Dilema Guru dan Makan Bergizi Gratis: Antara Mubazir atau Risiko?

Banyak paket Makan Bergizi Gratis sisa karena murid absen atau nggak cocok menu. Guru serba salah, mau antar ke rumah tapi takut keracunan. Simak yuk!
Karena mubazir, guru bawa pulang mbg


Fenomena guru membawa pulang paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kini jadi sorotan. 

Hal ini biasanya terjadi karena ada murid yang tidak hadir sekolah. 

Selain itu, beberapa murid enggan makan karena menu yang disajikan tidak sesuai selera mereka. 

Daripada mubazir dan dibuang, para guru akhirnya memilih untuk membawa pulang paket makanan tersebut.

Aturan resminya menyatakan bahwa MBG harus dikonsumsi di lingkungan sekolah. 

Tapi, guru tidak mau mengambil risiko dengan mengantar makanan tersebut ke rumah murid. 

Ada kekhawatiran besar mengenai aspek higienitas selama perjalanan. 

Guru takut murid justru mengalami keracunan jika makanan dikonsumsi di luar pengawasan sekolah.

Situasi ini menunjukkan perlunya evaluasi pada sistem distribusi dan variasi menu. 

Kebijakan yang kaku membuat guru berada dalam posisi sulit secara etis. 

Penanganan sisa makanan harus diatur lebih jelas agar tetap aman dan tepat sasaran. 

Sinkronisasi antara data kehadiran dan jumlah porsi jadi kunci agar tidak ada lagi makanan tersisa. [kay]
LihatTutupKomentar