan bangga.

Tak hanya mendapat apresiasi dari pihak sekolah, penampilan tersebut juga dipuji Ustadz Salehodin Hr, penceramah yang diundang khusus untuk memberikan siraman rohani di acara tersebut.  

"Apa yang ditampilkan adik-adik kita ini adalah wujud dari kecintaan mereka kepada Rasulullah. Semoga hal ini menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menjaga tradisi warisan leluhur, " ucap Ustadz Salehodin di hadapan para peserta didik.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Padangdangan 2 tahun ini berjalan dengan khidmat. Momen ini menjadi ajang bagi para siswa untuk lebih mengenal nilai-nilai keislaman yang sarat akan teladan dari Rasulullah. [Surya]

Pelaksanaan Acara Maulid Nabi Muhammad di SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan

Sdn padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep
Dari kiri: Kepala SDN Padangdangan 2 bersama Ustadz Salehodin Hr. [Foto: Surya]

apoymadura.com - SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menggelar acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sabtu (21/9/2024). 

Kegiatan ini diselenggarakan dengan penuh khidmat oleh seluruh warga sekolah; mulai dari siswa, guru, hingga staf, dengan tujuan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlak mulianya.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh salah satu siswa yang menambah nuansa religius pada pagi itu.  

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini menghadirkan penceramah, Ustadz Salehodin Hr, yang memberikan siraman rohani kepada seluruh jamaah.

Dalam ceramahnya, Ustadz Salehodin Hr mengupas tentang akhlak mulia Rasulullah SAW yang patut dijadikan teladan setiap muslim. 

"Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan perilaku yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi. Sikap beliau lemah lembut, adil, bijaksana dalam kehidupannya, baik sebagai individu maupun pemimpin umat," terang Ustadz Salehodin Hr yang berasal dari Desa Panaongan, Kecamatan Panaongan, Kabupaten Sumenep. 

Sedangkan Kepala SDN Padangdangan 2, Madun,S.Pd dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara dan berharap agar peringatan Maulid Nabi ini menjadi sesuatu yang sangat bermakna. 

"Mungkin kita tidak mampu meneladani keseluruhan akhlak Nabi Muhammad SAW. Tapi dengan selalu berusaha menjadi orang baik, insya Allah kita telah mendekat kepada akhlak mulianya," ungkap Madun. 

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Padangdangan 2 berjalan lancar dan penuh makna. Di akhir acara, seluruh hadirin bersama-sama membaca doa, memohon agar selalu diberikan kekuatan dalam meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. [Surya]

Jumat, 20 September 2024

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto: Sekolah sebagai Wadah Inovasi untuk Pendidikan Berkualitas

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Dari kanan: Agus Sugianto bersama Wakil Ketua AKD Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terus berinovasi dalam memajukan dunia pendidikan. 

Agus Sugianto sebagai Kepala SDN Panaongan 3, menerangkan bahwa sekolahnya aktif mendatangkan berbagai tokoh penting sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berdaya saing. Jumat (20/9/2024). 

"Kami tidak ingin stagnan. Kami terus berbenah agar sekolah kami bisa melahirkan banyak generasi emas yang bisa dibanggakan banyak orang," ungkap Agus Sugianto dalam sebuah kesempatan di hadapan Wakil Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Sumenep, Ahmad Saleh Harianto.

Dalam acara tersebut, Ahmad Saleh Harianto diundang pihak sekolah untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi kepada para peserta didik. 

Selain itu, SDN Panaongan 3 sudah seringkali berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkaya wawasan siswa dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. 

Beberapa tokoh yang telah dihadirkan di sekolah ini selama pucuk pimpinanan dipegang Agus Sugianto, antara lain: Wakil Bupati Sumenep, Camat Pasongsongan, Koramil Pasongsongan, Polsek Pasongsongan, Puskesmas Pasongsongan, BNN Sumenep, Perpusda Sumenep.

Sekolah ini juga melibatkan para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan serta para alim ulama yang sering mengisi acara pengajian pada hari-hari besar keagamaan. 

"Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga membangun karakter siswa melalui nilai-nilai sosial dan keagamaan yang kuat," ucap Agus Suginto. 

Dengan berbagai kegiatan tersebut, SDN Panaongan 3 berharap mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan sosial. 

"Saya optimis, semua inovasi ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di lembaga ini," tutup Agus Sugianto. [Surya]

SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Menggandeng Wakil Ketua AKD Sumenep Berikan Pemahaman Demokrasi

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep
Kepala Desa Pasongsongan ketika memberikan sambutan tentang Proyek Penguatan Profil Pancasila di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com -  SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberi pemahaman kepada siswanya mengenai isu-isu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Salah satu ikhtiarnya dengan menghadirkan Wakil Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Sumenep, Ahmad Saleh Harianto,S.Pt, untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang konsep dan pentingnya demokrasi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai demokrasi, sebuah sistem pemerintahan yang melibatkan partisipasi aktif rakyat dalam pengambilan keputusan politik. 

Menurut Ahmad Saleh Harianto, pengenalan demokrasi sejak dini terutama usia Sekolah Dasar adalah hal yang sangat penting. 

"Demokrasi adalah hak dan kewajiban setiap warga negara, termasuk anak-anak. Mereka perlu dibekali pemahaman mengenai peran mereka dalam kehidupan berdemokrasi, supaya kelak bisa menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab," jelasnya di hadapan para siswa. 

Ia juga menerangkan, bahwa siswa-siswi sebagai generasi penerus harus memahami betapa pentingnya saling menghormati pendapat orang lain. Dan bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan sosial, sangat relevan dalam kehidupan demokratis.

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan
Salah seorang siswa mendapat doorprize dari Wakil Ketua AKD Sumenep. [Foto: Surya]

Selaras dengan semangat Proyek Penguatan Profil Pancasila, Ian, panggilan akrab Ahmad Saleh Harianto, mengajak para siswa untuk mulai menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

“Sebagai pelajar, kalian harus mengedepankan sikap saling menghargai, menjaga persatuan di tengah perbedaan. Itulah esensi Pancasila yang harus kita jaga dan amalkan,” ungkapnya.

Dalam penutupannya, Ian berharap kegiatan ini bisa membentuk karakter para siswa untuk tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang  berjiwa Pancasilais. 

Ada tambahan sedikit. Sebelum memulai acara Proyek Penguatan Profil Pancasila, Ian menyantuni murid yatim yang ada di sekolah tersebut, dan memberikan doorprize kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan. [Surya]

Penutupan KKN Posko 15 Universitas Annuqayah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Panaongan

Desa Panaongan kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Maulid Nabi Muhammad SAW dan Penutupan KKN Posko 15 Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Kegiatan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 15 Universitas Annuqayah yang berlangsung di Desa Panaongan berjalan lancar dan penuh khidmat. 

Acara ini dirangkaikan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditempatkan di Pondok Pesantren Al-Furqon. Jumat (20/9/2024). 

Acara penutupan KKN dihadiri KH Naqib Hasan (salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk), KH Djamaluddin Johan (pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon), dan para mahasiswa Universitas Annuqayah. Acara penutupan tersebut menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama beberapa pekan terakhir di desa tersebut. 

Muhammad Hasan, Kasi Pemerintahan Desa Panaongan, memberikan komentarnya di depan para jurnalis media online, “Kami bersyukur atas kehadiran mahasiswa KKN Posko 15 Universitas Annuqayah. Banyak program yang telah dikerjakan dan tentunya sangat memberikan manfaat bagi warga. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut di masa mendatang."

Acara ini juga dihadiri para alim ulama dan tokoh masyarakat Desa Panaongan. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan dan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan KKN serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dengan diiringi pembacaan shalawat dan doa bersama. 

Selain itu, acara ini juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, dan para tokoh desa. [Surya]


Kamis, 19 September 2024

Kegiatan Rutin Jumat Pagi di SDN Panaongan 3, Mengaji Bersama Surah Yasin

Sdn panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Kegiatan rutin Jumat pagi SDN Panaongan 3, yakni mengaji Yasin bersama. [Foto: Surya]

apoymadura.com - SDN Panaongan 3, yang terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, memiliki tradisi keagamaan yang rutin dilakukan setiap Jumat pagi. 

Kegiatan mengaji bersama surah Yasin merupakan sebuah rutinitas yang telah berlangsung cukup lama dan menjadi bagian integral dari pembentukan karakter religius siswa-siswi di sekolah tersebut. Jumat (20/9/2024). 

"Setiap Jumat pagi, seluruh siswa kami mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul disalah satu ruang kelas. Tanpa dikomando lagi," terang Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd.

Agus panggilan akrabnya mengungkapkan, bahwa kegiatan mengaji bersama ini dipimpin oleh seorang guru yang bertugas untuk memandu bacaan surah Yasin dari awal hingga akhir. 

"Biasanya, guru agama kami atau kadang saya secara bergantian memimpin kegiatan mengaji ini," terang Agus. 

Mengaji bersama dimulai tepat setelah bel pagi berbunyi. Sebelum memulai bacaan, guru yang memimpin terlebih dahulu memberikan pengantar singkat mengenai pentingnya membaca dan memahami surah Yasin. 

Setelah pengantar, seluruh siswa secara bersama-sama mengikuti bacaan surah Yasin yang dipandu oleh guru.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperkuat iman, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kekompakan di antara para siswa.

"Selain sebagai bentuk pembiasaan ibadah, mengaji bersama ini juga bertujuan untuk membentuk karakter religius, sopan santun, dan rasa saling menghormati antar siswa," tambah Agus. 

Kegiatan rutin mengaji bersama surah Yasin di SDN Panaongan 3 menjadi salah satu upaya sekolah dalam mendidik siswa tidak hanya secara akademis, tapi juga spiritual. [Surya]

Pesona Topeng Dalang SDN Pasongsongan 1 di Hadapan Bupati Sumenep

Sdn pasongsonga 1 kabupaten Sumenep
Penampilan Topeng Dalang SDN Pasongsongan 1 di pentas Pendopo Kecamatan Pasongsongan. [Foto: surya]

apoymadura.com - Dalam acara Penganugerahan Bupati Sumenep Award di Pendopo Kecamatan Pasongsongan, murid-murid SDN Pasongsongan 1, berhasil memukau hadirin dengan penampilan seni Topeng Dalangnya. Kamis (19/09/2024). 

Pentas Topeng Dalang menjadi semakin semarak dengan iringan gamelan yang juga dimainkan siswa-siswi SDN Pasongsongan 1, memberikan sentuhan khas yang memperkaya suasana acara.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang turut hadir dalam acara tersebut terkesima akan kemahiran para murid dalam menyajikan seni tradisional yang sarat dengan nilai budaya Madura. 

Tidak hanya itu, kehadiran Forkopimcam Pasongsongan menambah khidmat acara penganugerahan yang dirangkai dengan pagelaran seni budaya lokal.

Kepala SDN Pasongsongan 1, Mariyatul Qibtiya, dengan bangga menyampaikan bahwa siswa-siswinya sudah terbiasa tampil dalam berbagai acara formal, baik tingkat kabupaten atau provinsi. 

"Peserta didik kami telah terbiasa dengan pentas seni, dan mereka selalu menunjukkan semangat luar biasa dalam tiap penampilannya," ujar Mery panggilan akrab Mariyatul Qibtiya. 

Dirinya berharap mereka dapat terus mengharumkan nama sekolah serta menjaga warisan budaya melalui seni Topeng Dalang.

Dengan tampil di hadapan para pejabat penting dan tokoh masyarakat, murid-murid SDN Pasongsongan 1 membuktikan bahwa seni tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat. 

Acara Penganugerahan Bupati Sumenep Award ini menjadi salah satu momentum penting bagi sekolah untuk terus berkarya dan menginspirasi, serta membuktikan bahwa pendidikan seni budaya tetap relevan di era modern. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...