Minggu, 09 April 2023

KBM SDN Panaongan 3 Berlangsung Normal

kegiatan belajar mengajar disebut kbm, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep madura
Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Di Bulan Suci Ramadhan tahun ini, KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berjalan normal. Itu terlihat ketika para guru masuk ke kelas masing-masing setelah bel masuk berbunyi. Senin (10/4/2023).

“KBM di sekolah kami tentu mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Sebenarnya hal ini bagi kami menjadi sebuah dilema, karena ada sebagian peserta didik kami berjalan kaki pulang-pergi sekolah dengan jarak tempuh 2,5 kilometer,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 di kantornya.

Ia kemudian mengambil satu kebijakan, agar para peserta didik yang tidak dijemput oleh walinya untuk diantar pulang.

“Kami instruksikan kepada para guru kelas untuk mengantarkan pulang para murid yang tempat tinggalnya lebih dari 1 kilometer. Kita tahu cuaca Ramadhan tahun ini cukup panas,” ucapnya.

Agus Sugianto juga senantiasa mengingatkan kepada para peserta didiknya untuk tidur siang. Karena di kelas rendah banyak diantara muridnya yang menunaikan ibadah puasa. [kay]

Jumat, 07 April 2023

Buka Puasa Bersama di Gedung KH Wahab Hasbullah Pasongsongan

jalan silaturrahim di gedung kh wahab hasbullah mwc nu pasongsongan kabupaten sumenep
Khotmil Quran di Gedung Wahab Hasbullah MWC NU Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP - Pengurus MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep menyelenggarakan buka puasa bersama di Gedung KH Wahab Hasbullah. Gedung baru milik MWC NU ini berlokasi di Jalan Kiai Abubakar Sidik Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan. Jumat sore (7/4/2023). 

Rangkaian acara buka puasa bersama tersebut dimulai dengan Khotmil Quran, tahlil dan kultum (kuliah tujuh menit). Sedangkan yang memberikan siraman rohani adalah KH Abdul Gaffar.

"Buka puasa kali ini momennya pas malam 17 Ramadhan. Kegiatan ini sebagai wujud silaturrahim antar kaum nahdliyin," ucap KH Abdul Gaffar disela-sela ceramahnya. 

Acara buka puasa bersama dihadiri seluruh pengurus lembaga dan Banom (Badan Otonom) MWC NU Pasongsongan. Hadir pula beberapa Pengurus Cabang NU Sumenep. [kay]

Kamis, 06 April 2023

Medio Ramadhan 1444 Bangkalan Gempar Pembacokan


Catatan: Yant Kaiy

Sadis! Begitulah kesan pertamakali ketika saya membaca beberapa berita di media online Madura. Foto dan video korban pembacokan bersimbah darah tergeletak di pinggir Jalan Raya Halim Perdanakusuma Bangkalan. Rabu siang (5/4/2023).

Tragedi pembacokan itu dilatarbelakangi konflik antar pendukung Calon Kepala Desa (Cakades). Rupanya pelaku tidak berfikir panjang tentang filosofi Madura: je’ nobi’an oreng mon etobi’ dhibi’ sake’ (Jangan suka mencubit orang kalau dirinya merasa sakit bila dicubit).

Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Madura memang rawan tindak pidana kekerasan. Sudah berulangkali nyawa melayang akibat persaingan pra-Pilkades. Untuk saling mengalahkan satu sama lain, acapkali mereka melakukan tindakan kekerasan.

Sementara pendukung fanatik ada yang bertaruh uang dalam mengunggulkan jagoannya. Tak ayal suasana panas di tingkat bawah kian membara tatkala terdengar selentingan ada potensi dirinya akan dikalahkan. Mereka berupaya sekuat tenaga supaya bisa mengalahkannya sebelum pelaksanaan Pilkades digelar.

Wawasan sempit para pendukung Cakades menjadikan semuanya amburadul. Mereka tidak siap menerima kekalahan. Sebelum semua menimpa dirinya, mereka pun meminjam tangan orang lain untuk menumbangkan musuh-musuhnya.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 05 April 2023

Jurus Politik Ramah pada Pemilu 2024


Catatan: Yant Kaiy

Saat ini semua partai dan mereka yang bakal maju di putaran Pemilu 2024 sudah mulai pasang badan. Mereka telah menyusun rencana pemenangan. Mereka juga telah menampung strategi. Kira-kira manuver apa yang bisa mendatangkan simpati pemilih, sehingga perolehan suara jadi terbanyak ketimbang para pesaingnya.

Dari dulu, gerakan politik uang memang menduduki peringkat pertama dalam pemilihan apa pun. Utamanya di kalangan masyarakat awam di pelosok desa. Mereka menganggap kalau duit itu sebagai upah dia hadir di tempat pemungutan suara.

Tapi seiring informasi dan tingkat kekecewaan, akhirnya masyarakat sadar, jika duit yang diterima tersebut sebagai umpan belaka.

Masyarakat pemilih tidak akan menolak kalau nanti diberi uang, tapi mereka tidak mutlak mencoblos si pemberi duit. Nah, dari sini politikus tersebut harus menyadari perubahan model pendekatan mereka.

Ada bentuk strategi politik ramah kecurigaan, yakni dengan menciptakan lapangan kerja. Tidak kentara. Dengan begitu para karyawan hanya diberi bonus gaji, kalau saja dirinya lolos. Ikatan sosial semacam ini amat signifikan dalam mendulang suara.

Bagaimana? Anda harus berani mencoba supaya kemenangan dapat direngkuh![]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Menyingkap Money Politic di Pemilu 2024

Catatan: Yant Kaiy

Awal puasa Ramadhan 2023 kemarin, Said Abdullah membagi-bagikan angpao kepada masyarakat di Sumenep. Amplop merah bergambar dirinya bersama Bupati Sumenep disebarkan di beberapa masjid dan musholla secara serentak.

Kita tahu Said Abdullah saat ini jadi Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI. Maka tak berlebihan kalau akhirnya ia berbagi talih asih terhadap masyarakat di tanah kelahirannya. Ia menyebut angpao itu sebagai zakat mal.

Tapi masyarakat yang tak kebagian angpao menilai, kalau aksi sosial Said Abdullah sebagai gerakan money politic. Ada pula diantara pemerhati politik yang mencibir, kalau apa yang dilakukan Said Abdullah sebagai tindakan pamer kekuatan finansial; curi start kampanye; curi perhatian agar mendapat tempat di hati masyarakat, dan seterusnya…

Dari sini kita bisa menelisik, kalau saat ini money politik tidak lagi jadi jurus andalan untuk mendulang suara terbanyak. Sangat disarankan bagi mereka yang akan maju di kompetisi Pemilu 2024 nanti untuk berpikir ulang dalam mencari trik politik alternatif.

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Selasa, 04 April 2023

MI An-Najah Pasongsongan Gelar Pondok Ramadhan

pondok ramadhan di madrasah ibtidaiyah Pasongsongan Sumenep, berbagi berkah di bulan suci ramadhan
Kiai Badrul Qomar ketika menjadi imam sholat di Masjid Jamik Al-Akbar Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Kegiatan Pondok Ramadhan merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan diwaktu bulan puasa. Kegiatan ini sangat dianjurkan untuk dihelat di masing-masing sekolah.

Tidak terkecuali juga, Madrasah Ibtidaiyah An-Najah yang berlokasi di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep turut menggelar Pondok Ramadhan. Rabu (5/4/2023).

“Awal dimulai Pondok Ramadhan di MI An-Najah, yakni pada pukul 08.00 WIB. Khusus tahun ini, siswa-siswi kami melaksanakan sholat Dhuha berjamaah di Masjid Jamik Al-Akbar. Yang jadi imam sholat yaitu Kiai Badrul Qomar,SE. Setelah itu dilanjutkan dengan kajian ilmu keagamaan hingga berakhir pukul 10.45 WIB,” terang Ustadz Samsih,S.Pd, Kepala MI An-Najah.

Ustadz Samsih menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi kepada seluruh siswanya yang telah mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada guru pembimbing dan pemateri yang telah meluangkan waktunya memberikan pencerahan terhadap segenap peserta didiknya. [mul/kay]

Senin, 03 April 2023

Viral, Penemuan Bayi di Pasongsongan


SUMENEP -  Rahmatun Nisak,S.Pd.I, istri Sekretaris Desa (Sekdes) Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menginformasikan kepada apoymadura.com, bahwa di desanya telah ditemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. 

Penemuan bayi itu berlokasi di Dusun Dabadah, sebelah selatan Kantor Desa Padangdangan, pada pukul 22.00 WIB. Senin malam (3/4/2023). 

"Untuk sementara, bayi dirawat oleh salah seorang warga di lokasi penemuan tersebut," terang Rahmatun Nisak. [kay]

Minggu, 02 April 2023

Umardhany Kawesa Bisa Ciptakan Lagu Spontan

umardhany kawesa artis bertalenta berasal dari sumenep, ada ribuan lagu yang diciptakan umardhany kawesa sumenep
Umardhany Kawesa (kiri) ketika berbincang-bincang dengan reporter apoymadura.com. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Umardhany Kawesa, artis Jakarta berasal dari kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura, Kabupaten Sumenep. Ia adalah biduan berbakat yang dapat membuat lagu secara spontan. Kelebihan lainnya, ia bisa memainkan beberapa alat musik cukup mahir. Ahad (2/4/2023).

“Saya bisa menciptakan lagu spontanitas ini sudah sejak lama. Awalnya kurang pede. Tapi setelah ada beberapa lagu saya yang viral dinyanyikan orang lain, maka dengan hape android saya langsung merekamnya kalau inspirasi muncul tiba-tiba,” urai penyanyi mirip Ian Kasela (personel grup band Radja) ini bernada ringan.

Sudah ada ribuan lagu yang sudah terdokumentasikan, baik yang dinyanyikan sendiri atau oleh artis lain.

“Sebagai putra daerah Sumenep, saya juga menciptakan lagu-lagu berbahasa Madura. Hal itu wujud persembahan saya untuk tanah kelahiran. Kebanyakan lagu-lagu tersebut bercerita tentang keindahan tempat wisata yang di Madura,” tegas Umardhany lebih jauh.

Dirinya sangat care akan potensi objek wisata dan seni budaya yang ada di Sumenep. Walau tanpa pesanan dari siapa pun, hal itu Umardhany lakukan sebagai sumbangsih dirinya terhadap Madura. Karena lewat menciptakan lagu-lagu itulah yang bisa ia berikan untuk masyarakat Madura. [kay]

Aneka Penyakit Mata Sembuh Berkat Ramuan Banyu Urip


BEKASI – Dahsyat! Itulah kata pertama yang keluar dari bibir pasien perempuan dengan gangguan penglihatan menahun. Bahkan menurut pengakuan keluarganya, pasien perempuan ini dalam waktu dekat akan menjalani operasi tumor otak di rumah sakit. Ahad (2/4/2023).

“Pasien buta total ini menjalani terapi mata di tempat praktik kami. Ini adalah kunjungan pertama kalinya, setelah sebelumnya sudah melakukan pengobatan alternatif lain di beberapa tempat. Tapi hasilnya nihil,” terang Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi.

Setelah menjalani serangkaian proses terapi dengan Ramuan Banyu Urip, pasien buta ini sudah mendekati kesembuhan sempurna. Ia sudah bisa melihat. Sungguh diluar jangkauan daya nalar manusia.

“Inilah keampuhan Ramuan Banyu Urip. Bukti dan fakta yang bicara. Sudah ribuan pasien dengan gangguan mata telah kami sembuhkan. Kami memberikan bukti, bukan janji,” tegas Puji Suwuk kepada wartawan apoymadura.com penuh percaya diri.

Lebih jauh Puji Suwuk mengatakan, bahwa penyakit buta pasien ini disebabkan oleh gangguan penyakit tumor otak, sehingga indera penglihatannya terganggu. [kay]

Sabtu, 01 April 2023

Panwascam Pasongsongan Berbagi Berkah Ramadhan


SUMENEP – Panwaslu (Penitia Pengawas Pemilu) Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep melakukan aksi bagi-bagi takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Kiai Abubakar Sidik, tepat di depan kantornya. Sabtu sore (1/4/2023).

“Kegiatan sosial ini bertujuan untuk berbagi berkah di Bulan Suci Ramadhan. Spesifiknya, Panwascam Pasongsongan ingin menjalin keakraban dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Sehingga kedepan semua tugas kami mendapat dukungan penuh dari mereka,” ucap Agus Sugianto, Kepala Sekretariat Panwascam Pasongsongan kepada jurnalis apoymadura.com.

Agus Sugianto percaya, moment baik ini merupakan salah satu kesempatan bagi institusinya untuk menjalin keakraban dengan masyarakat.

“Terus terang, tugas dan wewenang kami kedepan tidak ringan. Butuh suatu kerja sama yang baik agar tercapai hasil maksimal,” pungkas Agus Sugianto. [kay]

Jumat, 31 Maret 2023

Nelayan Pasongsongan Butuh Jaminan Usia Senja


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya daerah penghasil tangkap ikan terbesar di Pulau Madura. Lalu hasil ikan tersebut langsung dijual kebeberapa pabrik pengolahan ikan di Jawa. Sementara ada beberapa jenis ikan tertentu masuk ke restoran hotel. Ada pula yang diekspor, memenuhi permintaan pasar di luar negeri. Sebagian lagi ikan itu dijual dibeberapa pasar tradisional.

Kekayaan hasil laut Desa Pasongsongan sungguh luar biasa. Sangat melimpah. Karunia Ilahi ini patut kiranya untuk selalu disyukuri.

Namun ketika kita berada di desa tersebut, ternyata kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan seluruh hidupnya di laut masih belum sepenuhnya sesuai impian.

Kendati melimpah hasil laut di Pasongsongan, namun tak membuat sebagian besar masyarakatnya sejahtera. Salah satu faktor penyebab mereka terdampak kemiskinan karena tidak semua perahu yang melaut mendapatkan hasil tangkap.

Apalagi ketika tiba musim angin barat, banyak nelayan tidak melaut. Otomatis mereka memakai uang simpanan dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya banyak diantara mereka yang terlilit hutang sebab tak ada lagi yang bisa dijual.

Jaminan Hari Tua

Dalam perbincangan dengan para nelayan Desa Pasongsongan, mereka sesungguhnya mengidamkan ada lembaga yang bisa menjamin hari tuanya. Karena tidak ada lagi ladang pendapatan bagi mereka tatkala usia sudah senja. Mereka akan menyerah kalah tatkala raga tak bisa berkarya lewat tenaga.

Andai saja ada yang peduli dengan kenyataan pahit ini, mungkin usia harapan mereka akan lebih panjang.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...