Rabu, 29 Maret 2023

Dinamika Peta Politik Sumenep 2023


Catatan: Yant Kaiy

Bagi-bagi sembako dan angpao tidak lagi jadi amunisi dahsyat dalam mencuri perhatian calon pemilih. Peta politik di ujung timur Pulau Garam Madura saat ini mulai berubah.

Terbukti, pekan pertama Ramadhan 2023 kemarin, niat tulus Said Abdullah membagi-bagikan angpao terhadap warga Sumenep menuai cibiran dari beberapa kalangan. Padahal tidak sedikit uang yang dikeluarkan Said Abdullah.

Kita tahu, aksi ikhlas Said Abdullah bukanlah kali pertama. Tiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia selalu berbagi zakat mal terhadap warga masyarakat di tanah kelahirannya.

Dari peristiwa ini bisa ditelaah, kalau finansial bukanlah power vital bagi seseorang yang bakal maju di sirkuit Pemilu. Bisa jadi pemilih akan mengambil duitnya saja, tapi ogah memilih dirinya di bilik suara.

Dulu masyarakat pemilih bisa dibom pakai duit. Sehingga kiblat pilihannya berubah. Diiming-iming kesejahteraan hidup lebih baik. Ia bakal ada di garis depan membela kepentingan rakyat. Segala aspirasinya akan diakomodir dan segera ditindaklanjuti. Tapi setelah terpilih, ia bak kacang lupa kulitnya.

Zona aman dan nyaman meninabobokan sang wakil rakyat. Sementara masyarakat akar rumput jadi kecewa berat.

Rupanya noktah hitam inilah yang tak mudah dihapus di hati rakyat. Sudah cukup baginya menderita karena telah menjual suaranya 300 ribu rupiah. Tapi sengsara hidupnya selama lima tahun.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Selasa, 28 Maret 2023

Zakat Mal Said Abdullah untuk Sumenep


 

Catatan: Yant Kaiy

Status Said Abdullah saat sekarang menduduki Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI. Politisi senior dari fraksi PDI Perjuangan ini berasal dari Kota Keris Sumenep.

Ramadhan pekan pertama, Said Abdullah membagi-bagikan zakat mal kepada masyarakat dibeberapa lokasi di Sumenep. Angpao itu disalurkan selesai shalat tarawih di masjid dan musholla.

Niat tulus Said Abdullah bukan kali pertama. Setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia tidak absen melakukan hal yang sama. Bahkan diluar Ramadhan ia acapkali memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Namun ada saja orang yang ‘usil’ menyebut perbuatan baiknya sebagai gerakan politik. Semestinya mereka tidak menyudutkan Said Abdullah terlampau dalam.

Perilaku berbagi Said Abdullah terhadap masyarakat di Madura sudah sangat dirasakan cukup membantu perekonomian mereka. Masyarakat bergembira ria.

Kalaupun pemberian zakat mal itu terselip niat pamrih, itu urusan Said Abdullah dengan Sang Khalik. Kita tidak boleh menghakimi pemberian bantuannya. Sebagai muslim, kita harus tetap husnudzon. Jangan terus berburuk sangka.

Ibarat seorang anak yang diberi uang oleh orang tuanya, lalu kita menuduh niat tulusnya sebagai wujud pamrih. Sebagai insan beragama, kita tentu tak bijak menuduh jelek terhadapnya. Paling tidak kita sepantasnya mengucapkan terima kasih.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Senin, 27 Maret 2023

SD Panaongan 3 Butuh Sarana Transportasi

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep madura
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

 

SUMENEP – Beberapa pekan lalu, saat Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 memberikan santunan sepatu dan tas sekolah kepada para murid yatim dan dhuafa di lingkungannya, ternyata diketahui banyak diantara muridnya berjalan kaki lebih dari 2 kilometer. Ini mengundang keprihatinan tersendiri baginya. Senin (27/3/2023).

Penyerahan bantuan itu diterima langsung oleh wali murid bersangkutan. Kepedulian ini bertujuan agar sekolah yang berada di pelosok ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan lingkungan sekitarnya.

“Sekolah kami saat ini butuh sarana transportasi antar-jemput. Minimal kendaraan roda tiga. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya mereka pulang-pergi sekolah dengan jalan kaki,” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Dalam waktu dekat dirinya akan melayangkan proposal kepada para pengusaha asli Pasongsongan. Syukur nanti ada dermawan yang ikhlas membantu.

“Pintu itu senantiasa kami buka lebar-lebar. Kami berharap ada yang mau peduli,” imbuh Agus Sugianto. [kay]

Paguyuban Guru Bahasa Madura Pasongsongan

guru bahasa madura di sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep provinsi jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto,S.Pd memandang perlu dibentuknya sebuah paguyuban (komunitas) guru Bahasa Madura di Pasongsongan. Pernyataan itu dilontarkan Agus Sugianto karena ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengaplikasikan tangga Bahasa Madura (ondhaggha bhasa) dalam berkomunikasi. Senin (27/3/2023).

“Dengan adanya paguyuban guru Bahasa Madura ini, kita bisa menyatukan visi dan misi dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sesama guru nantinya bisa saling belajar di komunitas tersebut,” ucap guru penggerak SD satu-satunya di Pasongsongan ini serius.

Maklum, saat ini para guru khusus Bahasa Madura jenjang pendidikan SD agak kurang. Umumnya guru yang  mengajar memegang banyak bidang studi. Tidak spesifik.

“Bisa dipastikan, hadirnya paguyuban guru Bahasa Madura akan memberikan ruang penyempurnaan tata bahasa daerah yang benar. Kendati bukan satu-satunya, tapi paling tidak hal ini adalah salah satu ikhtiar untuk berbenah,” tambah Agus Sugianto.

Kebutuhan paguyuban guru ini cukup mendesak. Sebab komunitas ini akan menjadi ujung tombak recovery tata sosial dikalangan para murid menjadi lebih baik. Karena pada studi kasus, perilaku seseorang dapat dilihat dari cara bicaranya.

“Gagasan ini nantinya akan saya wacanakan kepada pihak-pihak terkait. Walau saya sendiri bukanlah pemilik kebijakan. Tapi aspirasi ini menjadi bahan pemikiran saya,” tegasnya. [kay]

Sabtu, 25 Maret 2023

Pondok Ramadhan di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

sdn panaongan 3 akan selenggarakan pondok ramadhan, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Program Pondok Ramadhan merupakan salah satu kegiatan keagamaan sangat dianjurkan pada masing-masing sekolah. Walau sifatnya bukan wajib, tapi tidak ada salahnya sekolah melaksanakannya. Ahad (26/2023).

“Pada kalender pendidikan jenjang Sekolah Dasar, ada waktu tiga hari tersedia sebelum masa libur sekolah. Biasanya nanti akan ada surat edaran dari Dinas Pendidikan. SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan telah merancang program Pondok Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 ketika dijumpai di kediamannya, Dusun Benteng Desa Panaongan.

Pelaksanaan Pondok Ramadhan akan diisi kegiatan tadarus, bengkel sholat, siraman rohani oleh guru mapel PAI dan berbuka puasa. Agus Sugianto menambahkan, bahwa dirinya juga akan mengambil kebijakan menggandeng pengusaha lokal untuk ala kadarnya memberikan santunan kepada para peserta didik.

“Perlu digarisbawahi, bahwa kegiatan santunan yatim-piatu dan dhuafa terhadap para peserta didik murni kegiatan sosial. Bukan promosi, apalagi terselip gerakan politik praktis,” ucap lelaki berkacamata ini tegas. [kay]

Jumat, 24 Maret 2023

Zakat Said Abdullah di Ramadhan Hari ketiga



SUMENEP - Masjid Naqsyabandi di Pajagalan, Masjid Laju depan Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, dan salah satu Mushola di Jalan RA Kartini  kebanjiran jamaah sholat tarawih. Tidak seperti dua malam Ramadhan sebelumnya. Jumat (24/3/2023). 

Sebagian besar masyarakat dari seluruh penjuru kecamatan di Kota Keris Sumenep mendatangi ketiga tempat ibadah tersebut karena lagi ada acara bagi-bagi duit. Mereka berbondong-bondong menggelar sajadah agar bisa dapat tempat. Bahkan banyak dari mereka membawa bekal buka puasa. Umumnya mereka datang pada pukul lima sore. 

Parahnya lagi, ada beberapa jamaah sholat tarawih yang melompat pintu pagar demi mendapatkan angpao dari Said Abdullah. Pintu pagar sengaja ditutup karena jamaah sholat tarawih membludak.

Semua orang tahu kalau Said Abdullah saat ini diberi jabatan sebagai Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI untuk periode 2019 - 2024.  [kay/ven]

Artis yang Berasal dari Madura

artis berasal dari madura, artis yang berasal dari madura, artis berdarah madura, artis asli madura, artis indonesia keturunan madura

Catatan: Yant Kaiy
Umardhany Kawesa, salah seorang artis Jakarta berasal dari Kota Keris Sumenep. Saya kenal artis ini di Jakarta pada 1999, sama-sama sebagai perantau. Kami menapaki karier berbeda: dia sebagai biduan dan saya sastrawan. 

Setelah sekian lama berpisah, akhirnya kami dipertemukan kembali di rumah salah seorang musisi senior Sumenep, penyanyi dari group musik dangdut BS, Aji Lahaji. Kamis malam (23/3/2023). 

Perbincangan pun mengalir indah tanpa batas. Saya abadikan perbincangan itu lewat channel Youtube, Apoy Madura. Dengan satu tujuan agar pemirsa bisa memetik hikmah, bahwa hidup membutuhkan tekad kuat dalam meraih impian. 

Pada perbincangan tersebut terkandung nilai-nilai pembelajaran moral sangat kuat. 

Sebagai seorang artis yang bukan kaleng-kaleng, Umardhany menembus ketatnya persaingan penyanyi Jakarta seorang diri. Ia berjuang dari nol hingga sukses saat ini. 

-Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Kamis, 23 Maret 2023

Venceremos

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq

_Mereka yang tak punya api, hidupnya akan sia-sia_ - Rumi

SUBEKI, nama itu telah lama saya dengar. Orang Kaya Baru asal Banyuwangi yang tinggal di Sumenep, Madura.

Hebat. Punya kerajaan bisnis, aset berupa tanah dan bangunan rumah dimana-mana.

Subeki mampu mendikte BNI Syari'ah yang kini melebur menjadi Bank Syariah Indonesia bersama BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri.

Seorang Subeki, berdasarkan rapat internal BSI, bisa menjebol pertahanan perbankan syariah hingga  diduga menimbulkan kerugian uang negara lebih dari 60 milyar.

Subeki dikenal sebagai kiai di internal BNI Syariah/BSI. Tapi menurut rekan-rekan di Al-Amien, ia bukan kiai, jadi bisa kita bilang: "kiai gadungan."

Subeki menggunakan nama orang lain untuk menjebol keuangan perbankan, dia mampu mendikte BNI Syariah agar seluruh duit milik nasabah ditransfer oleh bank ke rekening Subeki. Seluruhnya. 

Nasabah yang lugu, dipecundangi. Dibuat mengemis pada Subeki. Jika nasabah komplain ke bank, pihak bank bilang: kami diminta Kiai Subeki untuk mendebet seluruh duit bapak.

Jadi, tanpa restu pimpinan bank, mustahil Subeki sukses menjebol BNI Syariah/BSI. Inilah mafia perbankan. Setan berbaju syari'ah.

Subeki bisa atur bank. Jika agunan bernilai 15 juta, bisa cair 7 ratus juta. Jika agunan bernilai 300 juta, bisa cair 2 milyar lima ratus, dan seterusnya. 

Tapi, duit milyaran itu ditransfer oleh bank ke rekening Subeki. Nasabah hanya sapi perah, yang akan ditagih setiap bulan oleh bank. Tak peduli apa alasan nasabah. 

Prinsip syari'ah dimana  tuh? Bukankah _maysir, gharar_ dan _riba_ dilarang dalam  akad syariah? Bukankah akad syari'ah itu untuk membumikan nilai-nilai Islam, nilai-nilai universal sebagai bentuk kepatuhan kita pada nilai-nilai _ilahiyah?_

Tapi, perilaku Subeki dengan oknum BSI itu justru merupakan pembangkangan terhadap nilai-nilai ilahiah, pembangkangan terhadap Allah. 

Dalam Islam, yang memilih untuk membangkang pada Allah itu hanya setan, iblis itu semua. Jadi bisa kita bilang, perbuatan pelaku ini bukan syari'ah, melainkan perbuatan setan berbaju syari'ah.

Kabarnya, banyak pejabat, Aparat Penegak Hukum dan pengusaha yang rajin ke rumah Subeki dekat Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Jangan salah, Subeki bukan bagian dari Al-Amien Prenduan. _Track recordnya_ buruk, terdepak juga dia dari Al-Amien.

Awalnya kami belum percaya kehebatan Subeki, baru paham setelah ada empat korban meminta bantuan untuk menangani masalahnya.

Kami koordinasi BSI Cabang Sumenep, BSI Regional Surabaya dan bagian legal di BSI. Mereka semua bingung, tak dapat berbuat banyak. 

Kami hanya minta dua hal: (1) kembalikan seluruh uang nasabah ke rekening mereka, (2) jika tidak, serahkan hasil audit atau seluruh dokumen ke Aparat Penegak Hukum untuk diusut tuntas dan diproses hukum.

Karena tak bergeming, kami memilih turun jalan, sebagai langkah advokasi menjaring korban-korban lain. 

Kita ciptakan gejolak, protes. Kita bangkitkan amarah, bangkitkan api perlawanan, kibarkan semangat juang melawan eksploitasi dan penindasan.

Tak peduli siapapun pejabat dan APH yang terlibat, seret saja. Kami hanya mengerti kosa kata korban, meski perlu pengorbanan.

Jika ada rayuan uang, ada ancaman, ada upaya membenturkan gerakan progresif, ada pihak yang berani membuat "pasukan" kami pesimis dan cemas, maka, kami pastikan maju terus pantang mundur.

Kedepan, kita akan berkumpul dengan para pelopor, menyegarkan kembali gelora perlawanan terhadap kapitalis iblis berbaju syari'ah ini.

Kita harus berani menantang segala tipu daya. Harus berani melawan keserakahan. Pastikan pijakan kaki kita berada pada posisi kritis menantang ketidak adilan. 

Sampaikan bahwa kita lawanmu wahai kapitalis iblis berbaju syari'ah. Kami akan melawan, meski dalam ancaman.

Ingatlah, maut kapanpun dapat menyergap kita. Karena itu, jangan takut. Rapatkan barisan. Kita kibarkan bendera perang.

Kemaren, saya _posting_ status WA untuk menguji kedalaman rasa kemanusiaan rekan-rekan aktifis, dari yang nasionalis sampai aktifis milenial muslim. Bunyinya begini:

_"Marhaenis, kami rindu suaramu. Apa kau merasa tua sehingga geloramu melemah?"_

_"Imperialisme gaya baru harus dilawan dengan sungguh-sungguh. Apa kalian yakin tak perlu lagi diskursus sosialisme dan revolusi untuk melawan kaum penindas ideologis itu?"_

_"Wahai pemuda muslim transformatif. Apakah karena kalian khatam ngaji Al-Qur'an, lalu merasa cukup shaleh? Lihatlah kapitalis berbaju syari'ah yang semakin gemuk, sombong dan congkak. Mereka menginjak-injak Al-Qur'anmu. Keluarlah. Kobarkan api Islam itu."_

_"Aku hidup di masa kini, dimana sastra, puisi dan seni budaya menyerah di bawah sepatu penindas. Tak ada lagi teks perlawanan terhadap kejahatan kekuasaan. Kolaborasi sempurna neolib dengan penguasa telah mampu membunuh sebuah harapan. Kemana kalian para seniman, dimana kalian anak-anak teater?"_

_*Saya belum merasakan energi kritis aktifis-aktifis milenial muslim dari HMI, PMII, IMM, dan lain-lain. Mereka direkam oleh sejarah dan rasanya makin memfosil. Tak ada denyut perlawanan, meski kejahatan di depan mata. Meski penindasan jadi tontonan. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan semakin nyaman. Inilah zaman paling nyaman bagi para penggarong. Selamat istirahat para aktifis..."_

Semua itu lahir bukan semata-mata karena adanya kasus aktual Subeki dan BSI Sumenep.

Melainkan karena nyata di depan mata kita, bagaimana kasus kapal ghoib dengan kerugian bermilyar-milyar di Sumenep semakin ghoib.

Bagaimana _Participating Interest_ migas Sumenep semakin tidak jelas. Bagaimana dugaan korupsi gedung Dinkes Sumenep semakin sayup tanpa ujung. 

Bagaimana masalah kemiskinan dan penderitaan rakyat pulau hanya menjadi komoditas politik lima tahunan sehingga rakyat pulau di Sumenep semakin marginal.

Rakyat hanya diberi makan janji-janji politik busuk oleh penguasa. Bukankah itu pengkhianatan terhadap rakyat dan demokrasi? 

Karena itu, mari bersama-sama kita lawan.

_*Venceremos!*_ (*)

Rabu, 22 Maret 2023

Kesenian Pasongsongan untuk Dunia

                         Catatan: Yant Kaiy

Ternyata banyak kesenian asli Madura berasal dari desa kecil yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pamekasan ini. Desa itu bernama Pasongsongan, masuk wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mulai dari ludruk Madura, topeng dalang dan musik tongtong lahir di desa ini.

Informasi ini saya tahu dari Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SD Negeri Pasongsongan 1 ketika saya melakukan podcast untuk channel Youtube Apoy Madura. Selasa (21/3/2023).

Ludruk Madura

Syahdan, salah seorang guru sekolah bernama Asmoro dari Pagar Batu Kecamatan Saronggi mengajar di Pasongsongan. Asmoro lalu mendirikan kesenian ludruk di Pasongsongan karena masyarakat antusias terhadap kesenian ini.

Tidak berapa lama kemudian, di Desa Pagar Batu berdiri pula kesenian ludruk dan jadi cikal-bakal ludruk Rukun Karya dan Rukun Famili. Kedua kesenian ludruk ini hingga saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

Topeng Dalang

Dari penuturan Ainur Ridwan, pertamakali topeng dalang Madura berdiri di Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan. Dari desa kecil ini, ada salah seorang warganya yang menikah ke Desa Slopeng Kecamatan Dasuk. Tak disangka, ternyata di Desa Slopeng inilah kesenian topeng dalang terus berkibar dan mendunia.

Saat sekarang topeng dalang yang tetap aksis adalah Rukun Pewaras dan Rukun Perawas dari Desa Slopeng.

Musik Tongtong

Musik tongtong lahir dan berkembang di Pasongsongan pada 1980-an. Awal penampilan musik perkusi ini di atas panggung. Karena satu kebutuhan lomba, maka para seniman Pasongsongan merancang panggung bergerak dengan menggunakan roda.

Kenapa dari ketiga kesenian tradisional tersebut salah satunya tidak berkembang di Pasongsongan. Kemungkinan besar karena Pasongsongan menjadi pusat penyebaran agama Islam sejak abad 15 Masehi.

Syiar Islam kala itu dimotori Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Beliau wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Sepeninggal beliau digantikan para anak-anaknya. Salah satu putrinya yang terkenal adalah Nyai Agung Madya.

Pada abad Xll Hijriah berdatangan saudagar Tiongkok Tibet dan Timur Tengah masuk lewat Pelabuhan Pasongsongan. Selain berniaga, kedua bangsa asing itu juga menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok Pulau Madura.

Maka wajar kalau akhirnya semua kesenian tersebut stagnan. Apalagi kesenian Islami berupa zikir Samman hadir dan tumbuh di Pasongsongan.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Ternyata Musik Tongtong Madura Berasal dari Desa ini

musik tongtong madura berasal dari desa pasongsongan kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep
Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Pernyataan Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep membuat banyak orang baru tahu, kalau kesenian tradisional musik tongtong berasal dari Desa Pasongsongan. Rabu (22/3/2023).

“Bukan saya mau membanggakan Pasongsongan. Saksi hidup masih ada sekarang, bukan saya saja. Saya bersama teman-teman membangun komunitas musik tongtong bernama Lor-polor di era 80-an. Komunitas kami beberapakali jadi juara pada festival musik tongtong,” kenang Ainur Ridwan.

Saat ini musik tongtong terus berkembang pesat. Harmonisasi alat-alat musik akustik menjadi warna khas dari musik ini.

“Ciri khusus dari musik tongtong cenderung lebih banyak drumnya. Drum musik tongtong bukan dari kulit, tapi dari ban dalam mobil. Jadi bunyinya unik,” ucap budayawan berpenampilan sederhana ini di kantornya.

Ainur Ridwan menambahkan, pertunjukan musik tongtong Madura dari sejak dulu memang tampil berarak di sepanjang jalan raya. Bahkan saat ini ada tambahan penari di depan group musik tongtong, sebagai bentuk daya tarik. [kay]

Selasa, 21 Maret 2023

Sekilas Tentang KH Imam Arifin Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Nama KH Imam Arifin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat pantai utara Pulau Garam Madura. Ia lahir dan besar di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Beliau salah seorang tokoh agama Islam terkemuka dengan membangun banyak komunitas (perkumpulan) dakwah.

Dzikrul Ghofilin, Dzikir Samman, perkumpulan kesenian hadrah Madura, Perkumpulan Kalimat Tauhid, thoriqoh Sammaniyah, Jamaah Pengajian Senin Pagi, dan beliau adalah seorang dai yang seringkali diundang mengisi acara pengajian umum di beberapa tempat.

KH Imam Arifin merupakan keturunan keenam dari Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin yang wafat pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Siapa Syekh Ali Akbar? Beliau salah satu penyebar agama Islam pertama di pesisir utara pantai Madura.

KH Imam Arifin memilih jalan sebagai pendakwah karena panggilan jiwa. Tak berlebihan kalau akhirnya seluruh waktu yang dimiliki hanya diperuntukkan bagi kepentingan umat.

Kita doakan bersama semoga beliau diberi kesehatan sepanjang hidupnya. Karena kita tahu, jarang ada orang saat sekarang yang totalitas hidupnya diperuntukkan bagi kemaslahatan umat. Ini hanya contoh kecil, menempatkan kepentingan dunia (ekonomi) jauh dibawah agama.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...