Keikhlasan Guru PPPK Paruh Waktu di Sumenep dalam Ketidakpastian
Buka puasa hari ini tetap terasa nikmat bagi para guru berstatus PPPK Paruh Waktu. Meskipun demikian, realita pahit masih membayangi kesejahteraan mereka di Kabupaten Sumenep.
Hak atas gaji yang jadi tumpuan hidup hingga saat ini belum kunjung cair. Kondisi ini memaksa para pendidik untuk merayakan kemenangan ibadah dalam keterbatasan ekonomi.
Luka batin menganga selama bertahun-tahun kini hanya tersiram deru doa. Para guru tersebut terus bertahan di tengah himpitan regulasi yang sering kali tidak berpihak pada kepastian nasib.
Dedikasi mereka terhadap dunia pendidikan tetap teguh meski dihantam ketidakjelasan administratif. Madah doa dipanjatkan jadi satu-satunya kekuatan untuk membasuh kekecewaan atas janji-janji yang belum tertunaikan.
Ketidakpastian regulasi ini seharusnya jadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan daerah.
Para guru PPPK Paruh Waktu tidak semestinya dibiarkan berjuang sendirian tanpa jaminan finansial. Penundaan hak hanya akan memperlebar celah ketidakadilan sosial bagi garda terdepan pencerdas bangsa.
Dibutuhkan langkah konkret agar kenikmatan berbuka puasa mereka tidak lagi dibarengi dengan beban pikiran.
Yang sabar, guruku! Dunia tidak selebar daun kelor. [kay]

