Huru-Hara Nasab Habib: Akhir dari Era Khurafat di Panggung Dakwah?
Bongkar fakta tes DNA habib! Saatnya berhenti puja silsilah kosong & balik hargai kiai lokal. Yuk, simak ulasan pedas bin ironi soal drama nasab ini!
Selamat tinggal panggung megah. Tirai akhirnya ditutup paksa oleh tuan rumah sendiri. Sekian lama, dongeng dan khurafat dianggap sebagai asupan gizi spiritual primer.
Kita asyik memuja silsilah di atas etika. Kita sibuk mencium tangan para pendatang yang rajin memaki kiai negeri sendiri. Sungguh sebuah komedi putar yang sangat menghibur.
Kini, sains datang membawa kabar buruk. Tes DNA berbicara lebih keras daripada teriakan di pengeras suara.
Klaim keturunan suci itu ternyata hanya barisan data genetika yang asing. Ternyata, "darah biru" yang selama ini disembah tak lebih dari sekadar pigmen imajiner.
Ironis sekali. Bertahun-tahun kita mengimpor rasa hormat untuk mereka yang asyik merendahkan ulama pribumi di tanahnya sendiri.
Mungkin ini saatnya kita kembali ke bumi. Berhenti memuja garis keturunan, mulai menghargai kedalaman ilmu.
Ormas-ormas itu tidak sedang melakukan boikot. Mereka hanya sedang membantu para tamu untuk belajar cara bertamu yang baik.
Jika tak ada lagi panggung, mungkin mereka punya waktu luang untuk belajar sejarah. Atau setidaknya, belajar cara menghormati pemilik rumah. [kay]

