Akhir Era Panggung Imigran Yaman: Saatnya Akal Sehat Ambil Alih!
Selamat tinggal karpet merah. Beberapa ormas akhirnya sadar bahwa panggung bukan tempat untuk dongeng pengantar tidur.
Doktrin sesat dan khurafat kini mulai kehilangan peminatnya. Rupanya, kesabaran kolektif ada batasnya juga.
Keturunan Nabi? Begitu klaimnya setiap hari. Namun, lisan justru rajin memaki ulama dan kiai pribumi.
Sungguh metode dakwah yang "ajaib" dan penuh kasih sayang. Para pendatang ini sepertinya lupa cara menghormati tuan rumah.
Mari kita gulung tikarnya sekarang. Biarkan mereka berpidato di depan cermin saja. Tanpa panggung, gelar langit itu mungkin akan mendarat di bumi.
Saatnya akal sehat mengambil alih kursi yang sudah terlalu lama diduduki. [kay]

