Antologi Puisi “Horizon Lara” (13)



Puisi Karya Yant Kaiy

Tawa Dara

bibirnya nan ranum

menghiasi ruang kalbu

tadahkan tangan menerima semua ini

kujadi malu mengungkapkan

balada kasih

pada senyumnya mempesona

senyumnya ringan

lembut membelai rambutku

jatuh cintakah aku ?

Sumenep, 08/04/1988

 

Malam Kebersahajaanku

bangkit naluriku di keremangan

sinar rembulan menggantung

di rerantingan asa

desah nafas menggerutu

berlomba menumpahkan kegamangan.

Sumenep, 08/04/1988

 

Rumah Kesunyian

saat sunyi menampar jiwa

melebur 'sgala keteguhan yang melekat

nun di sana tergelar horison diri.

Sumenep, 11/04/1988

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung