Logika Aneh di Negeri Ini: Harta Milik Negara, Ganja Milik Kita?
Hukum kita terasa punya standar ganda bagi rakyat kecil.
Saat aparat menemukan ganja di pekaranganmu, barang itu otomatis dianggap milikmu dan kamu dipenjara.
Tapi, ceritanya mendadak berubah saat yang ditemukan adalah emas atau minyak bumi.
Kekayaan alam itu tiba-tiba diklaim milik negara, sementara pemilik lahan seringkali hanya jadi penonton.
Ketidakadilan juga sangat terasa dalam urusan ekonomi dan penghidupan.
Pemerintah sering absen saat warga kesulitan mencari lapangan kerja untuk menyambung hidup.
Tapi, begitu seseorang berhasil mendapat penghasilan secara mandiri, negara hadir paling depan untuk memotong pajak.
Rakyat seolah dipaksa mandiri saat susah, tapi wajib berbagi saat sudah berhasil.
Layanan publik pun tidak luput dari logika yang membingungkan ini.
Saat listrik padam berjam-jam, masyarakat dipaksa maklum tanpa ada kompensasi yang berarti.
Sebaliknya, giliran rakyat telat membayar tagihan, negara melalui perusahaan listrik sangat cepat mencabut meteran.
Hubungan antara negara dan rakyat ini terasa kaku, dimana kewajiban selalu dituntut namun hak seringkali diabaikan. [kay]

