Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mental, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Padangdangan 2

SUMENEP – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus digalakkan di wilayah Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan lewat kolaborasi antara akademisi dan pihak sekolah dasar setempat.

Pada Rabu (7/1/2025), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep menyambangi SDN Padangdangan 2.

Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan edukasi serta sosialisasi krusial terkait pencegahan perundungan (bullying) sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tersebut mengangkat tema spesifik: "Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental Siswa di Lingkungan Sekolah".

Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan; para mahasiswa menyadari bahwa luka psikologis akibat perundungan seringkali lebih dalam dan bertahan lama dibandingkan luka fisik.

Khoir, salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unija, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kekhawatiran mereka terhadap fenomena perundungan yang sering dianggap sepele di lingkungan anak-anak.

"Kami ingin adik-adik di sini paham bahwa kata-kata atau tindakan yang dianggap 'bercanda' bisa sangat menyakiti perasaan teman sendiri. Melalui sosialisasi ini, kami berharap mereka memiliki rasa empati yang tinggi, sehingga SDN Padangdangan 2 bisa jadi tempat belajar yang benar-benar nyaman tanpa ada rasa takut," tutur Khoir di sela-sela pemberian materi.

Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd,SD, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa KKN Unija tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan mental sangat krusial diberikan kepada siswa sejak bangku sekolah dasar agar mereka sadar akan dampak buruk jangka panjang dari tindakan perundungan.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kepedulian mahasiswa KKN Unija. Materi ini sangat relevan dengan visi kami dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati untuk saling menghargai dan melindungi sesama teman," ujar Madun.

Ia menambahkan bahwa intervensi dari pihak luar, seperti mahasiswa, memberikan perspektif baru yang menyegarkan sehingga pesan-pesan moral lebih mudah diterima oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unija berharap bisa memutus mata rantai perundungan di tingkat sekolah dasar.

Dengan pemahaman yang kuat sejak dini, diharapkan siswa SDN Padangdangan 2 bisa tumbuh jadi pribadi yang inklusif dan mampu menciptakan harmoni dalam keberagaman di sekolah. [k4y]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1