Menanti Hukuman Mati yang Tak Kunjung Tiba: Ada Apa?

Katanya hukum itu tegas, tapi kok kasus besar malah antiklimaks? Yuk, bedah ironi mafia hukum yang bikin koruptor tetap nyaman. Cek ulasannya di sini!
Hukum Indonesia ternyata tumpul ke bawah


Hukum kita sungguh luar biasa santun. Kasus-kasus besar disambut dengan karpet merah. 

Prosesnya panjang, berliku, dan penuh teka-teki. Pengadilan selalu punya segudang alasan. 

Pertimbangan hukum muncul seperti sulap. Hasilnya konsisten: antiklimaks yang menawan. 

Keadilan tidak sedang buta, ia hanya sedang tertidur lelap.

Eksekusi mati hanyalah dongeng pengantar tidur. 

Daftar tunggu terpidana lebih panjang dari antrean sembako. 

Konon, ada jaring hambatan yang sengaja dipasang. 

Para "arsitek" hukum bekerja lembur di balik layar. 

Mereka memastikan jeruji besi tetap terasa seperti hotel berbintang. 

Hukuman mati pun berubah jadi masa pensiun yang nyaman.

Memiskinkan koruptor dianggap tindakan tidak beradab. 

Harta mereka dijaga lebih ketat daripada aset negara. 

Mafia hukum tersenyum lebar melihat celah yang menganga. 

Mereka menebar jaring agar uang haram tetap aman di kantong pribadi. 

Disini, jadi penjahat besar adalah pilihan karier yang menjanjikan. 

Kita memang bangsa yang sangat pemaaf bagi mereka yang punya uang. [kay]

LihatTutupKomentar