Iran Balas Serang Israel dan AS: Benarkah Hanya Membela Diri?

Iran akhirnya balas serang Israel & pangkalan AS! Simak opini panas soal alasan di balik aksi nekat ini. Siapa yang duluan? Cek faktanya di sini!
Pangkalan Amerika Serikat dan negara israel diserang Iran

Serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga merupakan konsekuensi logis dari eskalasi yang dipicu pihak Barat.

Dalam kacamata kedaulatan, tindakan Teheran bukanlah sebuah agresi tanpa sebab, melainkan sebuah bentuk pertahanan diri tak terhindarkan.

Ketika Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk memulai serangan udara pada akhir Februari 2026—yang menyasar infrastruktur strategis hingga kepemimpinan nasional Iran—mereka secara sadar telah merobek batas-batas diplomasi dan memaksa Iran untuk menunjukkan taring militernya demi menjaga harga diri bangsa.

Keputusan Iran untuk membidik pangkalan perang Amerika di negara-negara sekitar juga didasari realitas geopolitik bahwa wilayah tersebut telah dijadikan batu loncatan bagi serangan terhadap wilayah kedaulatan Iran.

Dengan memberikan lampu hijau bagi operasional militer AS di tanah mereka, negara-negara tetangga secara tidak langsung terlibat dalam ancaman terhadap keamanan nasional Teheran.

Oleh karena itu, serangan rudal dan drone ke fasilitas militer tersebut dikirimkan sebagai pesan tegas bahwa setiap jengkal tanah yang digunakan untuk memfasilitasi serangan ke Iran akan jadi target yang sah dalam upaya mematikan mesin perang lawan.

Pada akhirnya, dunia tidak bisa menutup mata bahwa api konflik ini tidak disulut oleh Iran.

Sejarah mencatat bahwa upaya destabilisasi melalui sanksi ekonomi hingga serangan militer langsung adalah tindakan provokatif yang dipelopori aliansi Washington dan Tel Aviv.

Selama prinsip kedaulatan terus diinjak-injak dengan dalih perubahan rezim atau kepentingan keamanan sepihak, maka tindakan balasan seperti yang dilakukan Iran akan terus dipandang sebagai instrumen pertahanan.

Perdamaian di kawasan hanya akan tercapai jika semua pihak bersedia menghentikan agresi dan menghormati integritas teritorial tanpa ada yang merasa berhak memukul lebih dulu. [kay]

LihatTutupKomentar