Dewi

Dewi Gita/dewi gita penyanyi/istri armand maulana

Cerpen: Yant Kaiy

Kebimbangan telah menghancurkan segala harapan yang pernah terlintas di pelangi impian Debur tiap malam. Kebimbangan pula yang telah menjadikannya terlunta-lunta, apakah mau kembali pada Dewi yang dulu pernah menghiasi hari-hari bahagianya, atau mengubur nama Dewi dalam-dalam agar kecewa tidak lagi ternatal.

Andai saja Debur tidak bimbang, mungkin ia telah mendapatkan cinta Gita. Debur tetap menganggap Gita sebagai sahabatnya sedari kecil. Ia teman bermain Debur. Sedangkan Gita sangat mengharapkan Debur bisa berada dalam dekapan cintanya. Tapi gayung tak bersambut. Akhirnya Gita mendapatkan cinta dari Aria.

Walau Debur kini membenci Dewi, namun dalam hati kecilnya masih ada kristal-kristal cinta buat mantannya. Tapi api cemburu Debur telah membakar jalinan cinta mereka. Dengan mata kepala sendiri Debur mengetahui kalau kekasihnya itu punya pacar lain.

“Kau masih juga tak percaya, Bur! Semua yang kau tuduhkan itu tidak benar. Tomy itu teman kerjaku. Wajar, dong, kalau aku jalan dan makan bersamanya. Aku tak bisa ngomong apa lagi, sebab kamu tetap ngotot kalau Tomy adalah kekasih gelapku,” bantah Dewi dengan suara agak tinggi.
“Tapi kau terlihat mesra dengannya, Dew. Apakah ini tak cukup sebagai bukti,” sergah Debur masih dengan nada emosi.
“Cemburumu itu keterlaluan,” isak Dewi.
“Terserah apa katamu!”

Debur meninggalkan Dewi. Gadis itu tak lagi memperhatikan kepergian Debur.

Tiga bulan lebih sepuluh hari kemudian, Debur pergi ke Puskesmas berobat karena badannya demam tinggi. Setelah diperiksa, dokter menyatakan kalau Debur terkena penyakit typus. Dokter yang menanganinya menganjurkan untuk rawat inap. Debur pun tak keberatan.

“Debur,” ujar Gita berdiri di samping Debur.
“Ada apa, Git?”
“Aku bersama seseorang ke sini. Ia tidak masuk karena takut kau usir.”
“Ah, kejam banget kalau aku mengusirnya.”
“Dia datang sejak tiga jam yang lalu.”
“Cowok apa cewek?”
“Cewek.”
“Pasti Dewi!”
“Benar. Terimalah cinta dia! Dewi masih mencintaimu.”

Debur tersenyum. Gita berlalu dan tak berapa lama kemudian masuk bersama Dewi. Gita kelyar dari ruangan. Tinggallah mereka berdua.
“Kau,” sapa Debur lebih dulu.
“Semoga lekas sembuh, ya!”
“Aku masih mencintaimu, Dew.”
“Aku juga,”

Keduanya tersenyum malu-malu kucing. Di balik sakit ada hikmah, cinta lama bersemi kembali.

Pasongsongan, 14/2/2020




Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Observasi Karakter Pancasila di SDN Padangdangan 2

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Siap Berlaga di Olimpiade PAI Jawa Timur