Aku Khawatir Dia Jadi Miliknya

apoymadura.yant-kaiy/artis India Anushka Sarma


Pentigraf: Yant Kaiy

Setiap persaingan apa pun akan melahirkan perasaan khawair. Seseorang harus mempersiapkan mentalnya menuju jurang kekalahan. Begitulah, kita sering mendengar kalimat itu dari orang bijak. Tapi seberapa banyak orang yang tidak khawatir menghadapi situasi semacam ini? Seperti kekhawatiranku terhadap Maghfirah. Dia kekasihku yang telah banyak mengorbankan waktu dan perasaannya menemaniku dalam suka maupun duka.

Maghfirah menggantikan posisi Rika di hatiku. Rika berselingkuh dengan teman kerjanya. Lalu kuputuskan dia. Maghfirah sebelumnya juga punya pacar, tapi pacar dia sering besikap kasar padanya. Maghfirah pun akhirnya pergi dari kehidupannya. Ia jatuh ke pangkuanku dalam keadaan yang tidak sempurna lagi karena kedua orang tuanya meninggal dunia. Akhirnya ia menjadi pramusaji di rumah makan, menyambung hidup karena harta kekayaan warisan orang tuanya disita oleh bank. Ia pun tinggal di rumah kos dekat tempat tinggalku.

Perubahan drastis dari orang kaya jadi miskin merupakan perjalanan hidup menyedihkan. Mereka menyudutkan Maghfirah atas “dosa” orang tuanya. Aku mengangkisnya dari dasar sumur derita, namun orang tuaku keberatan jika aku menikahinya. Aku tak mau Maghfirah jatuh ke tangan orang lain. Ia gadis tidak egois, penyabar, murah hati, mau mengerti aku apa adanya. Ia gadis impianku.


Pasongsongan, 22/2/2020

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Observasi Karakter Pancasila di SDN Padangdangan 2

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Siap Berlaga di Olimpiade PAI Jawa Timur

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III