Rindu tersesat

Alasan 19 Artis Indonesia Berjilbab, Kian Cantik dan Anggun ...
Get Google
Pentigraf: Akhmad Jasimul Ahyak
Malam tergelisahkan sepucuk surat dari kekasih si Berby, setipis kertas itu lalu ia baca. Seketika Berby kaget, bagai badai mengguyur di tengah lautan karena sang kekasih telah pergi ke Jakarta dengan alasan mencari sesuap nasi. Dia memutuskan untuk pergi, semua berubah menjadi gelap, saat itu si Berby rasa hancur, ditinggalkan karena hanya sesuap nasi.

Hitam, resah kini si Berby hanya berteman maya kembali pada tiada hanya dia bisa memandang ruang kosong bertemankan lampu remang-remang. Jalanan gelap, purnama tersembunyi hening angin pun mendambakan hujan namun betah kuyup menggantung pada lampu persimpangan si Berby pun menyusuri jalanan Ibu Kota Jakarta mencari sang kekasihnya yang lagi bekerja. Hampir pukul dua siang hari langit terasing dari kota, terik matahari mnyengat tubuhnya. Dia terasing pada kejauhan, karena di Jakarta si Berby tidak punya saudara, tidak punya teman jadi sulit untuk menemukan sang kekasihnya.

Jauh di langit, jauh rembulan, jauh peluk kekasih untuk dituai kini tirai rindu si Berby tersesat di pengasingan. Dengan kaki telanjangnya berlari di bawah hujan, aku butuh berteduh, katanya. Dia pun berteduh di salah satu rumah memanjang. Ia tidak tahu, bahwa tempat itu rumah pelacuran. Pada saat itu juga si Berby terjebak pada rindu yang tersesat.


Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak