Kamis, 12 September 2024

Ramuan Banyu Urip,Terobosan Baru untuk Menyembuhkan Buta Warna

Therapy banyu urip
Proses pengobatan gangguan penglihatan dengan Ramuan Banyu Urip. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Buta warna sebuah kondisi dimana seseorang mengalami ketidakmampuan melihat perbedaan warna-warna tertentu. 

Tidak hanya di Indonesia, masyarakat dunia menganggap buta warna tidak dapat disembuhkan. Namun sebuah inovasi terbaru dari PT Bintang Banyu Urip mengubah persepsi ini.

Adalah Ramuan Banyu Urip, produk unggulan dari PT Bintang Banyu Urip, kini dikenal luas sebagai solusi revolusioner untuk membantu penderita buta warna. 

"Ramuan kami memiliki formula khusus yang efektif dalam memperbaiki kemampuan mata membedakan warna," terang MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip, ketika diwawancarai di kantornya, kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. Jumat (13/9/2024). 

Ramuan ini telah menarik perhatian banyak pihak, mulai dari komunitas medis hingga masyarakat umum yang mencari pengobatan alternatif.

"Ramuan Banyu Urip dikembangkan melalui riset panjang yang mengandung bahan-bahan alami berkualitas tinggi. Komposisinya dirancang khusus untuk membantu regenerasi sel-sel mata," ungkap MS Arifin. 

Formula ini tidak hanya aman digunakan, tetapi juga telah melalui berbagai uji klinis untuk memastikan efektivitasnya dalam mengatasi berbagai jenis buta warna.

Ramuan ini secara bertahap membantu penderita buta warna untuk melihat perbedaan warna dengan lebih jelas. [Surya]

Sukses MS Arifin Bawa PT Bintang Banyu Urip Go International, Sebuah Tanggapan Sugiono

Pt bintang Banyu Urip
Dari kiri: MS Arifin bersama Sugiono. [Foto: Surya]

apoymadura.com - PT Bintang Banyu Urip, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi ramuan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, telah mencapai sukses besar dibawah kepemilikan MS Arifin. 

Berkat visi cerdas MS Arifin, perusahaan ini berhasil mengepakkan sayapnya hingga ke pasar internasional. 

Sugiono, yang menjabat sebagai kepala promosi dan distribusi untuk wilayah Madura, turut memberikan komentarnya mengenai pencapaian ini. Kamis (12/9/2024). 

“Pak Arifin memiliki visi yang jelas tentang bagaimana membawa produk lokal kita dikenal di berbagai mancanegara," Sugiono memulai ceritanya ketika jurnalis media ini beranjangsana di kediamannya, Dusun Morasen, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Dengan banyaknya produk-produk kesehatan berbasis kimia di pasar internasional, Arifin mampu memosisikan ramuan tradisional sebagai solusi yang aman bagi konsumen. 

"Strategi ini terbukti efektif, mengingat adanya tren global yang semakin mengedepankan produk berbasis herbal," ucap Sugiono. 

Keberhasilan PT Bintang Banyu Urip go international juga tidak lepas dari komitmen perusahaan terhadap kualitas dan inovasi. 

Ramuan yang diproduksi tidak hanya mempertahankan nilai-nilai tradisional, tetapi juga terus dikembangkan berdasarkan riset ilmiah. 

Hal ini menjadi salah satu faktor utama mengapa produk PT Bintang Banyu Urip dapat bersaing di pasar global.

“Saya optimis. Kedepan PT Bintang Banyu Urip akan terus berkembang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ucapnya meniscaya. [Surya]

Disiplin dan Ketepatan Waktu, Kunci Sukses MS Arifin sebagai Ketua DPD PAP3I Jawa Timur

Dpd pap3i jawa timur
Imam Subakti (paling kanan) dalam sebuah workshop di DPC Gresik. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur, MS Arifin, dikenal sebagai sosok yang memiliki disiplin tinggi dan selalu tepat waktu dalam tiap tindakannya. 

"Dua prinsip inilah yang menjadi landasan kesuksesannya dalam memimpin organisasi," nilai Imam Subakti, Ketua DPC PAP3I Kabupaten Bangkalan. Kamis (12/9/2024). 

Menurut Imam, MS Arifin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selalu mengedepankan komitmen terhadap visi dan misi PAP3I, sehingga seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PAP3I di Jawa Timur berhasil maju dan berkembang sesuai harapan.

Sejak awal menjabat sebagai Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap disiplin. 

"Baginya disiplin bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan kunci utama dalam menjaga konsistensi kerja organisasi," lanjut Imam.

Setiap langkah yang diambil selalu diperhitungkan dengan matang, dan ia tidak pernah melalaikan tugas yang telah dipercayakan kepadanya.

Selain disiplin, MS Arifin dikenal sebagai sosok yang selalu menghargai waktu. Ia selalu berusaha untuk tepat waktu dalam setiap pertemuan dan kegiatan yang dihadirinya. 

Imam Subakti juga mengungkapkan, kemajuan DPC PAP3I Jawa Timur juga terlihat dari semakin banyaknya pemijat dibawah binaannya yang bersertifikasi.

"Lewat kolaborasi yang baik antara DPD dan DPC, MS Arifin berhasil membawa PAP3I Jawa Timur menjadi salah satu organisasi yang diperhitungkan dalam dunia kesehatan alternatif di tanah air," pintas Imam. [Surya]

Rabu, 11 September 2024

Workshop dan Bakti Sosial: Jalan MS Arifin Berbagi Ilmu Pijat Penyehatan

Pap3i jawa timur
MS Arifin (2 dari kiri) ketika melaksanakan workshop PAP3I dan pemberian sertifikat. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, telah menemukan celah untuk berbagi ilmu dengan masyarakat melalui workshop dan program bakti sosial. 

Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, ia tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga berbagi tentang pentingnya pijat penyehatan sebagai ikhtiar memelihara kesehatan tubuh.

"Pijat penyehatan yang dilakukan dengan teknik yang benar dan sesuai prosedur medis, bisa dijadikan untuk menyembuhkan penyakit," terang MS Arifin di kantornya, Jalan Selokan Mataram, Yogyakarta. Kamis (12/9/2024). 

Lewat workshop yang seringkali digelar diberbagai tempat, para peserta tidak hanya diajak untuk belajar teknik pijat, tetapi juga diajak untuk memahami anatomi tubuh dalam mempertahankan kesehatannya. 

"Pengetahuan ini penting karena kesalahan dalam melakukan pijat dapat berdampak buruk pada kesehatan," ucapnya. 

Oleh karena itu, MS Arifin menekankan bahwa pelatihan yang benar sangat diperlukan agar pijat penyehatan dapat memberikan manfaat maksimal.

Selain workshop, kegiatan bakti sosial yang dilakukan MS Arifin juga menjadi jalan baginya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Melalui kegiatan ini, kami memberikan layanan pijat gratis bagi yang membutuhkan, sambil memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan," ujarnyaujarnya MS Arifin. 

Dengan mengikuti pelatihan dari para ahli seperti MS Arifin, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia. [Surya]

H Akhmad Busri Apresiasi Kehadiran Guru Honorer di Musyawarah Awal Tentang Rekrutmen PPPK Guru Kabupaten Sumenep

Forum honorer kategori 2 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Haji Akhmad Busri,M.Pd. [Foto: Surya]

apoymadura.com - H Akhmad Busri selaku pembina Forum Honorer Kategori-2 (FHK-2) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menyatakan apresiasi mendalam terhadap para guru honorer yang hadir dalam musyawarah awal terkait informasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru Kabupaten Sumenep. Rabu (11/9/2024). 

Dalam musyawarah yang digelar di SDN Pasongsongan 1, H Akhmad Busri menyampaikan rasa bangganya atas semangat para guru honorer yang rela menempuh perjalanan cukup jauh untuk bisa hadir ke acara tersebut. 

"Karena saya tahu persis, akses jalan sulit dan buruk menuju ke tempat ini," ujar H Akhmad Busri. 

Kondisi ini tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap hadir, demi memperoleh informasi terbaru terkait peluang mereka dalam mengikuti rekrutmen PPPK.

Sebagai pembina FHK-2, H Akhmad Busri turut memanjatksn doa agar seluruh guru honorer, baik dari Kategori-2 maupun non K-2, bisa tercover sebagai PPPK pada 2025 mendatang. 

“Kami semua berharap agar seluruh guru honorer bisa tuntas pada 2025, sehingga tidak ada lagi yang merasa terabaikan," harap H Akhmad Busri. 

Musyawarah awal ini jadi pijakan penting bagi semua guru honorer di Kabupaten Sumenep dalam memperoleh kepastian terkait status mereka. 

Pemerintah, melalui skema rekrutmen PPPK, memberikan peluang bagi para tenaga honorer untuk memperoleh kesejahteraan melalui status kepegawaian. [Surya]

Musyawarah FHK-2 Kecamatan Pasongsongan Bahas Rekrutmen Guru PPPK Sumenep

Fhk-2 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Abu Siri,S.Ag, Ketua FHK-2 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Tahun ini Kabupaten Sumenep akan segera melaksanakan rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam waktu dekat. Rabu (11/9/2024). 

Terkait masalah tersebut, Forum Honorer Kategori-2 (FHK-2) Kecamatan Pasongsongan mengambil langkah awal guna memastikan seluruh guru honorer mengetahui mekanisme pelaksanaan rekrutmen tersebut. 

Kemudian FHK-2 Kecamatan Pasongsongan menggelar musyawarah yang berlangsung di SDN Pasongsongan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Musyawarah ini dipimpin langsung Ketua Forum Honorer Kategori-2 Kecamatan Pasongsongan, Abu Siri, yang memberikan arahan mengenai persiapan yang harus dilakukan oleh para guru honorer dalam menghadapi seleksi PPPK. 

"Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menjembatani komunikasi antara guru honorer, baik K-2 atau non K-2 dengan pihak terkait, sehingga seluruh informasi tentang rekrutmen dapat tersampaikan secara merata," ucap Abu Siri. 

Ia juga menegaskan, bahwa penting bagi semua guru honorer untuk memahami setiap detail proses rekrutmen agar dapat mempersiapkan diri dengan sebaik myngkin.

“Musyawarah ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap nasib para guru honorer. Kita akan pastikan semua anggota forum ini memperoleh informasi dan bisa mengikuti proses seleksi,” ujar Abu Siri.

Sebagai tindak lanjut dari musyawarah ini, hasil pertemuan tersebut akan dibawa ke musyawarah lanjutan yang akan digelar di Kecamatan Ambunten. 

Pada musyawarah lanjutan di Ambunen nanti, FHK-2 Kecamatan Pasongsongan bersama Kecamatan Ambunten dan Kecamtan Rubaru akan menghadirkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep untuk memberikan penjelasan lebih detail terkait pelaksanaan rekrutmen PPPK di Kabupaten Sumenep. [Surya]

Ketua KKKS, H Akhmad Busri, Hadir dalam Pertemuan Guru Honorer di SDN Pasongsongan 1, Sumenep

Sdn Pasongsongan 1 kabupaten Sumenep
H Akhmad Busri, Ketua KKKS Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - H Akhmad Busri sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), hadir dalam pertemuan penting yang diikuti oleh para guru honorer, baik dari K2 maupun non-K2, di SDN Pasongsongan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu (11/9/2024). 

Pertemuan ini diadakan untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada para guru honorer dalam rangka menghadapi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada sambutannya, H Akhmad Busri menekankan beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh para guru honorer. Salah satunya adalah agar tidak tergiur janji-janji oknum yang mengklaim bisa menjamin kelulusan dalam seleksi PPPK. 

"Jangan mudah tergiur pada oknum yang menawarkan jalan pintas dengan iming-iming kelulusan seleksi PPPK. Semua harus melewati proses yang adil dan transparan," ungkap H Akhmad Busri.

Selain itu, ia juga mengingatkan para guru honorer untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi fisik maupun mental. 

"Persiapkan diri sebaik mungkin, baik jasmani maupun mental. Banyak belajar dan terus tingkatkan kompetensi agar peluang lolos seleksi semakin besar," ucap Kepala SDN Pasongsongan 4 ini.

Saling support dan saling berbagi ilmu diantara sesama guru honorer adalah sikap bijaksana. Jangan saling menjatuhkan, tapi saling menguatkan. 

Tidak kalah penting, ia  juga mengingatkan agar para guru honorer selalu mengikuti perkembangan informasi terkait seleksi PPPK. 

"Mengupdate berita terbaru dan memahami aturan-aturan yang berlaku dapat membantu mereka lebih siap dalam mengikuti proses seleksi," tegas H Akhmad Busri. 

Dengan dukungan dari KKKS dan semangat belajar yang tinggi, harapan untuk mendapatkan status sebagai PPPK semakin terbuka lebar untuk bisa lolos. [Surya]

Selasa, 10 September 2024

Jiwa Tentara pada MS Arifin Mendorong DPC PAP3I Jawa Timur Berbenah dalam Pelayanan

Dpd pap3i jawa timur
MS Arifin (kanan) ketika masih menjabat sebagai Polisi Militer. [Foto: Dokumen Pribadi]

apoymadura.com - MS Arifin dikenal memiliki jiwa tentara yang kokoh, telah membawa perubahan signifikan dalam organisasi Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) di wilayah Jawa Timur. 

Dengan kedisiplinan ala prajurit, MS Arifin memotivasi seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PAP3I di Jawa Timur untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. 

"Jiwa kepemimpinan MS Arifin mampu menggerakkan para anggota PAP3I untuk terus memperbaiki diri, khususnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat," nilai Imam Subakti, Ketua DPC PAP3I BangkalanBangkalan yang diwawancarai lewat sambungan telepon. Rabu (11/9/2024). 

Hal ini tidak terlepas dari visi misi PAP3I yang mulia, yaitu memberikan layanan kesehatan alternatif melalui pemijatan bagi masyarakat yang kurang mampu. 

Menurut Imam Subakti, para anggota PAP3I di bawah bimbingan MS Arifin tidak hanya mengandalkan keterampilan memijat yang mereka miliki. Mereka juga berbekal sertifikat resmi yang dikeluarkan langsung oleh Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. 

"Sertifikasi ini menandakan kalau para anggota memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara resmi, yang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang mereka berikan," terang Imam Subakti. 

Dengan upaya dan kerja keras yang dilakukan, PAP3I di bawah binaan MS Arifin diharapkan dapat terus berkembang, menjadi organisasi yang kian solid dan bisa diandalkan. 

Ada tambahan sedikit, MS Arifin mengabdi pada negara sebagai Polisi Militer. Asli Sumenep dan kini pensiun menetap di Yogyakarta. [Surya]

Kabid GTK Disdik Kabupaten Sumenep Dorong Implementasi Sekolah Responsif Gender

Kepala sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (paling kanan), Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, hadir dalam rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan yang digelar di SDN Soddara 1. Selasa (10/9/2024). 

Kehadirannya dalam rapat tersebut membawa misi penting, yakni mendorong para kepala sekolah dan guru untuk menerapkan konsep Sekolah Responsif Gender di lingkungan pendidikan dasar.

"Penerapan sekolah responsif gender menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi semua anak, tanpa memandang perbedaan gender," terang Fairusi. 

Ia juga menjelaskan, bahwa nantinya sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga ruang aman dan nyaman bagi siswa untuk berkembang tanpa ada diskriminasi atau kekerasan.

Sehabis rapat, jurnalis apoymadura.com berkesempatan meminta tanggapan Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto.

Kepala SDN Panaongan 3 ini juga memberi dukungan penuh terhadap program yang diusung oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Sumenep tersebut. 

"Inisiatif ini merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi, karena program Sekolah Responsif Gender telah menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Sumenep yang dikenal secara nasional," ucap Agus Sugianto. 

Lebih lanjut, Agus Sugianto juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) terkait Sekolah Responsif Gender di Kecamatan Pasongsongan.

"Kami akan mendorong supaya Bimtek Sekolah Responsif Gender segera diadakan, dengan memanfaatkan dua orang guru yang telah mengikuti pelatihan. Pada akhirnya, semua sekolah dasar, baik negeri maupun swasta di Kecamatan Pasongsongan, dapat berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang responsif gender dan meminimalkan tindak kekerasan pada anak," ujar Agus Sugianto.

Program Sekolah Responsif Gender diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bijak dan bebas dari segala bentuk diskriminasi, serta berkontribusi pada terciptanya generasi penerus yang lebih toleran terhadap perbedaan. [Surya]

Penguatan Peran Guru di Kecamatan Pasongsongan, Fokus Utama Pertemuan KKKS Bersama Kabid GTK

sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan kabupaten Sumenep
Rapat KKKS Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan secara rutin menggelar pertemuan guna memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Selasa (10/9/2024). 

Pertemuan kali ini bertempat di SDN Soddara 1 Pasongsongan, dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, yang memberikan arahan mengenai peran utama guru dalam dunia pendidikan.

"Sebagai salah satu pilar utama dalam dunia pendidikan, guru memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Mereka dapat membawa perubahan positif pada generasi penerus bangsa," ujarnya.

Ia mengapresiasi inisiatif KKKS Kecamatan Pasongsongan dalam mengadakan pertemuan rutin, yang menjadi wadah bagi kepala sekolah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan mereka.

"Kolaborasi antara kepala sekolah dan guru merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan inovatif," tegas Akhmad Fairusi. 

Peran guru sebagai pembimbing di kelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Dedikasi dan kompetensi mereka akan terus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep. [Surya]

Senin, 09 September 2024

Sanggahan Ketua DPD PAP3I Jawa Timur Terkait Isu Mencari Keuntungan dari Setiap Workshop

dpd pap3i jawa timur
Pelatihan pijat dan bingkisan Ramuan Banyu Urip dari Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (DPD PAP3I) Jawa Timur, MS Arifin, memberikan klarifikasi terkait dugaan kalau tiap workshop yang diselenggarakan organisasinya hanya bertujuan meraup keuntungan semata. 

MS Arifin menjelaskan bahwa tiap kali menyelenggarakan workshop, biaya yang dikeluarkan sebagian besar ditanggung pribadi. 

"Jika hitung-hitungan soal keuangan, justru kami yang rugi. Biaya transportasi, akomodasi, dan bingkisan untuk peserta sering kali saya tanggung sendiri,” ungkapnya saat diwawancarai di kantornya, Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. Selasa (10/9/2024). 

MS Arifin menepis tudingan bahwa PAP3I mencari keuntungan dari workshop adalah hal yang tidak berdasar. 

"Workshop yang dilaksanakan PAP3I selalu berorientasi pada peningkatan kualitas dan kompetensi para peserta, bukan untuk mengejar profit," tegas eks-Polisi Militer ini meyakinkan. 

MS Arifin mengungkapkan bahwa PAP3I senantiasa berkomitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi para pemijat penyehatan di Jawa Timur melalui pelatihan dan workshop gratis.

"Sekali lagi kami tegaskan, bahwa semua penyelenggaraan workshop apa pun yang berkaitan dengan PAP3I, saya pribadi yang tanggung," ucapnya.

“Kami di PAP3I fokus pada misi utama, yaitu membangun kompetensi yang berkualitas bagi para ahli pengadaan. Tujuan kami adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para profesional di bidang pengadaan, bukan untuk mencari keuntungan finansial,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, MS Arifin berharap agar semua pihak dapat memahami niat baik di balik penyelenggaraan setiap kegiatan. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...