Postingan

Membuat Soal-soal Bahasa Madura Kelas V

Gambar
  Catata: Yant Kaiy Istri saya menjadi seorang guru honorer di salah sebuah SD Negeri di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Ia memegang kelas V yang muridnya tidak lebih dari 20 orang. Dan masing-masing guru kelas di SD Negeri tersebut diberi tugas membuat soa-soal Bahasa Madura.   Karena istri saya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, saya mengambil alih tugas sekolahnya. Tapi karena mengetik soal-soal pelajaran Bahasa Madura berbeda dengan bahasa nasional, otomatis waktunya lebih lama, terkendala masalah ejaan.   Semoga tulisan ini menambah kecintaan kita terhadap bahasa keseharian kita, yakni bahasa lokal.        I.         Pasange lang-kaleng (X) ka horop a,b,c ,otaba d, e adha’na jawaban se benddher! 1.    Bacaan se nerrangagi otaba agambaragi settong barang kennengan otaba kabadha’an, enyamae bacaan… a.    Konotatif       ...

Yang Tersingkir

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy   Tak pernah terbayangkan kalau hubunganku mengakibatkan rusaknya persaudaraan. Dia lelaki setia. Usianya lebih muda, terpaut 7 tahun denganku. Semula perbedaan tidak membuat kami tersingkir. Jalinan cinta berjalan di rel yang diharapkan. Sampai pada titik penyatuan. Semuanya sontak jadi bencana.   Dia tetap mempertahankan aku sebagai pelabuhan cintanya. Aku pun begitu. Kami tinggalkan mereka. Menjalani derita sebagai sepasang kekasih. Beruntung di tanah rantau ada seorang teman mahasiswi dulu semasa kuliah. Kami dinikahkan.   Tujuh belas tahun kami putus hubungan dengan keluarga masing-masing. Kami tetap panjatkan doa kepada orang-orang yang dulu menyayangi. Entah sampai kapan kami kembali ke pangkuan mereka. Meskipun tak pernah ada hasrat untuk kembali. Kami tetap meniti derita.[]   Pasongsongan, 23/4/2021

Berita Terkini, Kecelakaan Tunggal di Pasongsongan

Gambar
Pick-up dengan nomer polisi M-9377-E yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Pasongsongan, tepatnya di depan BMT Nuri sisi barat. Mobil pick-up berplat nomer M-9377-E melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba pick-up berusaha menyalip kendaraan di depannya. Ketika posisi kedua kendaraan sejajar, dari arah berlawanan muncul kendaraan yang sama.   Otomatis pick-up banting setir kanan menabrak gardu amal masjid yang berada di sebelah barat jalan raya. Jumat (23/4/2021). Pukul 09.27 WIB.   Beruntung   tidak ada petugas amal masjid di gardu tersebut. Biasanya saban hari di situ ada banyak orang menunggu amal masjid dari para pengendara mobil dan sepeda motor. Akibat benturan keras mengakibatkan gardu amal rata tanah. Gardu terbuat dari bambu itu berantakan.   Kepala Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan-Sumenep, Akhmad Shonhaji demi mendengar te...

Madura Buta Warna: Hijau dan Biru

Gambar
Catatan: Yant Kaiy   Ada pengalaman lucu yang sulit dilupakan. Saya sering tersenyum sendiri kalau mengingatnya. Peristiwa tersebut terjadi pada 1998. Saya bersama empat musisi dan dua biduanita satu mobil, pulang dari studio rekaman di Jakarta Pusat. Sampai di simpang empat, kendaraan kami berhenti karena lampu merah menyala. Biasanya lampu merah menyala lebih lama.   Tatkala lampu hijau tiba-tiba menyala, teman saya berasal dari Bangkalan bilang spontanitas: “Sudah biru lampunya. Ayo jalan!”   Si sopir berasal dari Batak langsung menginjak pedal gas. Kendaraan pun melaju, menembus padatnya arus lalu lintas Kota Jakarta. Sepanjang perjalanan kami semua tertawa. Orang Madura buta warna, kata mereka serempak   Ada juga pengalaman sama terjadi terhadap saya sendiri. Pada 1994, ketika saya berada di salah satu ruang redaksi penerbit buku di Surabaya. Saya ditantang untuk membedakan warna hijau dan biru oleh mereka. Salah satu dari teman redaktur mengam...

Berita Siang Ini, Penyerahan BLT DD Desa Pasongsongan

Gambar
Kades Pasongsongan memberikan kata sambutan . (Foto:  Yant Kaiy) Sumenep – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Pasongsongan kemarin dan hari ini diserahkan secara langsung oleh Kepala Desa Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. Bersamaan itu pula dilakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai Kemensos yang terdampak Covid-19, bertempat di Kantor Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kamis (22/4/2021).   Masyarakat penerima bantuan merasa bahagia karena dimasa-masa sulit di Bulan Suci Ramadhan mereka mendapat suntikan dana segar. Mereka tampak antri cukup tertib dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sesuai anjuran pemerintah.   Penyerahan Bantuan Langsung Tunai itu dimulai sejak pagi dan berakhir siang hari. Meskipun suasana siang cukup panas, akan tetapi tidak mengendorkan semangat mereka. (Yant Kaiy)