Program Bengkel Sholat Ramadhan SDN Padangdangan 2 Pasongsongan: Bekali Siswa Ibadah Sempurna

Kisah keren penjaga SDN Padangdangan 2! Alumni santri KH Holil Imam ini bongkar rahasia gerakan sholat di "Bengkel Sholat". Inspiratif, cek yuk!
pembelajaran sholat di sdn padangdangan 2 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur indonesia

​Ramadhan di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, selalu membawa cerita tersendiri bagi saya.

Kemarin, Sabtu (14/3/2026), sekolah memberikan kepercayaan yang luar biasa mulia: mengawal program "Bengkel Sholat". 

Sebuah amanah yang membuat saya menanggalkan sejenak rutinitas harian sebagai penjaga sekolah untuk berdiri di depan anak-anak sebagai pemateri utama.

​Banyak yang mungkin bertanya, dari mana seorang penjaga sekolah memiliki keberanian dan kapasitas untuk membedah detail ibadah? 

Jawabannya ada pada masa muda saya. Dahulu, sembari menempuh pendidikan formal di SMA Negeri 1 Ambunten, saya juga mengabdikan diri sebagai santri di Pondok Pesantren Lapang, Ambunten.

​Di bawah asuhan KH. Holil Imam, saya ditempa dengan disiplin ilmu agama yang kuat. 

Beliau selalu mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghambaan yang harus dilakukan dengan sempurna, baik secara bacaan maupun gerakan. 

Ketelatenan KH. Holil Imam dalam membimbing santri-santrinya kala itu kini menjadi inspirasi terbesar bagi saya saat menghadapi anak-anak di SDN Padangdangan 2. 

Bagi saya, ilmu yang saya dapatkan di Pesantren Lapang adalah amanah yang harus terus mengalir, terlepas dari apa pun profesi yang saya jalani sekarang.

Melampaui Sekat Jabatan

​Di dalam "Bengkel Sholat" ini, saya ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada pendidikan tidak selalu harus datang dari balik meja guru formal. 

Menjadi penjaga sekolah adalah profesi saya untuk mencari nafkah, namun membagikan ilmu sholat adalah panggilan hati sebagai seorang santri.

​Saya percaya bahwa setiap orang di lingkungan sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membentuk karakter siswa. 

Saya tidak ingin sekat-sekat jabatan formal menghalangi transfer ilmu yang bermanfaat bagi akhirat anak-anak didik kita.

​Dinamakan "Bengkel Sholat" karena fokus saya bukan sekadar ceramah teori. 

Saya ingin menjadi "mekanik" yang membantu anak-anak memperbaiki gerakan yang mungkin selama ini kurang sempurna atau bacaan yang terburu-buru.

​Dengan bekal ilmu dari KH. Holil Imam, saya mencoba mengoreksi posisi sujud, meluruskan punggung saat ruku', hingga memastikan setiap makhraj huruf dalam bacaan sholat terdengar benar. 

Saya ingin mereka mengerti bahwa sholat adalah komunikasi sakral dengan Sang Pencipta yang harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan akurasi.

​Satu hal yang paling menyentuh hati adalah melihat antusiasme para siswa. 

Mereka tidak lagi melihat saya hanya sebagai "Pak Penjaga Sekolah", melainkan sebagai guru dan orang tua. 

Ini adalah pelajaran berharga bagi mereka—dan juga bagi saya—bahwa kehormatan seseorang tidak terletak pada seragam yang ia kenakan, melainkan pada manfaat apa yang bisa ia berikan bagi sesama.

​Penutup

​"Bengkel Sholat" di SDN Padangdangan 2 adalah bukti bahwa setiap sudut sekolah bisa menjadi ruang belajar. 

Saya bersyukur pihak sekolah memberi ruang bagi potensi internal tanpa melihat status sosial.

Semoga perbaikan-perbaikan kecil yang saya lakukan ini bisa jadi amal jariyah dan pondasi ibadah yang kokoh bagi anak-anak didik kami. 

Sebagaimana para guru saya dahulu menanamkan ilmu kepada saya dan teman-teman tanpa pandang bulu. [kay]

LihatTutupKomentar