Gagal adalah Sukses Tertunda

apoymadura.yant-kaiy/Hande Ercel


Pentigraf: Yant Kaiy

Kini aku membandingkan sukses dan gagal yang pernah menghiasi kehidupanku. Ternyata berbeda tipis. Tapi dari sekian perbedaan itu telah menatalkan beraneka rintihan, keluh-kesah, stres, kecewa, dan entah apalagi namanya. Berburu kesenangan hanya sebatas kepuasan palsu. Tapi aku tetap takut pada kata ‘kegagalan’.

Aku tak ingin kegagalan menjadi tali gantung leherku. Aku tak mau mati karenanya. Sebagai insan lemah, banyak impian sudah kubentangkan menelanjangi waktu demi waktu terasa cukup cepat. Beragam proyek keinginan jangka pendek dan panjang aku tuliskan di dinding kamar istriku. Waktu terus berlalu menapaki kegiatan hidup. Kabarnya hidup ini sangat singkat. Dan aku tak bisa terus berlari di tengah pusaran angin dan hujan. Sedang bumi yang kupijak menenggelamkan kakiku.

Mereka hanya menyaksikan aku dari kejauhan, karena mereka juga sedang mengalami nasib sama. Mereka hanya memberikan komentar yang tak selamanya benar. Yang bisa mereka lakukan seringkali menyalahkan, menyudutkan, mengkambing-hitamkan kegagalan yang aku buat. Tak mungkin aku mengandalkan mereka. Intinya, semua insan tak menghendaki kegagalan. Namun kegagalan tetap menemani kita.


Pasongsongan, 21/2/2020

Postingan populer dari blog ini

Ketulusan Anak-Anak Pasongsongan di Tengah Riuhnya Negeri

Meriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Ini Daftar Pemenang Lomba Kolase Tingkat TK/RA Pasongsongan

Juara Lomba Mewarnai TK/RA Pasongsongan HUT ke-81 RI di MI Annajah