Dilema Makan Bergizi Gratis: Kenapa Guru Bawa Pulang Sisa Makanan Murid?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai berjalan di sekolah-sekolah Kabupaten Sumenep.
Tapi, pelaksanaan di lapangan menyisakan cerita unik.
Beberapa guru memilih membawa pulang porsi makanan yang tersisa.
Hal ini dilakukan agar makanan sehat tersebut tidak terbuang sia-sia.
Langkah ini adi solusi praktis di tengah keterbatasan pengelolaan limbah makanan.
Ada dua alasan utama mengapa porsi MBG sering berlebih.
Pertama, banyak murid yang berhalangan hadir ke sekolah.
Kedua, beberapa murid enggan makan karena menu tidak sesuai selera.
Lidah anak-anak terkadang sulit menerima jenis masakan tertentu.
Akibatnya, jatah makanan seringkali masih utuh di atas meja kelas.
Fenomena ini menunjukkan perlunya evaluasi berkala pada menu harian.
Variasi rasa amat penting agar makanan lebih disukai murid.
Selain itu, pendataan kehadiran harus dilakukan dengan lebih akurat.
Guru sebaiknya tidak terus-menerus memikul beban sisa logistik ini.
Program yang baik memerlukan koordinasi matang dari dapur hingga ke kelas. [kay]
Dilema Makan Bergizi Gratis: Kenapa Guru Bawa Pulang Sisa Makanan Murid?
dilema-makan-bergizi-gratis-kenapa-guru-bawa-pulang-sisa-makanan-murid
Banyak sisa Makan Bergizi Gratis di sekolah? Intip cerita unik para guru yang bawa pulang MBG karena murid absen atau nggak selera. Simak solusinya!

