Menjemput Impian

apoymadura.yant-kaiy/artis india tercantik dan terpopuler 2019

Pentigraf: Yant Kaiy

Telah lama aku mengembara menyusuri liku hidup yang tak jelas arahnya. Tujuan tak jelas itu timbul lantaran yang aku impikan seringkali tak kunjung jadi kenyataan. Melenceng dari bidikan anak panahku. Kadang terbersit keinginan melakukan manuver hantam kromo, melibas segala tujuan sehingga ada salah satu yang mengenai sasaran. Tapi risiko menghentikan program yang akan kujalankan. Akhirnya perahu kesadaranku berlabuh di dermaga kebimbangan.

Memang bimbang bagian dari hidup kita menempuh perjalanan waktu. Ia juga dibutuhkan agar manusia bisa berkontemplasi mengurai persoalan hidup yang tumpang-tindih. Seperti kebimbangan apakah aku akan tetap bersamanya atau akan membencinya. Seperti kebimbangan Ayah ketika akan melamar Puji untuk pendamping hidupku. Atau ketika Ibu memberikan tawaran agar aku memilih Fadilah, gadis dewasa pikirannya karena dia seorang dosen. Atau Paman yang mau menjodohkanku pada Sisilia setelah mendengar kalau jalinan cintaku bersama Rofi mulai retak.

Namun ketika aku semakin membencinya karena dia terang-terangan mau memutus pertunangan kami, kian runyamlah permasalahan terhampar diantara sekian banyak keraguan. Masih belum membangun rumah tangga, Rofi tak mau mendengar saranku karena persoalan busana. Rofi merasa cocok dengan baju berhias bunga. Tapi aku tak mau baju itu dikenakan dia di pesta, sebab tubuh Rofi agak gemuk. Menurutku dengan baju itu dirinya akan kian terlihat gemuk. Persoalan sepele menjadi bumerang bagi pertunangan kami.


Pasongsongan, 22/2/2020

Postingan populer dari blog ini

Siswa SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Berhasil Tembus Semifinal Olimpiade PAI Jatim 2026

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Perkuat Karakter Siswa, SDN Padangdangan 2 Rutin Gelar Yasinan dan Sholawat Bersama