Postingan

Marak Isu Penculikan Anak, SDN Panaongan III Sigap Gandeng Personel Polsek Pasongsongan

Gambar
Aiptu Sugeng Hariyadi saat jadi inspektur upacara di SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Foto: As/Kay) SUMENEP - Akhir-akhir ini marak isu penculikan anak via media sosial. Sangat meresahkan masyarakat. Tidak heran jika para wali murid ekstra ketat dalam menjaga putra-putrinya.Terlebih saat mereka berangkat maupun pulang sekolah. Selain membuat resah, isu penculikan tersebut juga membuat para wali murid merasa terganggu dalam menjalankan berbagai aktifitasnya.  Mereka yang biasanya bekerja.Baik di rumah,di sawah maupun di tempat-tempat lain.Tapi saat isu penculikan merebak,beberapa wali murid dengan terpaksa menunda bahkan tidak bekerja sebelum bisa memastikan keberadaan putra-putrinya. Atas isu yang beredar liar ditengah-tengah masyarakat tersebut, Agus Sugianto, S.Pd selaku Kepala SDN Panaongan III, mengundang Aiptu Sugeng Hariyadi, personel Polsek Pasongsongan, untuk menjadi Pembina pada pelaksanaan Upacara Bendera. Senin (13/2/2023).  L...

Hasil Panen Jagung Tak Sepadan Biaya Tanam

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Perlu diketahui, mayoritas lahan tanam di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berjenis tegalan. Masyarakat di daerah ini cenderung memilih bercocok tanam jagung dan kacang hijau. Sebagian besar lahan banyak yang menganggur karena tanahnya berbatu. Tahun 2023 kali ini panen jagung di Desa Pasongsongan banyak yang gagal panen. Faktor penyebabnya adalah angin dan hama tikus. Awal Januari angin berhembus kencang disertai hujan deras selama sepekan lebih. Otomatis tanaman jagung banyak roboh. Situasi ini menyebabkan jagung tidak berbuah maksimal. Kendati demikian para petani tetap menggarap lahannya kembali. Walau mereka tahu kalau hasil panennya lebih besar pasak dari pada tiang. Alasan mereka menanam jagung kembali beragam. Salah satunya karena menghormati leluhurnya yang telah mewariskan lahan kepada dirinya. Ada pula masyarakat petani yang mengatakan, kalau dirinya “terpaksa” menanam jagung kembali supaya tidak dinilai sebagai pemalas. Ha...

Cari Cuan Via Sosmed

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Dimana-mana marak masyarakat mencari cuan di dunia maya. Entah itu menggunakan aplikasi sosial media (sosmed), game atau lainnya. Masyarakat berlomba-lomba mengadu peruntungan, siapa tahu nasib baik lagi berpihak padanya. Janji-janji manis dari pembuat aplikasi selalu menghampiri tiap individu pengguna smart-phone. Umumnya penawaran itu lewat iklan. Diantara sekian banyak yang sukses mengeruk keuntungan dari aplikasi tersebut, banyak pula dari mereka gagal panen duit. Otomatis berjibun kekecewaan menelikung asanya. Bagaimana tidak kecewa. Sebab kerja keras dan pengorbanan waktu serta biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Sungguh amat menyedihkan. Biasanya, pada awalnya sosmed penghasil uang menetapkan aturan main tidak terlalu ketat. Tapi ketika orang-orang mulai banyak menyukai, plus pemasang iklan bertambah meningkat jumlahnya, lalu pemilik perusahaan mulai menetapkan peraturan beraneka warna. Alasan pemilik perusahaan, hal itu demi keadilan. It...

Warna Baru Pengenalan Bimbingan dan Konseling bagi Guru Sekolah Dasar

Gambar
Dari kiri: Haji Rusdi, Agus Sugianto, dan Mariyatul Qibtiyah. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP -   Bimbingan dan Konseling (BK) di Sekolah Dasar memang menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Karena permasalahan murid beraneka macam kerap terjadi. Kalau metode penanganannya kurang baik, tentu akan berakibat fatal. Maka diperlukan sebuah konsep terukur, terarah dan terencana.   "Kegiatan workshop ini atas kerja sama antara SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dengan komunitas guru penggerak angkatan 5. Sebelumnya inisiatif ini telah saya konsultasikan dengan pengawas binaan SD UPT Dinas Pendidikan Pasongsongan, Haji Rusdi. Gayung pun bersambut, beliau merespons positif digelarnya acara pengenalan Bimbingan dan Konseling," ucap Agus Sugianto dalam kata sambutannya di depan para guru dan Kepala SD se-Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (11/2/2023).    Sarasehan ini awalnya akan dilaksanakan terbatas pada para guru SDN Panaongan lll saja. Tap...

Panwascam Pasongsongan: Siapa Dekat dan Merapat, Ia Dapat

Gambar
Image redaksi apoymadura.com SUMENEP - Banyak pihak mencium adanya bau tidak sedap pada rekrutmen Panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan) dan Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pernyataan kecurigaan itu digelindingkan salah seorang peserta seleksi berinisial AJ (52 tahun) warga Desa/Kecamatan Pasongsongan kepada media ini. Ahad (5/2/2023).  "Tes yang dilaksanakan Panwaslu sarat dengan kebohongan. Dari hasil seleksi Panwascam dan PKD Pasongsongan ternyata peserta yang lolos masih ada ikatan keluarga atau kerabat dekat dengan orang-orang yang ada di Panwaslu Pasongsongan. Ini seharusnya tidak boleh terjadi," protes AJ bernada kecewa.  Sejatinya yang lolos Panwascam dan PKD Pasongsongan adalah mereka yang memiliki kapasitas dan integritas terbaik dari sekian banyak peserta seleksi, timpal AJ lebih jauh . Bisa jadi untuk seleksi selanjutnya bakal berlaku tradisi demikian. [Mul/Kay]