Kiai Achmad Riyadi (kiri), Ketua MWC NU Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP – Pagelaran Macapat Madura di
halaman MI Annajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berlangsung sangat
meriah. Jumat malam (1/4/2022).
Keluarga besar MI Annajah menghadirkan Perkumpulan Macapat
Lesbumi MWC NU Pasongsongan dan beberapa pakar Macapat Madura dari Kabupaten
Pamekasan.
“Saya sangat mengapresiasi pementasan seni budaya
ini. Agar Macapat Madura terus membumi, maka perlu ada pembinaan terhadap kaum
muda,” ucap Kiai Ahmad Riyadi ketika memberi kata sambutan.
Ia juga menambahkan, MWC NU Pasongsongan akan
memfasilitasi para siswa MI Annajah yang mau belajar tembang-tembang Macapat
kepada ahlinya. Rekan-rekan dari Perkumpulan Macapat Lesbumi Pasongsongan akan
selalu siap membimbingnya. (Kay)
Tradisi Molang Are di Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
Catatan:
Yant Kaiy
Sebagian besar di Desa/Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep, tradisi Molang Are tetap lestari hingga kini. Tak lekang
oleh waktu. Tak luntur digerus modernisasi.
Tradisi Molang Are bagian budaya Islami setelah bayi
lahir. Pada umumnya ketika bayi menginjak usia 40 hari. Tetangga diundang untuk
mendoakannya lewat pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan Shalawat Nabi.
Selain itu didalamnya ada aqiqah, penyembelihan hewan
ternak. Dua ekor kambing bagi bayi laki-laki, satu ekor kambing bagi bayi
berjenis kelamin perempuan.
Hakikat aqiqah sebenarnya sebagai wujud syukur keluarga
atas kelahiran bayi..[]
Cakades Batukerbuy 01 Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan, H Zainal Fatah berangkat dari panggilan jiwa maju ke pesta demokrasi
langsung (Pilkades). Murni ingin membuat perubahan demi kesejahteraan, keadilan
beradab dan kemandirian Desa Batukerbuy lebih baik.
Niat tulus itu bukan isapan jempol belaka. H Zainal
Fatah sangat yakin bisa merubah Desa Batukerbuy lebih bermartabat. Karena desa
luas yang didalamnya ada 21 dusun ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) tak
tergarap maksimal dan tak tertata kelola apik selama ini.
Akhirnya, Desa Batukerbuy stagnan. Tidak bisa
berinovasi. Terjebak dalam kubangan kemunduran bertahun-tahun.
Sekarang, tampaknya sebagian besar masyarakat Desa
Batukerbuy satu keinginan dengan H Zainal Fatah. Satu aspirasi, ingin membuat
perubahan.[]
SUMENEP - Korban kasus jual-beli
mobil, Igusty Madani meminta maaf secara terbuka khususnya kepada Kapolres
Sampang atas berita miring terkait anggotanya yang diduga menjadi beking pelaku
penipuan jual-beli mobil. Kamis (31/3/2022).
"Atas nama pribadidan keluarga saya meminta maaf atas berita yang
sudah ditayangkan oleh rekan-rekan media yang menyebutkan, bahwa oknum Polwan diduga membekingi sindikat jual-beli mobil. Saya katakan itu tidak benar.Dan oknum
Polwan tersebut bersih dari keterlibatan kasus ini," kata Igusty kepada
sejumlah awak media.
Secara ksatria, pria yang berprofesi sebagai pewarta
investigasi juga
ini menyampaikan permohonan
maaf yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Sampang bersama
jajarannya.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang nomor satu di Kepolisian Resor
Sampang , AKBP Arman S.I.K, M.Si beserta jajarannya atas berita miring yang
sudah menyebar luas hingga mengundang kegaduhan," terang Igusty secara
terbuka.
Tidak hanya itu, pria berusia 35 tahun yang saat ini
berdomisili di Kabupaten Sumenep ini juga mengapresiasi kinerja Polres Sampang, karena sudah mendengar keluh-kesah dirinya bersama keluarga. Bahkan memberikan solusi terbaik atas musibah yang
menimpa.
"Secara pribadi, kami mengapresiasi kinerja dan
keteladanan yang ditunjukkan Kapolres Sampang, AKBP Arman S.I.K, M.Si, dalam
memberikan pemaparan, pemahaman dan edukasi
terhadap persoalan yang sudah menimpa kami dan keluarga. Sehingga solusi yang
diberikan sangat bermanfaat dan memberikan jalan terbaik agar kami tetap di
jalur pemikiran rasional dan profesional," jelasnya.
Tak lupa, Direktur Utama Media detikzone.netitupun meminta Kepolisian resort Sampang agar
kekhilafan dan kesalahannya dapat dimaklumi serta dimaafkan dengan lapang dada.
"Sekali lagi, besar harapan kami sekeluarga agar
keluarga besar Kepolisian Resor
(Polres) Sampang menerima permintaan maaf saya dan keluarga. Sebagai manusia
tentu tak luput dari khilaf dan salah," terang Igusty.
Jujur saja, kata Igusty melanjutkan, terkait berita
viral dengan narasi berita yang berbeda terkait oknum Polwan Sampang yang
diduga terlibat kasus jual-beli mobil
tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian dari rekan-rekan jurnalis
karena saudara se-profesinya kebetulan tertimpa musibah.
"Tentu dengan kejadian yang menimpa saya,
banyak berita yang ditayangkan di beberapa media sebagai bentuk dukungan. Namun
setelah saya tahu fakta yang sebenarnya, mbak Ayu Wandira yang berprofesi
sebagai Polwan tersebut sama sekali tidak terlibat dalam persoalan ini,"
bebernya.
Kalau boleh jujur, lanjut Igusty, setelah saya
menggali informasi dari beberapa famili yang
ada di Banyuates, mbak Ayu ini ternyata masih famili saya sendiri.
"Kebetulan nenek saya asli Banyuates, dan saya ponakan sepupu dari Almarhum
H.Adlan, tokoh masyarakat di Desa Masaran. Sesuai
informasi yang didapat oleh keluarga besar saya bahwa, Ayu Wandira ini masih keponakan dari almarhum Paman (H. Adlan) ," tandasnya.
Berkenan dengan itu, Igusty Madani mengungkapkan
rasa bersalahnya kepada anggota Polwan Polres Sampang karena sudah menabuh
genderang perselisihan dan kesalahpahaman.
"Sekali lagi saya pertegas bahwa terkait
pemberitaan dugaan Oknum Polwan jadi beking kasus yang menimpa saya itu
tidaklah benar. Bahkan saya berani memastikan keluarga mbak Ayu adalah keluarga
terhormat," tukas Igusty kepada awak media.
Terakhir, Igusty Madani menandaskan, bahwa jasa-jasa
dari aparat penegak hukum Polres Sampang dalam membedah kasus ini sudah sangat
maksimal dan cukup membantu. Sehingga
membangunkan kesadaran agar nantinya ke-ekstra
hati-hatian harus dikedepankan ketika melakukan
transaksi melalui media online dengan orang yang tidak dikenal.
"Dari kasus ini,
saya banyak belajar untuk lebih berhati-hati
dengan orang yang tidak dikenal," urainya.
Dengan tegas dan lugas, Igusty Madani juga memuji
perhatian dan atensi dari segenap keluarga besar Polres Sampang, Madura, Jawa
Timur.
"Bapak Kapolres Sampang, AKBP Arman, S.I.K,
M.Si, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Irwan dan Kanit Pidum, Bapak Rendra
beserta anggota yang lain bahkan mbak Ayu Wandira sendiri selaku Polwan
memberikan nasehat bijak agar nantinya saya bersama keluarga jangan pernah
melakukan transaksi melalui media online dan jangan percaya dengan modus jual
mobil dengan harga murah," ucap Igusty Madani.
"Menjelang Bulan
Suci Ramadhan ini, dengan kerendahan hati
saya mengakui semua kesalahan kepada jajaran
Polres Sampang, mohon dimaafkan lahir dan batin," tandasnya. (Sl/Kay)
Dalam pengundian nomor urut Cakades (Calon Kepala
Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu, H
Zainal Fatah menempati nomor urut 01.
Dia akan maju ke gelanggang Pilkades (Pemilihan
Kepala Desa) Batukerbuy pada 23 April 2022. H Zainal Fatah akan bertarung
dengan satu kandidat, seorang perempuan.
Wilayah Desa Batukerbuy sangat luas. Didalamnya ada
21 dusun. Potensi SDA (Sumber Daya Alam) berupa hasil pertanian dan perikanan.
Tapi SDA tersebut belum tergarap sempurna.
H Zainal Fatah terpanggil jiwanya untuk membuat
perubahan menuju kesejahteraan yang adil dan beradab. Tak terbersit dalam
benaknya mencari popularitas, kemewahan atau untuk memperkaya diri.
Dirinya percaya, bahwa Tuhan akan selalu bersama orang-orang
yang punya niat tulus membuat perubahan lebih baik bagi Desa Batukerbuy.
Manusia tidak punya kekuatan apa-apa. Semua hanya menunggu takdir-Nya.[]
Dari kiri: Camat Pasean (baju putih) dan Hairus Samad (baju hitam) dalam peletakan batu pertama di Bindang Pasean. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN – Dua Pondok Pesantren
(Ponpes) di wilayah Pamekasan mendapat sentuhan bantuan Perkumpulan Cahaya
Warisan Ibu Pertiwi (P-CWIP) Jakarta berupa pembangunan gedung megah. Rabu
(30/3/2022)
Kedua ponpes tersebut adalah Al-Fauzu Walwari’ berlokasi
di Dusun Garung Desa Bindang Kecamatan Pasean dan Nurul Falah berlokasi di
Dusun Bunpandan Desa Maper Kecamatan Proppo.
“Diproyeksikan keduanya bakal menjadi ponpes modern.
Sebab kedua ponpes tersebut memenuhi kriteria dari P-CWIP. Kriteria itu
meliputi lahan dan jumlah santri,” komentar Hairus Samad, salah satu delegasi
P-CWIP.
Hairus Samad bersama rekan datang langsung ke tempat
peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes.
Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama itu
Kepala Desa Bindang dan Camat Pasean. (Kaiy)
Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP –Perkumpulan Macapat Lesbumi
MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan tampil di halaman MI (Madrasah
Ibtidaiyah) Annajah Desa Pasongsongan pada Jumat malam (1/4/2022).
“Penampilan Macapat Lesbumi ini atas undangan
keluarga besar MI Annajah dan ini akhir penampilan kami. Karena selama Ramadhan
Macapat Lesbumi total istirahat,” ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.l pada apoymadura.com. Kamis (31/3/2022).
Ketua Lesbumi ini menambahkan, nanti bakal ada
sesuatu yang baru dari pertunjukan Macapat Lesbumi Pasongsongan.
“Kami telah mengundang beberapa pakar Macapat Madura.
Tentu nuansanya akan berbeda. Saksikan kami di kanal Youtube Apoy Madura,”
pungkasnya. (Kay)
Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN -Komunitas para pengusaha sukses
di tanah air yang tergabung dalam Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi (P-
CWIP) Jakarta resmi menyalurkan bantuan untuk Pembangunan Gedung Ponpes (Pondok
Pesantren) Al-Fauzu Walwari’ dan Ponpes Nurul Falah di Dusun Garung Desa
Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.
Hairus Samad, S.Sos dan mitra kerja dariP-CWIP datang langsung ke lokasi,
melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung
tersebut.
“Bantuan sosial ini murni dari orang-orang yang
peduli terhadap lembaga pendidikan Islam. Kita harapkan bersama, semoga kedepan
semuanya akan lebih baik dan lebih berkembang,” ucap Hairus Samad pada apoymadura.com. Rabu (30/3/2022).
Dalam peletakan batu pertama itu hadir Kepala Desa
Bindang, para tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, para santri dan dewan
guru. (Kay)
Hairus Samad (baju hitam) diapit dua tokoh agama. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN – Hairus Samad, S.Sos sebagai
delegasi P-CWIP (Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi) Jakarta, menghadiri
peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren Al-Fauzu Walwari’
dan Pondok Pesantren Nuruh Falah.
Acara tersebut dihelat di Dusun Garung Desa Bindang
Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Rabu pagi (30/3/2022).
“P-CWIP Jakarta merupakan sebuah lembaga yang
bergerak di bidang sosial. Lembaga ini dibangun untuk tujuan kemaslahatan umat.
Non profit. Karena orang-orang yang ada didalamnya adalah para pengusaha,”
terang Hairus Samad.
Hairus Samad dipercaya sebagai salah satu delegasi
penentu dalam pengambilan keputusan, kemana P-CWIP akan menggelontorkan bantuan.
(Kay)
H Zainal Fatah, Cakades Batukerbuy nomor urut 1. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN - Calon Kepala Desa (Cakades) Batukerbuy Kecamatan
Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah menghadiri acara Penetapan Daftar
Pemilih Sementara di Balai Desa Batukerbuy. Selasa sore (29/3/2022).
“Berdasar data yang kami terima, Daftar Pemilih
Sementara tercatat ada 6.482 hak pilih. Tim Pemenangan kami akan mempelajarinya
nanti,” ucap H Zainal ketika hendak pulang dari Balai Desa Batukerbuy.
Lebih jauh Cakades nomor urut satu ini membeberkan,
Desa Batukerbuy terdiri dari dua puluh satu dusun.
Berikut jumlah hak pilih masing-masing dusun: Dusun
Laok Lorong l (507), Dusun Bencek Barat ll (229), Dusun Gunung Belende (447),
Dusun Bencek Tengah (148), Dusun Bencek Timur (342), Dusun Kowel (347), Dusun
Kalak Barat (284), Dusun Bakong (452), Dusun Bandungan (283), Dusun Versel l
(289), Dusun Laok Lorong ll (424), Dusun Versel ll (218), Dusun Lebak (527),
Dusun Banlanjang (234), Dusun Rokem (349), Dusun Genteng dan Nyaknyang (381),
Dusun Topoh (286), Dusun Duwek Buter (209), Dusun Kalak Timur (279), dan Dusun
Bencek Barat l (247).
“Tim Pemenangan nomor urut 1 berharap, bagi
masyarakat yang tidak tercover dalam data supaya mengajukan diri pada panitia
Pilkades dengan membawa KTP,” pungkas H Zainal. (Kay)
Wakapolsek dan Camat Pasean bersilaturrahmi pada kediaman H Zainal Fatah. Ahad (27/3/2022).
PAMEKASAN – Diantara visi misi H Zainal
Fatah, Cakades (Calon Kepala Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan, yakni bicara soal potensi Sumber Daya Alam (SDA).
“Hasil laut dan pertanian menjadi kekuatan penting
dalam mendorong percepatan laju perekonomian Desa Batukerbuy. Kalau potensi ini
dikelola dengan baik, insya Allah kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat
bisa dicapai seperti harapan kita semua,” tegas H Zainal Fatah. Selasa (29/3/2022).
Cakades nomor urut 1 ini menambahkan, hasil tangkap
ikan nelayan Batukerbuy cukup besar, maka sangat dibutuhkan adanya pengolahan
hasil laut. Kalau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka akan ada lapangan
kerja baru.
“Dalam hal pertanian, tanah Desa Batukerbuy tergolong
tegalan. Jenis tanah ini sangat cocok untuk tanaman pisang cavendish. Dari
hasil tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk menopang ekonomi masyarakat,” ujar H
Zainal Fatah.
Menurutnya, dua sektor SDA ini perlu adanya sentuhan
kebijakan. Kalau dirinya ditakdir menjadi orang nomor satu di Desa Batukerbuy,
pasti hal ini akan menjadi langkah strategis dalam kesejahteraan masyarakat. (Kay)