Viral Ceramah Nasaruddin Umar Soal “Tinggalkan Zakat”, Salah Paham atau Humor Zaman Digital?


Pernyataan Nasaruddin Umar, Menteri Agama (Menag) tentang zakat tiba-tiba berkeliling dunia maya. 

Potongan video pendek. Kalimat lebih pendek lagi. “Kalau ingin maju, tinggalkan zakat.” Begitu kira-kira bunyinya. 

Publik pun kaget. Umat yang sejak kecil diajari zakat sebagai rukun malah diajak “pensiun”. 

Ironi kecil muncul. Ternyata kemajuan sekarang punya syarat baru: kurangi kewajiban.

Media sosial langsung ramai. Ada yang marah. Ada yang bingung. Ada yang sekadar mengulang video sambil menambahkan emotikon. 

Lalu klarifikasi datang. Katanya salah paham. Katanya hanya potongan ceramah. Potongan kalimat. Potongan makna. 

Di era digital, memang semua bisa dipotong. Video dipotong. Konteks dipotong. Bahkan kesabaran publik juga ikut terpotong.

Akhirnya permintaan maaf disampaikan. Seperti biasa. Sopan. Tenang. Dan tentu saja terlambat sedikit dari viralnya video. 

Publik pun belajar satu hal lagi. Di zaman sekarang, ceramah bukan hanya didengar. Tapi juga dipotong, diunggah, lalu diadili bersama-sama. 

Dan zakat? Tetap saja tidak ikut pensiun. Yang pensiun justru ketenangan setelah ceramah. [kay]

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 3 SD di Sumenep

SDN Padangdangan 1 Gelar Upacara Rutin, Pembina Tekankan Setiap Anak Unik dan Punya Potensi Sukses