Minggu, 28 Juli 2024

Rakerda DPD PAP3I Jawa Timur di Pendopo Banyu Urip Pasongsongan Sumenep

Dpd Pap3i jawa timur
Suasana Rakerda DPD PAP3I Jawa Timur ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com - Pendopo Banyu Urip di Pasongsongan Sumenep, menjadi saksi penting pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia) Jawa Timur. Ahad (28/7/2024) 

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh 14 DPC PAP3I dari seluruh Jawa Timur, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan organisasi dan mempererat kerjasama antar daerah.

Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada semua DPC yang telah hadir.

"Tak ada kalimat yang bisa mewakili kebahagiaan saya atas kehadiran para peserta Rakerda hari ini," ucap MS Arifin dalam kata sambutannya. 

Rakerda dpd pap3i jawa timur
MS Arifin (kanan) ketika diwawancarai awak media. [Foto: Yant Kaiy]

Ia menekankan tentang pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan program-program PAP3I. 

Rakerda ini menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan serta merencanakan strategi-strategi baru yang lebih efektif dan efisien. 

Semua itu tentu tidak harus menyimpang dari AD/ART yang telah disepakati

Setelah Para peserta berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk peningkatan kualitas pelayanan, penguatan jaringan antar-DPC, serta inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, MS Arifin juga mengajak semua DPC untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada anggota serta masyarakat. 

"Mari kita bekerja sama untuk membawa PAP3I Jawa Timur ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan semangat kebersamaan, kita pasti bisa mencapai tujuan-tujuan besar," tambahnya.

Rakerda DPD PAP3I Jawa Timur di Pendopo Banyu Urip ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan evaluasi, tetapi juga mempererat hubungan personal antar anggota. 

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, menciptakan ikatan yang lebih erat di antara semua peserta. [Surya]

Jumat, 26 Juli 2024

Penutupan MPLS di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Ditandai Melepas Topi Peserta Didik

Agus sugianto kepala sdn panaongan 3 pasongsongan
Secara simbolik Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan ketika melepas topi para anak didiknya sebagai tanda penutupan MPLS 2024. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sebuah program penyambutan siswa baru sebelum memulai proses kegiatan belajar mengajar. 

Adalah SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep telah resmi menutup kegiatan MPLS yang berlangsung selama dua pekan. 

Acara penutupan tersebut dipimpin Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 secara simbolik, yakni dengan melepas topi masing-masing peserta didik. 

Tindakan ini menandai berakhirnya masa orientasi bagi para murid baru di sekolah yang berlokasi di pelosok desa. 

"Besar harapan saya, seterusnya para murid dapat merasa nyaman dan segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru," ucap Agus Sugianto.

Kegiatan MPLS di SDN Panaongan 3 dirancang untuk membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, memahami peraturan dan tata tertib, serta membangun hubungan baik antara siswa baru dan seluruh warga sekolah. 

"Selama dua pekan pelaksanaan MPLS, berbagai kegiatan telah dilakukan, termasuk pengenalan fasilitas sekolah, perkenalan dengan guru, serta berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keakraban antar siswa," imbuh lelaki murah senyum dan santun. 

Penutupan MPLS ini diharapkan tidak hanya menjadi tanda berakhirnya masa orientasi.

"Tetapi MPLS juga merupakan awal dari perjalanan pendidikan yang menyenangkan dan penuh semangat bagi para siswa baru," tambahnya. 

Agus Sugianto juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh siswa.

Dengan selesainya kegiatan MPLS, diharapkan para siswa baru dapat menjalani masa pendidikan mereka dengan lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan akademik di masa depan. [Surya]

Pasar Tumpah di Waru Pamekasan: Antara Kebutuhan Ekonomi dan Keluhan Masyaraka

Pasar timpah waru Pamekasan
Suasana pasar tumpah di jalan raya Waru Pamekasan Madura. [Foto:Yant Kaiy]

apoymadura.com - Pasar tumpah didefinisikan sebagai sebuah kegiatan jual-beli barang yang menempati area pinggir jalan raya. 

Fenomena pasar tumpah kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kecamatan Waru Pamekasan Madura. 

Di daerah ini, pasar tumpah biasanya berlangsung pada Kamis dan Ahad, dimana para pedagang hasil pertanian dan perikanan menempati sisi jalan raya untuk menjajakan dagangannya. 

Meski memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari, keberadaan pasar tumpah ini juga menimbulkan sejumlah masalah yang dikeluhkan banyak warga.



Salah satu keluhan utama yakni kemacetan yang terjadi di jalan raya Waru, setiap kali pasar tumpah berlangsung. Arus kendaraan yang seharusnya lancar menjadi tersendat karena sebagian badan jalan dipenuhi oleh pedagang. 

"Kondisi ini diperparah oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di bahu jalan raya, mengurangi ruang gerak bagi kendaraan yang melintas," keluh Anjat (41 tahun) yang menjajakan sabun, deterjen, dan odol. 

Lelaki asal Proppo Pamekasan ini mengungkapkan, banyak pengguna jalan merasa terganggu dengan situasi ini. Lantaran seluruh trotoar dijadikan lapak oleh pedagang. 

Pengendara juga harus menghadapi kemacetan panjang dan keterlambatan yang tidak diinginkan, terutama bagi mereka yang bekerja atau memiliki keperluan mendesak. 

"Lebih miris lagi kalau ada mobil ambulan melintas. Walau sirine meraung-raung, tetap saja kemacetan tak bisa dihindari," imbuh Anjat. 

Perlu diketahui, sebelah utara pasar tumpah tersebut ada Rumah Sakit Umum Waru. Sudah pasti tiap hari ada mobil ambulan melintas disitu. 

Selain itu, kemacetan ini juga berdampak pada kualitas udara dan menambah tingkat stres pengguna jalan.

Di sisi lain, para pedagang yang berjualan di pasar tumpah ini juga memahami bahwa aktivitas mereka mengganggu arus lalu lintas. 

Namun, bagi mereka, pasar tumpah adalah salah satu sumber penghasilan utama yang sulit ditinggalkan. 

Mereka berharap adanya solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka. [Surya]

Selasa, 23 Juli 2024

Amazing: MPLS Hari Kedelapan di SDN Panaongan 3, Pengenalan Budaya Daerah Madura

Sdn panaongan 3 pasongsongan Sumenep
Peserta didik baru SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep terlihat ceria bermain yang dibimbing oleh para gurunya. [Foto: Yant Kaiy/Vent]


apoymadura.com  - Pada hari kedelapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep, para peserta didik baru senantiasa disambut dengan kegiatan penuh edukasi dan hiburan. Selasa pagi (23/7/2024). 

"Tema yang diangkat pada hari ini adalah pengenalan budaya daerah Madura, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal kepada anak didik kami," terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Kegiatan pengenalan budaya Madura ini dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah, yang menyampaikan pentingnya mengenal dan menghargai budaya sendiri. 

Ia mengungkapkan bahwa budaya Madura memiliki banyak nilai-nilai positif yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai kegiatan menarik dilaksanakan untuk mengenalkan budaya Madura kepada peserta didik baru.

Terlihat para murid mengenakan baju tradisional khas Madura. Wajahnya ceria dan polos, terkesan penuh semangat. 

Sambil menyanyikan lagu-lagu berbahasa Madura, para siswa baru tersebut diajak menonton dan mempelajari tarian tradisional setempat. 

Tidak ketinggalan, berbagai permainan tradisional Madura turut diperkenalkan kepada siswa. Mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan ini, yang selain menyenangkan juga melatih kekompakan dan kerja sama.

"Kami perhatikan antusiasme peserta didik baru sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap sesi dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap budaya daerah mereka," imbuh Agus Sugianto bangga. 

MPLS di SDN Panaongan 3 bukan hanya sekadar masa pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. [Sury4]

Senin, 22 Juli 2024

Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Siswa di SDN Panaongan 3 bersama Puskesmas Pasongsongan

sdn Panaongan 3 pasongsongan dan Puskesmas pasongsongan
Para peserta didik dan Kepala SDN Panaongan 3 serta nara sumber dari Puskesmas Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy/A6u2]

apoymadura.com  - Untuk yang kesekian kalinya, SDN Panaongan 3 berkolaborasi dengan Puskesmas Pasongsongan menghelat acara sosialisasi pengetahuan dan pemahaman bidang kesehatan, khususnya cara menjaga organ reproduksi. 

Kerjasama kali ini dikemas dalam kegiatan "Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Siswa Sekolah Dasar”. Senin (22/7/2024).

Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan membekali para siswinya dari kelas 4 sampai 6 supaya tahu cara menjaga dan merawat organ reproduksi.

Tentu ini sangat penting karena pada rentang usia tersebut peserta didik sudah memasuki masa akil baligh.

“Mengapa saya menggandeng Puskesmas Pasongsongan. Pertama tenaga Puskesmas lebih profesioanal dibanding para guru. Kedua, rata-rata guru yang mengajar kelas 4 sampai 6 adalah laki-laki, sehingga ketika menerangkan tentang organ reproduksi, ia merasa belum bisa menjelaskan secara vulgar. Terakhir, siswa akan lebih terbuka untuk bertanya dan tidak akan malu karena yang menerangkan petugas perempuan," jelas Agus Sugianto meniscaya. 

Dari kegiatan tersebut, ia berharap bisa membekali siswanya dengan pengetahuan menyangkut organ reproduksi. Dimana siswa dapat mengantisipasi hal-hal yang bisa menjadi pemicu awal timbulnya penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi. 

Kegiatan tersebut berlangsung sangat meriah dan lancar, karena pihak sekolah menyediakan proyektor yang bisa dijadikan media pembelajaran. 

Sesekali para peserta menanyakan beberapa hal yang kurang mereka pahami tentang istilah-istilah yang menyangkut organ reproduksi.

“Kami berharap agar giat kita hari ini bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain yang ada di Kecamatan Pasongsongan. Karena kegiatan ini peserta didik bisa paham cara merawat organ reproduksi," terang Pingkan dari Puskesmas Pasongsongan. 

Sebagai nara sumber, Pingkan juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat organ reproduksi.

"Penyebab kematian nomor 2 tertinggi pada perempuan di Indonesia adalah penyakit pada organ reproduksi, yaitu kanker rahim," cetus Pingkan. 

Dengan tahu cara menjaga dan merawat kesehatan organ reproduksi, paling tidak para siswi bisa menghindari gaya hidup yang bisa menjadi penyebab penyakit tersebut. [Surya/A6u2]

Minggu, 21 Juli 2024

Hari Ketujuh MPLS di SDN Panaongan III, Kerja Sama dengan Puskesmas Pasongsongan

Sdn psnaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep 69457
Petugas Puskesmas Pasongsongan memberikan contoh tata cara mencuci tangan yang baik. (Foto: Yant Kaiy/A6u2) 

apoymadura.com  - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap sekolah pada awal tahun ajaran baru. 

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan siswa didik baru kelas I yang berasal dari PAUD, untuk mengenal lingkungan sekolah barunya supaya mereka bisa beradaptasi.

Biasanya siswa baru tersebut dalam mengenal lingkungan sekolah diberikan materi kegiatan berupa pengenalan potensi diri, pengenalan lingkungan sekolah dan sekitarnya, mengenal budaya dan pembiasaan di kelas, asesmen diagnostik beberapa mata pelajaran, pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, pengenalan budaya daerah, kegiatan literasi dan penguatan kesadaran bela negara.

Tentunya semua kegiatan tersebut dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan.

Spesial memasuki MPLS hari ke-7 SDN Panaongan III berkolaborasi dengan Puskesmas Pasongsongan menyelenggarakan kegiatan "Pola Hidup Bersih dan Sehat", yaitu cara mencuci tangan dengan sabun serta tata cara ke kamar mandi. Senin pagi (22/7/ 2024).

Saat diwawancarai awak media, Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto, S.Pd, mengatakan: “Dengan kegiatan ini, peserta didik kami diberi pengetahuan dan pemahaman baru. Harapannya agar bisa diaplikasikan di sekolah maupun di rumah. Pada akhirnya bisa menjadi kebiasaan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan."

Sementara itu, petugas Puskesmas Pasongsongan Pingkan menjelaskan, bahwa ia mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah yang telah melakukan kegiatan MPLS dengan melibatkan tenaga kesehatan.

Sebab kegiatan ini telah membantu tugas pokok Puskesmas Pasongsongan dalam mengedukasi masyarakat termasuk anak-anak dalam menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Harus diakui, kegiatan ini sangat positif dan memberikan dampak luar biasa pada diri siswa nantinya. Sejatinya kita sudah bisa melakukan tindakan preventif dalam meminimalisir penyebaran penyakit sejak dini," imbuh pingkan.

Kegiatan ini terbilang sukses. Anak-anak secara bergiliran menuju kran air yang sudah tersedia di sekolah.

Satu per satu anak-anak mempraktekkan tata cara mencuci tangan, juga tata cara ke kamar mandi yang didampingi petugas Puskesmas dan para guru.[Surya/46us]

Minggu, 07 Juli 2024

Eksistensi Musik Hadrah dari Zaman ke Zaman di Sumenep

Musik hadrah al-abror panaongan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Muhammad Rodi (kanan) bersama penulis. 

SUMENEP  - Musik hadrah adalah salah satu bentuk seni tradisional Islam yang sangat populer di Indonesia, khususnya di Sumenep, Madura. 

Seni ini memiliki akar yang kuat dalam budaya Arab dan diperkenalkan ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan penyebaran Islam. 

Eksistensi musik hadrah di Sumenep telah bertahan dari zaman ke zaman, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadap seni ini.

Muhammad Rodi, warga Dusun Malaka Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep adalah salah seorang pemain musik hadrah. 

Saat ini dirinya tergabung dalam perkumpulan musik hadrah Al-Abror di kampungnya. Acapkali bersama kelompoknya ia tampil di acara-acara penting. 

Lelaki kekar kelahiran 1981 awalnya ikut orang tuanya dalam perkumpulan musik hadrah. Dari sinilah timbul kecintaan terhadap musik Islami ini. 

"Ketika duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah, saya sudah bisa memainkan musik hadrah," cerita Rodi panggilannya. Sumenep (8/7/2024). 

Perlu diketahui, alat musik hadrah terdiri dari rebana, marawis, dan jidur menjadi instrumen utama dalam pertunjukan hadrah. 

Selain itu, bahasa dan lirik yang digunakan dalam hadrah menggabungkan bahasa Arab dan bahasa Madura, sehingga lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat setempat.

"Hadrah bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumenep," ujar Rodi. 

Biasanya hadrah dimainkan dalam berbagai acara keagamaan seperti Maulid Nabi, peringatan Isra Mi'raj, tujuh bulanan, pengajian agama, dan acara-acara lainnya yang bernuansa Islami. 

Selain itu, hadrah juga menjadi bagian integral dari upacara adat, seperti pernikahan, khitanan, dan selamatan. [Surya]

Sabtu, 06 Juli 2024

KH Musleh Adnan: Membangun Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren

Pengajian umum di pondok pesantren Annidhamiyah

PAMEKASAN  - Dai kondang asal Blumbungan Pamekasan mengisi ceramah agama Islam pada acara haflatul imtihan Pondok Pesantren Annidhamiyah, Desa Bindang Kecamatan Pasean. Sabtu siang (6/7/2024). 

"Saat ini, pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama di pondok pesantren," ucap Kiai Musleh. 

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran sentral dalam membentuk karakter santri.

Santri diajarkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan rasa hormat kepada orang tua serta guru. 

Pembelajaran ini tidak hanya dilakukan melalui pengajaran teori, tetapi juga melalui praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembelajaran kedisiplinan dan kemandirian menjadi nilai tambah bagi para santri," tegas Kiai Musleh.

Kedisiplinan ini bertujuan untuk membentuk karakter yang tangguh dan berkomitmen dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

Sementara pembelajaran kemandirian bertujuan untuk mengurus kebutuhan sehari-hari mereka sendiri, seperti mencuci pakaian, membersihkan asrama, dan memasak. 

"Latihan ini penting untuk membentuk pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain," tegas Kiai Musleh. 

Pengajian umum yang diletakkan di halaman lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Annidhamiyah ini dihadiri ratusan orang. Hadirin tak beranjak hingga acara usai. 

Kiai Musleh juga meminta kepada para wali santri untuk senantiasa mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya selama masa pendidikan. 

"Konsep perhatian antara orang tua dan para gurunya diharapkan santri dapat menjadi individu yang berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat," pungkas Kiai Musleh. [Surya] 

Jumat, 05 Juli 2024

Keberadaan Pasar Tumpah di Waru Pamekasan Timbulkan Kemacetan

Suasana Pasar Waru Pamekasan siang hari
Suasana Pasar Waru siang hari tetap ramai. [Foto: Yant Kaiy]

PAMEKASAN  - Pasar tumpah telah menjadi pemandangan yang umum di berbagai wilayah di Pulau Madura. 

Fenomena ini merujuk pada pasar yang secara dadakan muncul di pinggir jalan raya, sering kali tanpa izin resmi, dan mengambil alih sebagian besar badan jalan. 

Akibatnya, pasar tumpah tidak hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas yang parah tetapi juga memicu emosi dan frustrasi para pengguna jalan.

"Pasar tumpah biasanya muncul di jalan-jalan utama yang ramai dilalui kendaraan. Kehadiran pedagang dan pembeli yang memenuhi badan jalan membuat arus lalu lintas di Pasar Waru terhambat," ucap Mat Surra, salah seorang warga Kecamatan Waru Pamekasan. Jumat (5/7/2024). 

Kendaraan harus berjalan pelan atau bahkan berhenti total, menyebabkan kemacetan panjang terutama pada Kamis dan Ahad.

Surra, panggilan akrabnya menambahkan, pasar tumpah yang mengambil alih jalan raya juga mengancam keselamatan para pengguna jalan. 

Pejalan kaki yang berbelanja dan kendaraan yang parkir sembarangan menambah risiko terjadinya kecelakaan. 

"Tidak jarang terjadi benturan antara kendaraan dan pejalan kaki atau kendaraan lain akibat kondisi jalan yang semrawut," terang Surra. 

Sebenarnya pasar resmi ada di Waru. Tapi keberadaannya sudah sesak. Sehingga pedagang sayur, ikan, dan buah menempati trotoar dan bahu jalan. 

Harapan

Pasar tumpah di Waru Pamekasan merupakan fenomena yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. 

"Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masalah kemacetan dan emosi pengguna jalan dapat diminimalisir," damba Surra. 

Kerjasama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman bagi semua pihak. [Surya]

Rabu, 03 Juli 2024

Pengalaman Pertama Siswi SMP Annidhamiyah Kelas 3 dalam Lomba Baca Puisi

Lomba baca puisi antar pelajar smp annidhamiyah
Tila sedang membaca puisi Dhara Campor Mardha karya Arach Jamali. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com  - SMP Annidhamiyah, berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Annidhamiyah yang berlokasi di Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. 

Tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, tetapi juga didalamnya ada sebuah pondok pesantren yang mengajarkan pendidikan agama Islam layaknya pesantren lainnya. 

Di sekolah ini, para peserta didik didorong untuk mengeksplorasi berbagai bakat dan kemampuan mereka, salah satunya melalui berbagai ajang lomba tiap tahun. 

Kegiatan multi lomba antar pelajar tersebut dikemas dalam bingkai Haflatul Imtihan. Kegiatan tersebut diselenggarakan tiap hari dan kesannya sangat semarak. 

Tila
Tila nama lengkapnya Fattillah Alfi Maghfirah. [Foto: Yant Kaiy]


Lomba baca puisi

Adapun lomba yang dihelat diantaranya ada lomba hafalan surat-surat pendek Alqur'an, bengkel sholat, pidato bahasa Arab dan Inggris, cerdas cermat, karaoke Islami, baca puisi dan lain sebagainya. 

Pada Rabu malam (3/7/2924), suasana di halaman Annidhamiyah terasa lebih meriah dari biasanya. Di panggung utama sudah disiapkan lengkap dengan dekorasi yang menawan, menandakan akan diadakannya multi lomba antar pelajar. 

Peserta dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Yayasan Annidhamiyah hadir untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.

Di tengah kerumunan peserta dan penonton, terlihat seorang siswi kelas 3 SMP Annidhamiyah yang tampak gugup namun bersemangat. Namanya Tila, dan ini adalah kali pertama ia mengikuti lomba baca puisi. 

Sebagai siswi yang dikenal rajin dan berprestasi, Tila selalu memiliki kecintaan khusus pada puisi. 

"Ayah yang selalu memotivasi saya untuk mencoba mengikuti lomba baca puisi ini," ucapnya bersemangat.

Baginya berharap menang sudah pasti. Karena hal itu sebagai modal awal membangun rasa percaya diri. 

Ketika namanya dipanggil, Tila naik ke atas panggung dengan langkah mantap meski jantungnya berdebar kencang. Ia mengenakan seragam sekolah cukup rapi dan jilbab hitam yang menambah kesan anggun pada penampilannya. 

Sorot mata penonton tertuju padanya, membangun semangat tersendiri bagi Tila. 

Puisi Madura yang akan dibacakan Tila berjudul "Dhara Campor Mardhai", sebuah karya penuh dengan cinta tanah air dan pengorbanan seorang pahlawan. 

Suasana menjadi hening ketika Tila mulai melantunkan bait pertama. Dengan suara yang lembut namun tegas, ia menyampaikan setiap kata dengan penuh perasaan. 

Penonton terpukau dengan penampilan Tila. Tepuk tangan meriah mengiringi akhir pembacaan puisinya. 

Meskipun ini adalah pengalaman pertama, Tila berhasil menampilkan pembacaan puisi dengan sangat baik, mengalahkan rasa gugup yang sempat menghantuinya.

Pengalaman pertama Tila mengikuti lomba baca puisi ini tidak hanya menambah rasa percaya dirinya tetapi juga menginspirasi teman-temannya di SMP Annidhamiyah untuk berani mengejar mimpi dan bakat mereka. 

Mengukur diri

Pengalaman Tila adalah contoh nyata bagaimana SMP Annidhamiyah dan Yayasan Pendidikan Annidhamiyah Bindang Pasean Pamekasan berperan dalam mengembangkan potensi peserta didiknya. 

Melalui berbagai kegiatan dan kompetisi, mereka membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter dan berbakat dalam berbagai bidang. [Yant Kaiy]

Haflatul Imtihan Akhirussanah: Ajang Kreatif Siswa dan Santri di Pondok Pesantren Annidhamiyah

Kegiatan haflatul imtihan pondok pesantren annidhamiyah
Kegiatan lomba direncakan akan digelar lebih sepuluh hari oleh pihak panitia Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Annidhamiyah Bindang Pasean Pamekasan. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com  - Pondok Pesantren Annidhamiyah yang terletak di Desa Bindang, Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, terus berupaya meningkatkan kreativitas dan kompetensi para siswa dan santrinya melalui berbagai kegiatan positif. 

Salah satu ajang yang rutin diselenggarakan adalah lomba kreativitas siswa dan santri, yang menjadi wadah untuk mengukur dan mengasah kemampuan para peserta didik dalam berbagai bidang. Rabu (3/7/2024). 

Perlu diketahui, selain ada pondok pesantrennya, Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah juga menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar mulai dari PAUD, RA, MI, SMP, hingga SMA. 

Ajang kreativitas yang dikemas dalam bingkai acara Haflatul Imtihan Akhirussanah ini mencakup beragam lomba yang dirancang untuk menggali potensi siswa dan santri di berbagai aspek. 

"Adapun lomba yang diselenggarakan panitia imtihan antara lain, lomba pidato bahasa Arab dan Inggris, baca puisi, hafalan surat-surat pendek Alqur'an, cerdas cermat, bengkel sholat, dan masih banyak lomba lainnya," terang Tila, salah satu siswi kelas 3 SMP di lembaga pendidikan tersebut. 

Sama seperti siswa dan santri lainnya, Tila merasa senang bisa mengikuti ajang kreativitas semacam itu. Ajang ini tiap tahun rutin diselenggarakan. 

Hal ini sebagai pertanda bahwa siswa dan santri telah selesai menjalani pendidikan atau masa studi. 

Tila
Tila, siswi SMP Annidhamiyah Bindang Pasean Pamekasan. [Foto: Yant Kaiy]

Tujuan Ajang Kreatif

Tujuan utama dari penyelenggaraan ajang kreativitas ini adalah untuk membentuk karakter siswa dan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, seni, dan pengetahuan umum yang baik.

Semua pihak pondok pesantren Annidhamiyah tentu berharap, melalui ajang ini, para siswa dan santri dapat menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

Sebab ajang kreatif ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa dan santri untuk berkompetisi dan menunjukkan bakat mereka, tetapi juga mempererat hubungan antar santri dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan inspiratif. 

Kegiatan ini juga mendorong santri untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan adanya ajang kreatif ini, Pondok Pesantren Annidhamiyah terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang berkualitas, siap menghadapi tantangan zaman, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. [Yant Kaiy]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...